Permasalahan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM)

Usaha kecil menengah


Umumnya tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga kelangsungan hidup usahanya. Bagi mereka, pengusaha atau wirausaha umumnya asal dapat berjualan dengan "aman" sudah cukup.

Banyak permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil dan menehah "UKM", yang keseluruhannya dikelompokkan dalam dua permasalahan, yaitu permasalahan internal dan permasalahan eksternal dalam usaha dan bisnis yang mereka jalankan.

Tentunya banyak sekali hal yang mempengaruhi suatu usaha dan bisnis yang perlu diperhatikan agar kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan oleh pelaku usha kecil dan menegah "UKM".Bagi para pelaku usaha kecil kecilan mereka tentunya ingin usaha dan bisnisnya terus berjalan dan mereka menginginkan usaha kecil yang menguntungkan akan terus maju dan sukses. Kemudian mereka mencari refrensi refrensi seperti usaha kecil menengah yang menguntungkan, usaha kecil menengah yang sukses, contoh usaha kecil menengah, jenis usaha kecil menengah, usaha kecil menengah, pengertian usaha kecil menengah, macam macam usaha kecil dan menengah dan lain sebagainya akan tetapi mereka kebanyakan tidak mencari reiko-resiko atu permasalahan yang mungkin dihadapi dan terjadi pada usaha dan bisnisnya.

Dalam kesempatan ini cenderung untuk dipaparkan permasalahan intenal perusahaan kecil dengan pertimbangan :
    • Permasalahan eksternal sudah banyak dipecahkan oleh berbagai pihak (termasuk pemerintah), mulai dari peningkatan ketrampilan, dukungan permodalan, sampai pada penciptaan pasar.
    • Permasalahan-permasalahan internal lebih bersifat controllable hingga mestinya lebih mudah untuk diupayakan penyesuainannya.
    • Permasalahan-permasalahan internal terjadi tanpa disadari oleh pengusaha kecil bahwa itu merupakan permasalahan yang mereka hadapi.

      Hampir seluruh pengusaha kecil selalu mengeluh kekurangan modal. Didasarkan pada pengalaman, keluhan tersebut sebagian besar hanya merupakan symptom atau gejala saja tanpa disadari bahwa gejala tersebut datang dari penyakit yang lain. Mungkin disebabkan oleh ketidakmampuannya dalam pengelolaan modal kerja itu sendiri atau disebabkan oleh pemasaran, produksi, sumber daya manusia, atau "penyakit penyakit" lainya, misalnya masalah keluarga dan lain sebagainya.

      Fenomena yang bisa ditampakkan disini adalah kemauan mereka untuk mendatangi suatu kegiatan (pelatihan misalnya) dengan harapan agar bisa memperoleh dana dan betapa menyesalnya mereka yang sudah datang dalam suatu kegiatan dengan pulang tanpa membawa harapan untuk memperoleh dana.

      Kondisi ini akan lebih menjadi tragis, apabila para fasilitator memberikan dana bantuannya kepada para pengusaha yang seharusnya tidak perlu ditolong dengan penambahan dana, karena bantuan ini hakekatnya hanya menentukan waktu kapan bom waktu akan meletus yang pada akhirnya akan membagi penderitaan saja.

      Kurang Mempunyai Ketetapan Arah Karena Menganggap Serba Bisa

      Keuletan bekerja bagi pengusaha kecil dan menengah "UKM" memang sudah tidak diragukan lagi, namun sering mereka berubah arah begitu melihat "prospek" lain yang menarik tanpa memperhitungkan kemampuan, potensi dan resiko usaha yang mereka lirik. Tidak sedikit di antara mereka yang dengan latahnya merubah bidang usahanya ke bidang yang lain dan tidak sedikit pula hal ini terjadi karena masing-masing menganggap serba tahu dan serba mampu untuk mengatasinya.

      Sulitnya Menerima Pihak Lain Sebagai Mitra Bisnis Hingga Cenderung Tidak Akan Mendapatkan Sinergy

      Mungkin sudah menjadi budaya mereka dalam berusaha yang rata-rata enggan menerima pihak lain sebagai mitra usaha dalam pengertian yang benar. Tanpa disadari, diterimanya seseorang, perusahaan, BUMN, pemerintah atau apapun lainnya hanya mengharapkan pemanfaatan fasilitas yang mereka miliki tanpa memikirkan bagaimana fasilitas tersebut harus dioptimalisasikan hingga diperoleh suatu sinergy yang tinggi.

      Sulit Memisahkan Kepemimpinan Usaha Dengan Kepentingan Pribadi

      Yang satu ini merupakan budaya pula, yaitu dicampuradukkannya kepentingan usaha dengan kepentingan-kepentingan yang lain. Kondisi ini berakibat pada sulitnya diketahuinya kinerja usaha, demikian pula posisi keuangannya karena ketidakjelasan kepemilikan aktiva dan kewajiban usaha (karena keduanya tidak jelas milik dan tanggungjawabnya).

      Rendahnya Kemauan Menyelenggarakan Catatan Usaha

      Merupakan kelemahan yang melekat pada sebagian besar (hampir seluruhnya) pengusaha kecil, yaitu adanya keengganan yang tinggi sekali untuk melakukan pencatatan usaha. Keengganan mencatat ini berakibat pada sulitnya untuk mendapatkan "potret" usaha, setidaknya posisi keuangan dan hasil usahanya.

      Secara garis besar tantangan yang dihadapi pengusaha kecil :
        • Masalah belum dipunyainya sistem administrasi keuangan dan manajemen yang baik karena belum dipisahkannya kepemilikan dan pengelolaan perusahaan.
        • Masalah bagaimana menyusun proposal dan membuat studi kelayakan untuk memperoleh pinjaman baik dari bank maupun modal ventura karena kebanyakan PK mengeluh berbelitnya prosedur mendapatkan kredit, agunan tidak memenuhi syarat, dan tingkat bunga dinilai terlalu tinggi.
        • Masalah menyusun perencanaan bisnis karena persaingan dalam merebut pasar semakin ketat.
        • Masalah akses terhadap teknologi terutama bila pasar dikuasai oleh perusahaan/grup bisnis tertentu dan selera konsumen cepat berubah.
        • Masalah memperoleh bahan baku terutama karena adanya persaingan yang ketat dalam mendapatkan bahan baku, bahan baku berkulaitas rendah, dan tingginya harga bahan baku.
        • Masalah perbaikan kualitas barang dan efisiensi terutama bagi yang sudah menggarap pasar ekspor karena selera konsumen berubah cepat, pasar dikuasai perusahaan tertentu, dan banyak barang pengganti.
        • Masalah tenaga kerja karena sulit mendapatkan tenaga kerja yang terampil.
          Dengan demikian para pelaku usaha kecil dan menengah harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi usahanya danjuga harus bekaja dari berbagai sumber yang bagus yang mungkin bisa diterapkan seperti strategi pemasaran, internet marketing, bisnis online dan masih banyak lagi yang harus diperhatikan dalam Usaha Kecil Menengah agar menjadi solusi terbaik bagi mereka yang tidak memiliki banyak modal dalam usaha dan bisnis kecil kecilan atau UKM.

          Subscribe to receive free email updates:

          0 Response to "Permasalahan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM)"

          Post a Comment

          KOMENTAR KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK SAYA. TERIMA KASIH :)