Pengertian Pemimpin Dan Kepemimpinan Menurut Para Ahli Dalam Organisasi

Pengertian Pemimpin Dan Kepemimpinan Menurut Para Ahli 

Pengertian kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kwalitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan paranan kritis dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka.

Kemudian timbul pertanyaan yang membuat seorang pemimpinan effektif? Apa Hampir semua orang, bila diajukan pertanyaan itu akan menjawab bahwa pemimpin yang effektif mempunyai sifat atau kualitas tertentu yang di inginkan. Kemampuan den ketrampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting effektifitas manajer. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menseleksi pemimpin-pemimpin efektif akan meningkat. Dan bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif, akan dicapai pengembangan efektifitas personalis dalam organisasi.

Budaya organisasi mencangkup nilai bersama yang telah di internalisai akan membentuk dan menjadi komponen budaya organisasi. Hofstede (1994:180) mendefinisikan budaya organisasi sebagai program pemikiran secara kolektif yang membedakan para anggota suatu organisai dari organisasi lainnya. Budaya organisasi memunyai pengaruh kuat terhadap perilaku karyawan. Tetapi apa yang dapat manajemen kerjakan untuk merancang sebuah budaya yang membentuk karyawan sesuai dengan keinginan manajemen ? Ketika sebuah organisasi telah berdiri kokoh maka manajemen mempunyai kemampuan besar untuk mempengaruhi karyawan.

Tetapi pada organisasi yang masih kecil, masih sedikit sub-budaya. Setiap orang tahu bahwa pendiri memberikan sentuhan langsung dengan visinya tentang apa organisasi itu. Tidak meng-herankan bahwa dibawah kondisi ini manajemen mempunyai peluang untuk mencapi prestasi terbaik meraih tujuan organisasi. Meskipun demikian pada saat organisasi telah kokoh maka dominasi budaya telah kokoh. Budaya yang telah diberikan ini membuat antipati terhadap perubahan. Butuh waktu untuk membentuk dan membuat organisasi tersebut kokoh yang cenderung menjadi budaya tersebut berakar kuat. Kondisi perubahan budaya yang disukai dapat meningkatkan profitabilitas dan perubahan budaya dapat di implementasikan dengan sukses pada saat ada krisis yang besar dan keluarnya pemimpin tertinggi.

Pemimpin organisasi memainkan peran penting dalam mengembangkan, memelihara dan mengubah budaya organisasi. Sam Walton telah menciptakan budaya organisasi dari Wall-Mart yang hingga saat ini masih dipakai yang akhirnya dijadikan Wall-Mart's Guiding Principles yang merupakan etika Wall-Mart. Standar etika dipakai oleh pemimpin untuk membedakan yang benar dan yang salah. Pembedaan dengan cepat tersebut sebagai hiasan indah yang terletak di antara pemimpin dan budaya organisai.

Pemimpin yang terbaik mempunyai kemampuan berfikir inegratif, berani mengambil risiko dan bahaya, menghargai gagasan, bekomunikasi dan hubungan dengan orang-orang dengan lebih intuitif dan empatik, mampu mengatasi perubahan, mampu menyinergikan orang-orang dengan menkomunikasikan dan mengilhami mereka untuk mengatasi rintangan.

Pengertian pemimpin dan kepemimpinan menurut para ahli :

1. Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan

Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

2. Robert Tanembaum

Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.

3. Prof. Maccoby

Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

4. Lao Tzu

Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.

5. Davis and Filley

Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.

6. Pancasila

Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah:
  • Ing Ngarsa Sung Tuladha: Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
  • Ing Madya Mangun Karsa: Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
  • Tut Wuri Handayani: Pemimpin harus mampu mendorong orang–orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

7. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)
Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

8. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983:255)

Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

9. Kartini Kartono (1994:33)

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

10. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994:33)

Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

11. Sam Walton

Pemimpin besar akan berusaha menanamkan rasa percaya diri pada para pendukung. Jika orang memiliki percaya diri tinggi, maka kita akan terkejut pada hasil luar biasa yang akan mereka raih.

12. Rosalynn Carter

“Seorang pemimpin biasa membawa orang lain ke tempat yang ingin mereka tuju”. Seorang pemimpin yang luar biasa membawa para pendukung ke tempat yang mungkin tidak ingin mereka tuju, tetapi yang harus mereka tuju.

13. John Gage Allee

“Leader is a guide; a conductor; a commander” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).

14. Jim Collin

Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.

15. Modern Dictionary Of Sociology (1996)

Pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).

16. C.N. Cooley dalam “ The Man Nature and the Social Order’

Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan sebaliknya, semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara cermat, akan ditemukan didalamnya kecenderungan-kecenderungan yang mempunyai titik pusat.

17. I. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”.

Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok.

18. J.I. Brown dalam “ Psychology and the Social Order”

Pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi yang memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.

19. Kenry Pratt Fairchild dalam “Dictionary of Sociologi and Related Sciences”.

Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti:
  • Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau kedudukan.
  • Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.
20. Dr. Phil. Astrid S. Susanto

Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.

21. Ensiklopedia Administrasi (disusun oleh staf Dosen Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada)

Pemimpin (Leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan tertentu.

22. Stephen. P. Robbins (2005)

Pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi orang lain dan memiliki wewenang manajerial.

Berdasarkan beberapa pengertian menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengarahkan bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi.

Brerfikir integratif memiliki empat langkah :

  1. Pada saat menentukan masalah yang penting mereka sangat menojol . Mereka mampu berpikir di luar hal yang kadang-kadang kurang nyata tetapi merupakan faktor yang masih berkaitan. Sebaliknya pemimpin tradisional hanya berfokus pada gambaran yang nyata dan masih berkaitan.
  2. Pemimpin yang berpikir integratif, mempertimbangkan hubungan berbagai macam dan hubungan yang non-linier antar variable. Sebaliknya pemimpin tradisional hanya mempertimbangkan satu cara hubungan linier antar variable.
  3. Pemimpin yang berpikir integratif melihat masalah secara keseluruhan dan melihat bagaimana bagian satu dengan yang lain berhubungan secara bersama-sama dan bagaimana keputusan mempengaruhi satu dengan yang lain. Sedangkan pemimpin tradisional memecahkan masalah dengan membagi kedalam bagian-bagiandan menyelesaikan masalah tersebut secara terpisah atau secara berurutan.
  4. Pemimpin yang berpikir integratif mampu memecahkan ketegangan secara kreatif dengan menggunakan ide yang berlawanan dan alternatif baru sehingga membuahkan hasil yang inovatif. Sebaliknya pemimpin yang tradisional membuat pilihan-pilihan ddan memilih terbaik yang tersedia.

Pemimpin menciptakan visi 

 
Menurut Drucker, fondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikannya dan menyatakan secara jelas dan nyata. Pemimpin menetapkan tujuan, menentukan prioritas serta memonitor dan menetapkan standar. sedangkan menurut Tony Buzan dalam buku The Power Of Spiritual Intelegence, visi di definisikan sebagai kemampuan berfikir atau merencanakan masa depan dengan bijak dan imajinatif, menggunakan gambaran mental tentang situasi yang dapat dan mungkinterjadi di masa mendatang.

Visi pemimpin merupakan keinginan pemimpin yang bersifat ideal yang di rumuskan secara seksama, yang menentukan arah dan keadaan masa depan. Dengan demikian visi merupakan titik permulaan ari kenyataan hari esok suatu perusahaan. Visi yang benar merupakan suatu gagasan yang sangat ampuh yang dapat membuat loncatan awal ke masa depan dengan memadukkan segala sumber daya tarik dan menyebabkan orang lain membuat komitmen, membangkitkan tenaga dan semangat, mampu menciptakan makna bagi kehidupan perusahaan, mampu menciptakan standart yang dapat digunakan untuk ukur keberhasilan perusahaan.

Pemimpin berkomunikasi dengan empatik


Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan sangat di tentukan oleh pemimpinnya. Lingkaran pusat kepemimpinan adalah komunikasi. Komunikasi merupakan seni atau menyampaikan sesuatu, agar orang lain memahami kita. "Komunikasi merupakan ketrampilan paling penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk berkomunikasi," kata Stephen R. Covey.

Pemimpin mewujudkan sinergi 


Dalam bisnis, sering kita mencari keuntungannatau hasil jangka pendek dengan merusak kemampuan produksi atau aset fisik misalnya mobil, komputer, telepon, fax, bahkan tubuh kita atau lingkungan kita. Kita sering mengabaikan orang yang reurusan dengan pelanggan, yaitu karyawan. Kita baru sadar setelah sedikit demi sedikit pelanggan meninggalkan kita. Kepercayaan dan loyalitas kepada kita hilang. Biasanya kita justru menyalahkan karyawan. Itulah tindakan yang tidak efektif. Kalau kita ingin karyawan kita melakukan pelanggan dengan baik, maka kita juga harus memperlakukan karyawan seperti pelanggan kita. "Anda dapat membeli tangan seseorang, tapi tidak pernah dapat membeli hatinya.

Hati adalah tempat berada antusiasme dan loyalitas. Anda dapat membeli punggungnya, tetapi tidak dapat membeli otaknya. Itulah tempat kreativitas, kecerdasan, akal." kata Stephen R. Covey. Hal ini harus dengan kelembutan hati dan kejernihan hati, mengendalikan amarah, kepemaafan, keadilan, kasih sayang, selalu mendoakan, selalu bermusyawarah denan empatik, bekerja keras dan berpasrah diri kepada Tuhan.

Pemimpin mewujudkan supertim

Karena team lebih mudah memecahkan masalah atau mencapai tujuan jika dibandingkan dengan individu. Orang biasa yang bekerja dalam team bisa saja mengalahkan orang hebat yang bekerja sendirian. Walaupun orang yang hebat ini multi talenta dan hampir bisa melakukan apa saja.

Semoga artikel ini bisa menambah informasi yang bermanfaat untuk Anda.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Pemimpin Dan Kepemimpinan Menurut Para Ahli Dalam Organisasi"

Post a Comment

KOMENTAR KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK SAYA. TERIMA KASIH :)