Skip to main content

Pengertian dan Definisi Manajemen Strategi Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Strategi

Pengertian Manajemen Strategi

Manajemen Strategis pada dasarnya adalah organisasi yang sistematis dan pelaksanaan target utama dan inisiatif yang diambil oleh manajemen puncak atas nama pemilik, setelah melalui penelitian yang cermat dari semua sumber daya yang tersedia dan penilaian dari semua paradigma internal dan eksternal untuk menuai hasil yang terbaik untuk bisnis.

Praktek manajemen strategis sebagian besar difokuskan pada membawa ke koherensi kebijakan perusahaan dari bisnis dengan prioritas strategis. Hal ini digunakan sebagai pedoman direktif untuk membuat sambungan yang harmonis antara berbagai faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi bisnis 'manajemen dan bisnis' tujuan, peringkat dalam hal prioritas prestasi mereka.

Hariadi, Bambang (2003, p3) berpendapat bahwa strategi manjemen adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan strategi dan mengevaluasi strategi dalam rangka menyediakan nilai – nilai yang terbaik bagi seluruh pelanggan untuk mewujudkan visi organisasi.

Menurut John A Pearce II dan Richard B. Robinson yang dikutip dalam buku Tunggal Amin Widjaja (2004, p2) manajemen strategi adalah kumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil dari formulasi dan implementasi, rencana yang didesain untuk mencapai tujuan suatu perusahaan.

Manajemen strategi terdiri dari sembilan tugas kritikal sebagai berikut :


    1. Memformulasi misi (mission) perusahaan termasuk pernyataan yang luas mengenai maksud (purpose), falsafah (philosophy) dan sasaran (goal).
    2. Mengembangkan suatu profil perusahaan (company profile) yang merefleksi pada kondisi internal dan kemampuannya.
    3. Menilai lingkungan eksternal perusahaan, termasuk baik faktor kompetitif maupun faktor yang berhubungan dengan konteks umum.
    4. Menganalisis opsi perusahaan dengan menandingi sumber daya perusahaan dengan lingkungan eksternalnya.
    5. Mengidentifikasi opsi yang paling diiinginkan dengan menilai setiap opsi dipandang dari sudut misi perusahaan.
    6. Memilih sekumpulan tujuan jangka panjang dan strategi total (grand strategies) yang akan mencapai opsi yang paling diinginkan.
    7. Mengembangkan tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang sesuai dengan kumpulan tujuan jangka panjang yang dipilih dari strategi secara keseluruhan (grand strategies).
    8. Mengimplementasikan pilihan strategi dengan alat alokasi sumber daya yang dianggarkan yaitu memadani tugas – tugas, manusia, struktur, teknologi dan menekankan sistem ganjaran.
    9. Menilai keberhasilan proses strategik sebagai masukan untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

      Seperti yang ditunjukkan kesembilan tugas diatas, manajemen strategi mencakup perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan pengendalian atas keputusan – keputusan dan tindakan – tindakan perusahaan yang berkaitan dengan strategi.

      Strategi diartikan oleh para manajer sebagai rencana mereka yang berskala besar dan berorientasi kepada masa depan untuk berinteraksi dengan lingkungan persaingan guna mencapai sasaran – sasaran perusahaan.

      Komponen penting manajemen strategi adalah :
      • Analisis lingkungan bisnis untuk mendeteksi peluang dan ancaman bisnis
      • Analisis profil perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan.
      • Strategi bisnis yang digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan.
      • Misi perusahaan.

      Level Strategi
      Dalam suatu perusahaan terdapat tiga level strategi, yaitu level korporasi, level unit bisnis atau lini bisnis, dan level fungsional (Tjiptono, 2002, p4).
      • Strategi Level Korporasi, dirumuskan oleh manajemen puncak yang mengatur kegiatan dan operasi organisasi yang memiliki lini atau unit bisnis lebih dari satu.
      • Strategi Level Unit Bisnis, lebih diarahkan pada pengelolaan kegiatan dan operasi suatu bisnis tertentu.
      • Strategi Level Fungsional merupakan strategi dalam kerangka fungsi-fungsi manajemen yang dapat mendukung strategi level unit bisnis.

      Tipe-tipe strategi

      Menurut Rangkuti (2000, p6-7) Pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan 3 tipe strategi yaitu, strategi manajemen, strategi investasi dan strategi bisnis.
      1. Strategi Manajemen, meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro, misalnya : strategi pengembangan produk, strategi penerapan harga, strategi akuisisi, strategi pengembangan pasar, strategi mengenai keuangan, dan sebagainya.
      2. Strategi Investasi, merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi, misalnya : apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar, strategi bertahan, strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi, dan sebagainya.
      3. Strategi Bisnis, sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, misalnya : strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. 

      Saat ini, meningkatnya persaingan pasar dan berbagai kendala yang dihadapi di jalan, pertumbuhan badan usaha adalah salah satu tujuan utama dan menantang yang sedang dihadapi dalam bidang manajemen strategis. Bisnis yang terutama berfokus pada tujuan pertumbuhan di tengah pasar konsumen yang sangat jenuh dan mereka merasa perlu untuk menyebarkan strategi manajemen strategis yang sangat efektif dan efisien guna menjamin kelangsungan hidup perusahaan mereka yang kini meningkatnya persaingan global.

      Selain itu, perlu bahwa bisnis fokus dalam pengembangan strategi manajemen terhadap penciptaan nilai. Ini adalah salah satu faktor yang paling signifikan yang mengarah pada pertumbuhan dan kemajuan bisnis. Sering berkembang kebutuhan bisnis telah membuatnya sangat sulit bagi perusahaan untuk bekerja sesuai dengan strategi manajemen yang konsisten dan mereka terus memodifikasi strategi mereka untuk dapat membangun hubungan yang layak antara aplikasi strategis dan keuntungan dan biaya.

      Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi semua tujuan penciptaan nilai dan pertumbuhan akhirnya, direkomendasikan bahwa perencanaan strategis adalah untuk fokus pada penilaian dari semua peserta aktif prosedur strategis, dan kelayakan mereka terhadap mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan. 

      Comments

      Popular posts from this blog

      Usaha Jajanan Anak Sekolah Modal Kecil

      Usaha Jajanan Anak Sekolah Modal Kecil Peluang uasaha yang satu ini memang menarik dan patut untuk dicoba tidak hanya menjanjikan akan tetapi memang untuk masalah pelanggan dan omsetnya jangan di tanyakan lagi, coba anda bayangkan berapa banyak sekolah di indonesia ini begitu banyaknya sehingga usaha ini tidak ada matinya sampai kapan pun. Mulai dari TK, PAUD,SD,SMP, bahkan SMK/SMU pasti menjumpai pedagang yang menjajakan dagangannya terutama makanan.

      Salah satu bisnis sampingan yang menjanjikan keuntungan besar adalah usaha jajanan anak sekolah. Bila rumah Anda kebetulan dekat dengan sekolahan, manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya. Lingkungan sekolah memang menjadi tempat yang strategis untuk berjualan, pasalnya sekarang ini banyak sekali pedagang yang berjualan jajanan di lingkungan sekolah.

      Karena ini merupakan olahan yang diperuntukan untuk anak-anak sekolah pastinya harus memperhatikan kualitas bahan dan juga berhati-hati dan jangan sampai memberikan bahan-bahan yang berb…

      Pengertian Modal Asing Dan Modal Sendiri Sebagai Pendanaan Perusahaan

      Pengertian Modal Asing Dan Modal Sendiri Menurut Para AhliModal sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk kelangsungan hidup suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan suatu perusahaan. Modal sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan usaha perusahaan. Modal sangat berperan sebagai sumber pendanaan perusahaan yang menggambarakan perusahaan dalam memenuhi dapat didanai oleh modal sendiri secara keseluruhan atau didanai dengan modal sendiri dan ditambah dengan modal berasal dari pinjaman.

      Pengertian Modal menurut Warren, Reeve dan Philip (2005:5), “Modal atau ekuitas pemegang saham adalah jumlah total dari dua sumber utama ekuitas saham, yaitu modal disetor dan laba ditahan.” 

      Sedangkan definisi ekuitas menurut Mayo (2004:188), “A variety of debt instrument to tap the funds of investor who purchase debt securities, there are only two types of stock: preferred stock and common stock.” 

      Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan dapa…

      Pengertian, Tujuan, Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Upah Dan Gaji

      Pengertian UpahUpah adalah salah satu rangsangan penting bagi para karyawan dalam suatu perusahaan. Hal ini tidaklah berarti bahwa tingkat upahlah yang merupakan pendorong utama, tingkat upah hanya merupakan dorongan utama hingga pada tarif dimana upah itu belum mencukupi kebutuhan hidup para karyawan sepantasnya. Upah sebenarnya merupakan salah satu syarat perjanjian kerja yang diatur oleh pengusaha dan buruh atau karyawan serta pemerintah.

      Upah adalah jumlah keseluruhan yang ditetapkan sebagai pengganti jasa yang telah dikeluarkan oleh karyawan meliputi masa atau syarat-syarat tertentu.”

      Dewan Penelitian Pengupahan Nasional memberikan definisi pengupahan sebagai berikut :

      Upah ialah suatu penerimaan kerja untuk berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi dinyatakan menurut suatu persetujuan Undang-undang dan Peraturan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan penerima kerja.”
      Dari pengertian diatas me…