Bisnis Plan Budidaya Lele Sangkuriang

Bisnis Plan Budidaya Lele Sangkuriang

Bisnis Plan Budidaya Lele Sangkuriang

Tips dan Trik Cara Ternak Ikan Lele Sangkuriang

Bagi anda yang tertarik usaha di bidang perikanan budidaya lele memang tepat untuk anda. Peluang usaha ternak lele sampai saat ini sebetulnya masih sangat menjanjikan dan terbuka luas bagi siapa saja. Kebutuhan dan konsumsi masyarakat indonesia untuk jenis ikan lele ini sangat besar. Hal ini membuat potensi bisnis ternak lele sangat prospektif dan juga menguntungkan.

Ternak lele sebetulnya cukup mudah dilakukan asalkan memiliki lahan dan modal yang cukup. Tidak hanya itu, budidaya ternak lele juga cukup murah dan mudah. Akan tetapi tidak banyak orang mengerti dan memahami sepenuhnya cara beternak lele secara tepat. Alhasil, bukan untung yang di dapat melainkan rugi karena banyak kendala yang dihadapi, terutama mengenai tingginya kematian ikan lele dan lambatnya pertumbuhan. Untuk itu penting untuk memiliki bisnis plan terlebih dahulu agar mudah untuk menjalankan usaha ini.

Berikut ini akan kita bahas tips cara ternak lele yang cukup sederhana namun bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dari usaha budidaya lele sangkuriang ini. Nah, untuk itu dalam pembahasan artikel kali ini akan diulas mengenai cara budidaya ternak lele sangkuriang. Semoga bisa menjadi panduan ternak lele bagi Anda dan kita bisa sama-sama belajar ternak lele.
Ada beberapa metode budidaya lele sangkuriang ini yaitu :
  1. Budidaya lele kolam terpal
  2. Budidaya lele organik
  3. Budidaya ikan lele di kolam terpal
  4. Budidaya lele bioflok
  5. Budidaya lele sistem boster
  6. Budidaya lele kolam beton
  7. Budidaya lele dalam tong
  8. Budidaya lele kolam tanah
  9. Budidaya lele dalam drum
  10. Budidaya lele kolam bundar

Baca juga : Cara Budidaya Dan Ternak Lele Pemula

Berikut contoh cara membuata bisnis plan tentang budidaya peternakan lele sangkuriang :

Memahami Latar Belakang Peluang Usaha Budidaya Lele 

Saat ini usaha budidaya lele sangkuriang sudah banyak digemari masyarakat Indonesia umumnya, dan sudah berkembang dimana-mana. Lele sangkuriang merupakan hasil persilangan antara induk bentina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Tujuan persilangan ini diarahkan sebagai lele konsumsi. Lele sangkuriang pertama kali diproduksi oleh Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa, yang seterusnya di Sumatera termasuk Mukomuko Provinsi Bengkulu. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, pemasarannya relatif mudah dan modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah. Oleh karena itu, wajar jika jenis usaha ini sangat digemari. Permintaan lele setiap tahun mengalami kenaikan. Lele terbukti menyumbang lebih dari 10% produksi perikanan budidaya nasional dengan tingkat pertumbuhan 17-18% per tahun. Berdasarkan data, proyeksi produksi dan nilai budidaya lele 2009-2014 mengalami kenaikan.

Tahun 2016 produksi perikanan budidaya ditarget sebesar 21.990,00 ton. Jumlah tersebut meningkat dari target tahun 2015 sebasar 17.874,44 ton. “Perlu kerja keras untuk mencapai target tersebut, mengingat bila dibandingkan dengan produksi tahun 2015 maka baru mencapai 81,28 persen dari target 2016,” kata Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan Dan Peternakan Banjarnegara Yao Andi Sugihardjo.

Membuat Visi dan Misi Yang jelas
Contoh : Suatu perusahaan tidak akan maju dan berkembang apabila tidak memiliki dasar pemikiran kemana perusahaan itu akan dibawa. Untuk itu, Visi dan Misi menjadi pegangan suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya. Demikian juga dengan Usaha Budidaya Lele Sangkuriang, visi dan misi yang kuat dirumuskan akan menjadi kekuatan mendasar dalam perjalanan usaha ini. Untuk itu, saya sudah merumuskan visi usaha, yaitu :

"Menjadi sentra produksi ikan lele terbesar di daerah Kalasan - Yogyakarta dan sekitarnya."

Sebagai usaha strategis dalam mewujudkan Visi di atas, kami sudah merumuskan beberapa Misi usaha, antara lain :
  1. Menjalin kemitraan Untuk menjadikan usaha terbesar di daerah Kalasan - Yogyakarta, tentunya budidaya lele sangkuriang sendiri atau In House Production tidak akan cukup. Untuk itu, kami akan melakukan kerjasama kemitraan untuk memenuhinya. Kerjasama dengan petani pembudidaya lele akan menjadi langkah strategis dalam memperluas kantung-kantung produksi, dengan memberikan bimbingan dan standar lele yang diproduksi, dan mengambil hasilnya.
  2. Memproduksi produk olahan yang berkualitas. Kualitas produk akan menjadi konsentrasi utama untuk bisa bersaing di pasaran. Standar yang digunakan harus benar-benar dijaga dengan ketat, terutama standar higienis.
  3. Menjadi usaha yang besar tentunya harus memiliki jaringan pasar yang luas. Oleh karena itu, usaha budidaya pembesaran lele sangkuriang akan terus berjuang merebut pasar dan memperluas jalur distribusi yang dimulai dengan pasar lokal.

Perencanaan Produk
Contoh : Di Yogyakarta sendiri banyaknya warung makan yang tersebar dengan berbagai macam olahan disinilah peluang usaha di bidang masakan sangat terbuka luas dengan demikian akan memiliki dampak yagn sangat luas terhadap usaha di bidang perikanan. Alasan saya mengambil bisnis ini.keadaan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya yang konsumtif mambuat peluang usaha ini sangat besar, dan itu terbukti dengan bermunculannya rumah-rumah makan maupun perusahaan yang bergerak di bidang konsusmsi di kota Yogyakarta. Apalagi kebutuhan akan daging lele juga saya rasa akan meningkat karena banyak jenis-jenis makanan yang berbahan dasar ikan lele.

Pembuatan Rencana Produk Yang Akan Di Hasilkan

Keistimewaan Peternakan lele sangkuriang ini adalah :
  • Lele jenis sangkuriang yang berkualitas
  • Harga yang terjangkau untuk masyarakat
  • Proses pembibitan sampai tahap panen dengan pengawasan yang baik

Merencanakan Bagaimana Sistem Dan Cara Budidaya Lele
    Sistem Budidaya

    Kami menggunakan 2 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
    • Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
    • Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

    Tahap Proses Budidaya

    1. Pembuatan Kolam

    Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
    • Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
    • Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
    • Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
    • Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

    Pemilihan Induk

    Induk jantan mempunyai tanda :
    1. Tulang kepala berbentuk pipih
    2. Warna lebih gelap
    3. Gerakannya lebih lincah
    4. Perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
    5. Alat kelaminnya berbentuk runcing.

    Induk betina bertanda :
    1. Tulang kepala berbentuk cembung
    2. Warna badan lebih cerah
    3. Gerakan lamban
    4. Perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.
    Persiapan Lahan

    A. Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
    1. Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
    2. Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
    3. Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
    4. Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

    Manajemen Pakan

    Pakan anakan lele berupa :
    1. Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
    2. Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
    3. Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

    Manajemen Air

    Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
    • Air harus bersih
    • Berwarna hijau cerah
    • Kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

    Ukuran kualitas air secara kimia :
    • Bebas senyawa beracun seperti amoniak
    • Mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

    Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

    Manajemen Kesehatan

    Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

    Analisis Pemasaran Produk Dan Olahan Menggunakan 4P (Product, Price, Promotion, Place)
    a. Product
    • Type
    Budidaya Lele sangkuriang
    • Brand
    Lele sangkuriang

    b. Harga
    Harga saat ini :
    • Bibit perekor /Umumnya Ukuran 4,5 cm : Rp 200,.
    • Harga lele konsumsi perkilogram saat ini : Rp 20.000

    Penetapan harga lele yang sudah besar pada umumnya mengikuti harga pasar. Untuk konsumen akhir dan pengecer harga yang dikenakan rata-rata sama. Untuk lele konsumsi diskon yang diberikan per 100 kg adalah 5 %. Selain itu, juga penambahan jumlah timbangan 2 % dari total jumlah timbangan . Hal ini untuk mengantisipasi kematian lele saat di tangan konsumen.

    Untuk penetapan harga bibit juga mengikuti harga pasar. Harga yang dikenakan untuk pembelian bibit dalam jumlah sedikit maupun banyak rata-rata sama. Untuk pembibitan free 10 % dari jumlah pembelian, untuk mengantisipasi kematian dan kerugian konsumen.

    Penjualan bibit yang pernah terjadi paling sedikit 1.000 ekor dan yang tertinggi mencapai 15.000 ekor. Sedangkan lele besar paling sedikit konsumen membeli 60 kg dan yang terbanyak mencapai 1,5 ton. Artinya pemilik tidak melayani pembelian eceran dalam jumlah kecil.

    c. Tempat
    Tempat yang usaha yang dimiliki cukup strategis. walaupun di dalam kompleks namun fasilitas jalan memadai, jadi kendaraan seperti mobil dapat langsung ke lolasi kolam peternakan. Sehingga pelanggan yang ingin membeli dalam jumlah yang cukup banyak dapat memperoleh akses yang cukup mudah.

    d. Promosi

    Promosi dilakukan dari mulut ke mulut, melalui internet dan komunikasi jejaring sosial, menelpon pembeli tetap, Membagikan brosur, dan melalui internet.

    Masih banyak lagi cara untuk memulai usaha ini apabila ada kemauan untuk budidaya ikan lele sangkuriang ini pasti kedepannya akan berkembang dan semakin maju. Terlebih pangsa pasar perikanan ini masih terbuka luas dan peluangnya pun masih bagus. Apapun usahanya pasti akan sukses jika tetap fokus dan tekun menggelutinya. Terima kasih semoga bermanfaat salam Sukses untuk kita semua.

    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Bisnis Plan Budidaya Lele Sangkuriang"

    Post a Comment

    KOMENTAR KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK SAYA. TERIMA KASIH :)