Strategi Bersaing Dalam Bisnis

Strategi bersaing dalam bisnis

Strategi Bersaing Dalam Bisnis

Suatu perusahaan dikatakan mempunyai keunggulan bersaing bilamana memiliki sesuatu yang lebih atas pesaingnya dalam menarik konsumen dan mempertahankan diri atas kekuatan persaingan yang mencoba menekan perusahaan. Startegi bersaing perusahaan merupakan langkah – langkah strategis yang terencana maupun yang tidak terencana untuk dapat memiliki keunggulan bersaing sehingga dapat menarik perhatian dari konsumen.

Keunggulan bersaing dalam pasar akan memudahkan perusahaan untuk meraih keuntungan lebih besar daripada pesaing dan memberikan kesempatan hidup lebih lama dalam persaingan.

Menurut Michael E. Porter yang dikutip dalam buku Hariadi, Bambang (2003, p49) pola umum peta persaingan dalam pasar biasanya melibatkan lima kekuatan yang masing – masing saling menekan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Kekuatan-kekuatan tersebut berasal dari Lima Kekuatan Persaingan Dalam Industri :
  • Ancaman Pendatang Baru (The Threat Of New Entrants)
  • Daya Tawar Pelanggan (The Bargaining Power Of Costumers)
  • Daya Tawar Pemasok (The Bargaining Power Of Suppliers)
  • Ancaman Produk atau Jasa Substitusi (The Threat Of Substitutes Products Or Services)
  • Persaingan Diantara Kontestan Yang Ada (The Jockeying Among Current Contestants or Rivalry Among Existing Firms)


Tekanan Lima Kekuatan Persaingan Dalam Industri


Amin Widjaja (2004, p53) berpendapat bahwa kekuatan – kekuatan bersaing yang terbesar menentukan kemampulabaan dari suatu industri, dengan demikian merupakan kepentingan yang paling besar dalam formulasi strategi. Setiap industri mempunyai struktur yang mendasar atau sekumpulan karakteristik ekonomi teknis dasar yang menimbulkan kekuatan bersaing tersebut. Beberapa karakteristik adalah kritikal terhadap kekuatan dari setiap kekuatan bersaing.

Karakteristik – karakteristik tersebut akan didiskusikan dibawah ini :

1. Ancaman Masuknya Pendatang Baru


Pendatang baru dalam suatu industri membawa kapasitas yang baru, keinginan untuk memperoleh pangsa pasar dan sumber daya yang substansial. Keseriusan ancaman pendatang baru tergantung pada hambatan yang ada pada reaksi dari pesaing yang ada, yang pendatang baru dapat perkirakan. Apabila hambatan untuk masuk adalah tinggi dan pendatang baru mendapatkan pembalasan yang tajam dari pesaing yang telah berurat akar, sudah jelas pendatang baru tersebut tidak mengajukan suatu ancaman masuk yang serius.

2. Pemasok (Suppliers) Yang Berpengaruh


Pemasok dapat mempergunakan kekuatan daya tawar untuk peserta dalam industri dengan meningkatkan harga atau mengurangi mutu barang atau jasa yang dibeli. Dengan demikian, pemasok yang berpengaruh dapat menekan ke mampulabaan suatu industri yang tidak dapat menutup kenaikan biaya melalui harga jualnya.

3. Pembeli (Costumers) Yang Berpengaruh

Pembeli atau pelanggan juga dapat menekan harga menurut kualitas lebih tinggi atau layanan lebih banyak dan mengadu domba semua anggota industri.

Suatu kelompok pembeli adalah berpengaruh apabila :
  • Pembeli terkonsentrasi dan pembelian dalam volume besar. Pembeli dengan volume besar khususnya merupakan kekuatan besar.
  • Produk yang dibeli dari industri adalah standar dan tidak berdiferensiasi.
  • Pembeli memperoleh laba yang rendah, yang menciptakan insentif yang besar untuk mengurangi biaya pembelian.
  • Mutu produk pembeli sangat besar dipengaruhi oleh produk industri, pembeli pada umumnya kurang sensitif harga.
  • Produk industri tidak menghemat uang pembeli.
  • Pembeli menempatkan suatu ancaman yang dapat dipercaya melakukan integrasi ke hulu untuk membuat produk industri

.4. Ancaman Produk Substitusi

Produk perusahaan sering menghadapi persaingan yang ketat dengan produk dari industri lain yang dapat menjadi alternatif bagi konsumen untuk memilih. Suatu produk dapat menjadi substitusi atau pengganti bagi produk lain jika konsumen menganggap produk – produk tersebut mempunyai fungsi yang serupa.Tekanan persaingan dari produk substitusi akan mendorong suatu perusahaan menjalankan strategi yang untuk meyakinkan pelanggan bahwa produk mereka berbeda daripada produk substitusi dengan melalui berbagi bentuk differentiate strategy seperti harga yang bersaing , kualitas yang beda, pelayanan yang lebih baik, dan kinerja yang lebih sesuai dengan keinginan konsumen atau kombinasi.

5. Perebutan Posisi (Jockeying For Position)

Persaingan diantara pesaing yang ada mengambil bentuk yang sama dalam memperebutkan poisisi dengan menggunakan taktik – taktik seperti : kompetisi harga, pengenalan produk, dan persaingan advertensi.

Baca juga : Pengertian Bisnis Dan Strategi Bisnis

Analisis Lingkungan Usaha

Umar, Husein (2002, p74) berpendapat bisnis perusahaan sebagai suatu sistem akan berkaitan dengan sekumpulan faktor tertentu yang dapat mempengaruhi arah dan kebijakan perusahaan dalam mengelola bisnisnya.

Lingkungan bisnis dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  1. 1. Lingkungan Internal
  2. Lingkungan ini merupakan aspek – aspek (kekuatan dan kelemahan) yang ada dalam perusahaan.
  3. 2. Lingkungan Eksternal

Lingkungan ini mencakup sejumlah variabel (peluang dan ancaman) yang berada diluar organisasi, yang dibagi menjadi dua kategori yaitu : Lingkungan Jauh (remote environment) dan Lingkungan Industri (industry environment).

Dengan demikian analisis lingkungan usaha sangat diperlukan bagi suatu perusahaan, baik perusahaan yang bergerak dalam bidang industri maupun yang bergerak dalam bidang jasa. Hal ini sangat diperlukan dalam maksud untuk mengidentifikasi peluang (Opportunities) usaha yang ada, dan disaat yang sama untuk mengetahui ancaman (Threats) usaha yang perlu mendapat antisipasi, yang selanjutnya dari peluang dan ancaman yang ada dikombinasikan dengan kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness) perusahaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Strategi Bersaing Dalam Bisnis"

Post a Comment

KOMENTAR KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK SAYA. TERIMA KASIH :)