10 Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Jasa

Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Jasa
Strategi Pemasaran

Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Jasa

Bagi dunia perbankan pemberian pelayanan menjadi hal yang terpenting bagi perusahaan, hal tersebut dikarenakan posisi pelayanan merupakan factor pendukung terhadap aktivitas pemasaran  jasa bank. Tidak terkecuali bank-bank dengan prinsip syariah harus juga dapat memberikan perhatian atas keuntungan yang dapat disumbangkan oleh proses pemberian layanan prima yang dapat diberikan oleh mereka untuk memastikan kepuasan pelanggan.

Harapan pelanggan mempunyai peran yang besar dalam menentukan kualitas produk (barang dan jasa) dan kepuasan pelanggan. Pada dasarnya ada hubungan yang erat antara kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Dalam mengevaluasinya, pelanggan akan menggunakan harapan sebagai standar atau acuan. Menurut Zeithaml, dalam kontek kepuasan pelanggan, umumnya harapan merupakan perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya.

Jasa oleh Philip Kotler (2000 : 428) didefinisikan sebagai berikut : “A service is any act or performance that one party can offer to another that is essentially intangible and does not result in the ownership of anything. Its production may or may not be tied to a phisycal product”

Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Jasa

Sedangkan menurut Christopher Lovelock (2001 : 3) “Service are economic activities that create value and provide benefit for customer at specific times and place as result of bringing about a desire change in or on behalf of the recepient of the service”

Artikel terkait: Strategi Cara Meningkatkan Kualitas Pemasaran Jasa

Zeithaml, et al., melakukan penelitian khusus dalam sektor jasa dan mengemukakan bahwa harapan konsumen terhadap kualitas jasa terbentuk oleh beberapa faktor berikut ini (Valarie A. Zeithaml  dan Mary Jo Bitner, 2003: 67-73), yaitu:

1.    Enduring Service Entisifiers

Faktor ini merupakan faktor yang bersifat stabil dan mendorong pelanggan untuk meningkatkan sensitivitasnya terhadap jasa. Faktor ini meliputi harapan yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi pribadi seseorang mengenai jasa. Seorang pelanggan akan mengharapkan ia seharusnya juga dilayani dengan baik apabila pelangggan lainnya dilayani dengan baik oleh penyedia jasa. Selain itu filosofi individu (misalnya seorang nasabah bank) tentang bagaimana memberikan pelayanan yang benar akan menentukan harapannya pada sebuah bank.

2. Personal Need

Kebutuhan yang dirasakan seseorang mendasar bagi kesejahteraannya juga sangat menentukan harapannya. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, sosial dan psikologis.

3. Transitory Service Intensifers

Faktor ini merupakan faktor individual yang bersifat sementara jangka pendek yang meningkatkan sensitivitas pelanggan terhadap jasa. Faktor ini meliputi:

a. Situasi darurat pada saat pelanggan sangat membutuhkan jasa dan ingin penyedia jasa dapat membantunya.

b. Jasa terakhir yang dikonsumsi pelanggan dapat pula menjadi acuannya untuk menentukan baik buruknya jasa berikutnya.

4. Perceived Service Alternatives

Perceived Service alternatives merupakan persepsi pelanggan terhadap tingkat atau derajat pelayanan perusahaan lain yang sejenis. Jika konsumen memiliki beberapa alternative, maka harapannya terhadap suatu jasa cenderung akan semakin besar.

5. Self Perceived Service Role

Faktor ini adalah persepsi pelanggan tentang tingkat atau derajat keterlibatannya dalam mempengaruhi jasa yang diterimanya. Apabila konsumen terlibat dalam proses penyampaian jasa dan jasa yang terdiri temyata tidak begitu baik, maka pelanggan tidak bisa menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada pihak penyedia jasa. Oleh karena itu persepsi tentang derajat keterlibatannya ini akan mempengaruhi tingkat jasa yang bersedia diterimanya.

6. Situational Factors

Faktor situasional terdiri atas segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi kinerja jasa, yang berada di luar kendali penyedia jasa. Misalnya pada awal bulan biasanya suatu bank ramai dipenuhi para nasabahnya dan ini akan menyebabkan seseorang nasabah menjadi relatif lama menunggu. Untuk sementara nasabah tersebut akan menurunkan tingkat pelayanan minimal yang bersedia diterimanya karena keadaan itu bukanlah kesalahan penyedia jasa.

7. Explicit Service Promises

Faktor ini merupakan pemyataan (secara personal atau nonpersonal) oleh organisasi tentang jasanya kepada pelanggan. Janji ini bisa berupa personal selling, perjanjian, atau komunikasi dengan karyawan organisasi tersebut.

8. Implicit Service Promises

Faktor ini menyangkut petunjuk yang berkaitan dengan jasa, yang memberikan kesimpulan bagi pelanggan tentang jasa yang bagaimana yang seharusnya dan yang akan diberikan. Petunjuk yang memberikan gambaran jasa ini meliputi biaya untuk memperolehnya (harga) dan alat alat pendukung jasanya. Pelanggan biasanya menghubungkan harga dan peralatan (tangible assets) pendukung jasa dengan kualitas jasa. Sebagai contoh, harga yang mahal dihubungkan secara positif dengan kualitas yang tinggi.

9. Word of Mouth

Word of mouth merupakan peryataan (secara personal atau nonpersonal) yang disampaikan oleh orang lain selain organisasi (service provider) kepada pelanggan. Word of mouth ini biasanya cepat diterima oleh pelanggan karena yang menyampaikannya adalah mereka yang dapat dipercayainya, seperti para pakar, teman, keluarga dan publikasi media massa. Disamping itu word of mouth juga cepat diterima sebagai referensi karena pelanggan jasa biasanya sulit mengevaluasi jasa yang belum dibelinya belum dirasakannya sendiri.

10. Past Experience

Pengalaman masa lampau meliputi hal hal yang telah dipelajari atau diketahui pelanggan dari yang pemah diterimanya dimasa Ialu. Harapan pelanggan ini dari waktu ke waktu berkembang seiring dengan semakin banyaknya informasi yang diterima pelanggan serta semakin bertambahnya pengalaman pelanggan

Baca juga: Pengertian Tarif Dan Cara Penghitungan Pajak Reklame

Sekian pembahasan kali ini tentang Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan. Semoga artikel yang sedikit ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alat-Alat Promosi Pemasaran yang Perlu Diketahui
Strategi Pemasaran
Alat-Alat Promosi Pemasaran yang Perlu Diketahui

Alat-Alat Promosi Pemasaran Daftar isi Alat-Alat Promosi PemasaranAlat-Alat Promosi Pemasaran Secara Fisik:IklanBrosurReklameBalihoSpandukBackdropAlat-Alat Promosi Pemasaran Non Fisik:1. Sosial media2. Website3. Video marketing4. Direct email Berbicara tentang pemasaran tentunya tidak lepas dengan yang namanya Promosi yang merupakan salah satu strategi pemasaran yaitu bauran pemasaran atau marketing mix yang sangat penting untuk menunjang …

5 Tips Membuat Iklan Baris yang Efektif Sesuai Contoh Iklan di Media Massa
Strategi Pemasaran
5 Tips Membuat Iklan Baris yang Efektif Sesuai Contoh Iklan di Media Massa

Membuat Iklan Baris yang Efektif Iklan di Media Massa Daftar isi Membuat Iklan Baris yang Efektif Iklan di Media Massa1. Fokuskan Pada Satu Hal Saja2. Ketahui Iklan yang Efektif3. Perluas Tujuan Iklan Baris4. Munculkan Rasa Penasaran5. Perhatikan Format Iklan Iklan tak dapat dipisahkan dari kegiatan promosi produk barang dan jasa …

Pengertian Market Share atau Pangsa Pasar
Strategi Pemasaran
Definisi Market Share atau Pangsa Pasar dan Contohnya

Pengertian Market Share atau Pangsa Pasar Daftar isi Pengertian Market Share atau Pangsa PasarApa itu Market Share?Pentingnya Market share atau Pangsa PasarCara Mengukur Tingkat Keberhasilan Perusahaan Dalam Market ShareContoh Pangsa PasarAda beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pangsa pasar perusahaan yang memang mereka tidak mampu utnuk mencapai target tertentu yaitu:Cara …