13 Cara Atur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil

13 Cara Atur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil

Cara Atur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil

Besar kecilnya gaji seringkali berpengaruh terhadap cara mengelola yang tepat sehingga Anda bisa terhindar dari kondisi defisit keuangan. Apalagi jika gaji Anda termasuk fixed income alias gaji bulanan tetap dengan kebutuhan hidup yang seringkali naik turun. Bagi yang bergaji kecil, mereka akan kesulitan menyimpan uang untuk beberapa hal seperti: dana darurat, biaya kuliah, dana pensiun, membeli mobil, dan sebagainya. Bahkan tidak jarang ada yang kehabisan uang pada pertengahan bulan. Hal tersebut mungkin saja terjadi akibat mereka tidak dapat mengelola gaji bulanan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keuangan rumah tangga.

Setiap keluarga pasti memiliki rencana untuk masa depannya seperti: liburan, memiliki rumah dan mobil sendiri, hingga biaya kuliah anak, dan dana pensiun. Rencana tersebut memerlukan uang yang banyak, sedangkan mencari tambahan penghasilan bukan sesuatu yang mudah. Untuk itulah Anda membutuhkan beberapa cara untuk mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil agar rencana yang telah disusun tersebut dapat tercapai.

Cara Atur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil

Untuk lebih mudahnya, simak uraian 13 cara atur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil berikut ini.

1. Lakukan Evaluasi Biaya Rumah

Banyak orang yang kesulitan untuk mengatur keuangan keluarganya karena cicilan rumah (KPR) sudah memotong sebagian besar dari gaji bulanan. Sebaiknya cicilan rumah tidak lebih dari 25% dari total gaji yang diperoleh setiap bulannya. Carilah KPR yang menawarkan cicilan paling kecil, atau jika belum mampu mengambil cicilan rumah, sebaiknya carilah sebuah kontrakan yang murah. Pasti ada beberapa penawaran yang sesuai dengan kemampuan. Kuncinya adalah Anda harus rajin terus mencari informasi.

Jika memiliki rumah sendiri, Anda dapat menyisihkan sebagian dari gaji untuk membuat tabungan atau berinvestasi. Jika masih lajang, Anda dapat menyewakan kamar di rumah untuk 1 atau 2 orang teman. Uang hasil menyewakan kamar tersebut bisa membantu Anda membayar cicilan menjadi lebih murah dan merupakan cara berinvestasi yang baik. Dengan cara seperti ini, Anda dapat mencicil rumah dan menyisihkan sebagian uang untuk investasi lainnya seperti: tabungan dan dana darurat.

2. Rencanakan Belanja Bulanan dengan Matang

Pemborosan keuangan cenderung terjadi ketika menggunakan uang untuk mengikuti keinginan, padahal keinginan belum tentu menjadi kebutuhan. Cara terbaik untuk menggunakan pendapatan yang kecil adalah membuat rencana belanja bulanan dengan menggunakan anggaran yang tertulis. Belanjakan uang sesuai dengan rencana yang telah disusun tersebut. Ketika sudah waktunya membeli apa yang dibutuhkan, Anda sudah memiliki anggaran untuk berbelanja. Namun jangan menggunakan uang melebihi anggaran yang telah disusun, karena uang yang tersisa sudah dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Menggunakan anggaran tertulis untuk merencanakan pengeluaran dapat meminimalisir Anda dari resiko menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang tidak perlu.

Rencanakan anggaran bulanan secara tertulis, dengan membagi daftar pengeluaran menjadi dua, yaitu: kebutuhan primer dan kebutuhan tersier. Kebutuhan primer antara lain: makan, biaya transportasi, tagihan listrik, air serta telepon, cicilan rumah, motor serta mobil dan lainnya. Sedangkan kebutuhan tersier antara lain: anggaran untuk shopping baju, traveling, hingga anggaran hangout dengan teman atau rekan kerja. Selain membiasakan diri membuat anggaran rencana belanja bulanan, Anda juga harus membiasakan diri untuk mematuhi anggaran keuangan yang sudah dibuat.

3. Membeli Barang yang Masih Layak

Membeli barang yang masih layak digunakan dapat menghemat anggaran belanja, seperti: mobil bekas, barang elektronik bekas, furniture bekas, dan sebagainya. Banyak orang yang memberikan penawaran murah untuk barang bekas yang jarang digunakan, bahkan ada yang tidak pernah digunakan. Kadang-kadang orang dapat menemukan barang yang kotaknya sudah terbuka, namun barang yang didalamnya belum pernah digunakan, tetapi tidak dijual seperti harga barang baru karena kemasannya telah dibuka. Beberapa toko online banyak yang menawarkan barang bekas jarang pakai tersebut, Anda harus rajin mencarinya di internet.

Membeli barang bekas yang masih layak pakai atau barang bekas dengan kondisi seperti barang baru akan sangat membantu Anda untuk berhemat. Misalnya saja, bagi keluarga yang baru pindah rumah dan memerlukan furniture seperti: meja, kursi dan perabotan rumah tangga lainnya. Sebaiknya belilah barang bekas yang masih bagus di toko barang bekas, pasar loak, maupun toko online, namun jangan lupa untuk menawar. Dengan sedikit polesan cat semprot, meja dan kursi bekas akan terlihat seperti baru.

4. Mempunyai Pengatur Suhu Otomatis

Pengatur suhu yang diprogram otomatis dapat membantu Anda menghemat uang, sehingga lebih mudah menyisihkan uang untuk tabungan. Pilihlah pengatur suhu dengan daya energi yang terendah, sehingga dapat hemat energi dan hemat uang, walaupun harga belinya sedikit lebih mahal daripada yang model biasa.

Meskipun sudah diprogram secara otomatis, Anda masih dapat mengubah suhu rumah secara manual sesuai keinginan. Pengatur suhu yang canggih dapat merasakan ketika pemilik menjauh dari rumah, sehingga secara otomatis mengecilkan penggunaan energi, ini lebih efisien. Meskipun sedikit mahal, namun lebih hemat energi dan lebih awet. Saat ini sudah banyak AC yang didesain secara otomatis sesuai dengan daya PK yang dibutuhkan.

5. Kontrol Kartu Kredit Anda

Belanja menggunakan kartu kredit memang mudah dan semua dapat dibeli. Kartu kredit dapat membantu mengelola keuangan, jika menggunakannya dengan cerdas, seperti: menggunakan promo yang diberikan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Namun kartu kredit juga dapat membuat Anda terjebak dalam utang jangka panjang bila menggunakannya secara sembarangan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kartu kredit merupakan cara yang paling mudah menghabiskan uang, karena selain sejumlah uang yang dibelanjakan juga ada bunga dan biaya administrasi kartu kredit.

Jika Anda tidak bisa mengontrol kartu kredit, sebaiknya lupakan kartu kredit, jika ingin berhemat dan menyimpan uang. Kebiasaan menggunakan kartu kredit sembarangan akan membuat boros dan memberikan konsekuensi keuangan yang serius, jangan sampai rumah tangga ribut karena hutang kartu kredit.

Artikel terkait: 10 Jajanan Serba 1000 yang Bagus sebagai Peluang Usaha

6. Menghemat Pengeluaran untuk Beberapa Aktivitas

Anda dapat melakukan beberapa aktivitas sekaligus untuk menghemat pengeluaran seperti: membeli makan siang sambil melakukan tugas di luar kantor. Hal ini akan lebih menghemat pengeluaran BBM daripada melakukan beberapa perjalanan sepele yang tidak efisien. Simpan selisih uang ke rekening tabungan secara berkala. Bahkan bila rumah dekat dengan tempat kerja, Anda dapat mengambil makan siang dan kopi di rumah sendiri. Selalu ada cara untuk menghemat uang untuk membuat tabungan, tergantung dari diri Anda sendiri.

7. Kurangi Naik Kendaraan Bermotor

Dengan berjalan atau naik sepeda dibandingkan dengan menggunakan mobil untuk pergi ke toko atau bekerja, Anda akan menghemat uang untuk pembelian bbm. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan manfaat tambahan, yaitu badan yang semakin sehat dengan banyak berolahraga.

8. Mencari Penghasilan Tambahan

Manfaatkan waktu yang dimiliki untuk mencari penghasilan tambahan. Ada banyak cara untuk memperoleh tambahan penghasilan seperti: menjual pulsa, menjadi penulis lepas, jualan online, dan sebagainya yang terpenting tidak mengganggu pekerjaan utama. Dengan semakin banyak penghasilan tambahan, maka akan semakin banyak gaji yang dapat disisihkan untuk tabungan.

9. Kurangi Kebiasaan Makan di Luar

Makan sesekali di restoran tidak masalah, namun jika makan di restoran menjadi sebuah kebiasaan rutin akan menghabiskan gaji secara cepat. Harga makanan di restoran setidaknya hingga 4X lipat daripada makanan buatan sendiri. Jika ingin menghemat uang sebaiknya buat makanan sendiri dirumah. Atau makan di restoran hanya sesekali saja misalnya: sebulan sekali untuk menyenangkan keluarga atau menjamu teman lama.

10. Rencanakan Daftar Belanja

Anda dapat menghemat uang dengan menggunakan perencanaan daftar belanjaan. Merencanakan daftar belanjaan sangat efisien karena dengan belanja dalam jumlah grosir, harga akan jauh lebih murah, sehingga Anda bisa lebih hemat untuk membeli makanan dan memiliki tabungan yang lebih banyak.

11. Lunasi Tagihan TV Kabel Tepat Waktu

Melunasi tagihan TV kabel atau jika diperlukan bisa berhenti berlangganan merupakan salah satu cara yang efektif menghemat pengeluaran dan menyimpan uang untuk masa depan. Walaupun sudah berhenti berlangganan, Anda masih bisa mendapatkan saluran siaran gratis dan menikmati banyak program dan berita yang dibutuhkan. Sehingga semakin banyak uang yang dapat disisihkan dari gaji untuk kemudian ditabung.

12. Gunakan Kupon Diskon atau Promo

Menggunakan kupon diskon atau promo untuk membeli bahan makanan dan barang kebutuhan lainnya dapat menghemat banyak uang, terutama jika Anda pintar mencari tempat belanja yang banyak menawarkan kupon. Saat ini, banyak supermarket yang menawarkan diskon untuk pembeli yang memiliki kartu pelanggan. Anda dapat mencari di internet untuk menemukan kupon produk favorit.
Disiplin Keuangan Merupakan Salah Satu Kunci Sukses

Ada banyak cara untuk menghemat uang jika Anda berpikir secara bijak terhadap penghasilan. Disiplin dalam menjalankan rencana keuangan adalah kunci untuk mengatur gaji yang kecil. Gunakan beberapa cara diatas untuk meraih kondisi finansial yang sehat. Coba hitunglah berapa banyak penghematan dari masing-masing cara dan simpan uang tersebut di bank sebagai dana darurat, atau ke rekening tabungan berkala untuk investasi.

Demikian 12 cara atur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil. Menyimpan uang untuk kemudian memasukkannya ke tabungan dengan gaji kecil memang terasa sulit dilakukan. Namun dengan beberapa perubahan cara mengatur belanja bulanan dan menyimpan sisanya, maka akan dapat menambah pundi tabungan Anda. Jadi mulailah dari sekarang untuk mengatur keuangan rumah tangga dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan.

10 Strategi Jitu Orang Kaya dalam Mengatur Keuangan

Apakah Anda ingin memiliki lebih banyak uang, menjadi kaya dan sukses? Kalau sehari-hari kita hanya berandai-andai dan bertanya kepada diri sendiri kapan kita menjadi kaya, maka setidaknya mulai detik ini kita stop berandai-andai tanpa aksi nyata. Daripada kita hanya terus bermimpi, alangkah lebih baik lagi jika kita langsung saja praktek menuju impian tersebut. Artikel di bawah ini akan mengungkap fakta-fakta yang mengejutkan bahwa ternyata orang yang benar-benar telah sukses tersebut memiliki strategi-strategi jitu dalam hal keuangan untuk menjaga kesehatan keuangannya.

Strategi ini merupakan peluang dan kabar baik bagi Anda atau siapapun juga yang ingin meniru dan mengaplikasikan strategi-strategi tersebut untuk selangkah lebih maju dalam mengelola keuangan. Berikut ini ulasannya.

1. Jangan Remehkan Pembelanjaan yang Sifatnya Kecil

Sudah sewajarnya kalau kebanyakan dari kita selalu berhati-hati dalam mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar entah itu untuk belanja atau pun berinvestasi. Namun, dalam berbelanja untuk hal-hal yang kecil kita cenderung ceroboh dan kurang hati-hati. Misalnya saja, tanpa disadari kita mengeluarkan uang untuk belanja hal-hal kecil, yang cenderung menjadikan kita boros. Inilah yang harus dihindari.
Kita sebaiknya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Susan Lynn Orman atau yang lebih dikenal dengan Suze Orman, seorang penasihat keuangan asal Amerika yang juga terkenal sebagai host sebuah televisi. Beliau mengatakan bahwa “sebaiknya kita teliti terhadap apapun yang bisa kita hemat atas biaya apapun dan sekecil apapun. Jika terkumpul, itu bukanlah jumlah yang sedikit”.

2. Fokus ke Masa Depan

Memang sangatlah mudah mengeluarkan uang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, akan tetapi kita harus ingat bahwa suatu saat, jika hanya menuruti keinginan, sangat mungkin kita bisa habis-habisan dan tidak punya simpanan lagi. Maka dari itu, mulai sekarang yang terbaik adalah berusaha fokus untuk memperhitungkan kebutuhan-kebutuhan di masa depan.
Ingat apa yang dikatakan oleh Tennessee Williams, bahwa “Bisa saja sewaktu muda Anda hidup tanpa uang, akan tetapi Anda tidak akan bisa menjadi tua tanpa punya simpanan.”

3. Hindari Berbelanja Jika Hanya untuk Mendapatkan Pujian

Ingin mendapatkan pujian adalah naluri setiap manusia, akan tetapi jika sudah berlebihan maka itu bukanlah keputusan yang baik. Demikian juga ketika membelanjakan uang kita, jangan sampai itu ditujukan untuk gengsi belaka. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan yang benar-benar anda perlukan.

Kembali lagi Suze Orman mengingatkan: “Berhentilah membeli hal-hal yang tidak Anda perlukan, yang notabene hanya untuk mengesankan kepada orang-orang akan sesuatu yang Anda sendiri tidak menyukainya”.

4. Selalu Memiliki Catatan Belanja

Kita sering mendengar istilah put things in black and white. Ini merupakan pembelajaran yang berharga jika di hubungkan dengan hal keuangan. Dalam hal keuangan kita harus mengerti tentang the inflows and the outflows antara pemasukan dan pengeluaran. Orang kaya selalu memiliki catatan dari mana uang mereka datang, dan akan ke mana uang mereka pergi.
“Sebuah rencana keuangan akan memberitahu Anda ke mana uang itu harus pergi, bukannya kemudian menanyakan ke mana uang saya setelah uang itu hilang” – John C. Maxwell.

5. Bekerja Keras

Tidak seperti anggapan orang pada umumnya bahwa pekerjaan orang kaya itu hanya bersenang-senang dan menikmati hidup, akan tetapi sebaliknya. Yang harus kita lihat kenyataannya adalah, para orang kaya selalu bekerja lebih keras dari pada orang pada umumnya, setidaknya selagi mereka masih dalam usia produktif.

Dalam strategi keuangan, hal yang perlu terus dilakukan adalah bagaimana caranya untuk selalu meningkatkan penghasilan. Dan ketika penghasilan sudah naik maka yang harus dilakukan adalah menambah porsi tabungan.

6. Menginvestasikan Tabungan dengan Bijak

Kita kadang kala mengabaikan sesuatu yang jumlahnya kecil. Hal ini harus kita sadari bahwa justru sesuatu yang kecil itu dapat berlipat ganda sehingga menjadi jumlah besar. Dalam memaksimalkan keuangan, investasi yang bijak merupakan cara yang sangat tepat. Menginvestasikan berapa pun jumlahnya untuk menabung di bank untuk mendapatkan bunga bisa menjadi solusi.

“Meskipun ada satu rupiah sekalipun yang sama-sama ditabungkan, mereka akan  semakin bertambah jumlahnya, dan di sinilah ada sesuatu nilai tambah yang kita dapatkan. Mungkin ini membutuhkan latihan dan pengalaman untuk menyempurnakan strategi agar memberikan imbal balik yang menguntungkan, akan tetapi sekali uang tersebut ditabung, Anda akan menemukan kepuasan tersendiri dalam menabungkan uang dengan cara rasional dari pada mengeluarkan untuk kebutuhan lain yang tidak rasional” – P. T. Barnum

7. Kenali Nilai Barang dalam Berbelanja

Ada pepatah yang mengatakan bahwa kenapa harus membeli barang dengan harga yang mahal sementara orang lain dapat membelinya dengan lebih murah. Dalam berbelanja, kenalilah nilai barang tersebut dan selalu tawarlah jika memungkinkan.

8. Selalu Ingat Rumus Miliarder

Kebanyakan orang selalu berfikir untuk menabung setelah mencukupi seluruh kebutuhan belanja. Para miliarder atau orang kaya sekalipun justru berpikir yang sebaliknya. Mereka berikan dahulu sebagian pendapatannya kepada orang yang membutuhkan, sebagian lagi untuk kebutuhan investasi atau menabung dan sisanya untuk dihabiskan.

Seperti kata Warren Buffet, salah seorang investor paling sukses di dunia, mengatakan bahwa “Jangan menyimpan apa yang tersisa setelah memperbelanjakan, akan tetapi belanjakanlah apa yang tersisa setelah melakukan simpanan”.

9. Cermat Terhadap Hal Kecil dengan Dampak Besar

Orang kaya selalu berusaha cermat untuk tidak membayar biaya-biaya yang tidak diperlukan. Mereka berhati-hati terhadap biaya atau biaya tambahan apapun dengan memikirkan apa yang bisa dihindari.
“Waspadalah terhadap biaya-biaya yang remeh; sebuah kebocoran kecil akan dapat menenggelamkan sekalipun kapal yang besar” – Benjamin Franklin.

10. Jangan Boros

Terakhir, inilah yang terkadang kita remehkan akan tetapi sangat manjur dalam membantu kondisi keuangan sekalipun untuk orang kaya. Ingat, bahwa hemat pangkal kaya dan sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Ini adalah prinsip menabung.
Siapa bilang bahwa orang kaya itu selalu boros dan menghambur-hamburkan uang? Justru sebaliknya dan karena itu mereka bisa tetap kaya. Mereka selalu menyimpan sebagian porsi dari pendapatannya. Jadi, semakin besar porsi tabungan Anda, maka akan semakin besar juga apa yang akan didapatkan. Prinsip inilah yang bisa membuat Anda tetap bisa untuk tidak boros.
“Tabung sepertiga dari pendapatanmu, gunakan hanya sepertiganya, dan amalkan sepertiganya lagi”, kata artis papan atas Angelina Jolie.
Kerja Keras akan Terbayar

Nah, semoga uraian strategi orang kaya dalam mengatur uang tersebut bisa menjadi inspirasi Anda untuk ikut sukses dalam mengelola kekayaan. Semua kerja keras kita akan terbayar sebagaimana mestinya, jadi tak perlu ragu untuk bersusah-susah di awal dan menemukan kesuksesan nantinya

5 Alasan Kenapa Anda Harus Punya Dana Darurat

Beberapa perusahaan besar asing memutuskan hengkang dari Indonesia. 3 di antaranya adalah Toshiba, Panasonic, dan Ford. Dikabarkan juga masih ada 190 perusahaan asing lainnya yang akan meninggalkan Indonesia. Ribuan karyawan kehilangan pekerjaan. Andaikan Anda adalah salah satu dari karyawan tersebut, apa yang harus dilakukan?

Tentunya Anda akan mencari pekerjaan lain, beruntung bila pekerjaan baru segera didapat dalam waktu dekat. Namun kondisi di luar kehendak pribadi semacam itu biasanya di luar perencanaan. Belum ada gambaran atau persiapan untuk sumber penghasilan baru. Dalam rentang waktu dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dari mana uang untuk makan?

Pilihannya ada dua, utang atau dana darurat. Setiap orang sebisa mungkin tidak ingin memilih yang pertama. Pilihan terbaik adalah dana darurat. Persoalannya dana darurat harus dipersiapkan dahulu jauh hari sebelum terjadi hal tidak terduga. Dana darurat berkaitan dengan pengendalian risiko dalam pengelolaan keuangan pribadi.

Saat kondisi keuangan normal, sebagian orang berpikir mereka masih punya sumber penghasilan yang stabil, masih sehat, dan bahkan mereka yakin kalaupun kena PHK, mereka masih mudah mendapat pekerjaan. Namun situasi seperti di atas bisa menimpa kapan saja. karena itu penting sekali menyiapkan dana darurat dalam perencanaan keuangan setiap keluarga.

Pentingnya Memiliki Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan khusus menghadapi kejadian di luar perkiraan. Dana darurat bukan dana investasi atau dana pendidikan. Masing-masing harus dibuat terpisah. Sebaiknya dalam bentuk uang likuid, sehingga dapat dicairkan sewaktu-waktu tanpa proses panjang. Perlunya dana darurat tidak hanya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan finansial, namun juga menghindari imbas pada wilayah lain, seperti kondisi kesehatan atau hubungan dengan orang lain.
Beberapa alasan berikut ini membuat dana darurat begitu penting untuk dipersiapkan sejak awal:

1. Menghindari Utang

Maksud utama mempersiapkan dana darurat adalah agar kita dapat memenuhi kebutuhan mendesak tanpa harus terlibat utang. Ada banyak kondisi tidak terduga yang mungkin menimpa Anda tanpa diperkirakan sebelumnya. Banyak orang yang mengira pekerjaan atau usahanya memberikan penghasilan stabil, dan ternyata di luar dugaan dalam waktu sekejap dia harus terlibat utang akibat usahanya jatuh atau posisi kerjanya terancam akibat sebuah kesalahan. Misalnya seperti anggota keluarga tiba-tiba sakit keras dan membutuhkan biaya perawatan yang sangat besar. Faktor seperti bencana alam juga tidak boleh diabaikan, mengingat sejumlah kota besar terkena gempa bumi atau tsunami.
Masih ada banyak situasi-situasi lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Tidak tepat bila Anda berpikir, “Saya masih dalam posisi aman” Siapa kira perusahaan raksasa seperti Ford tiba-tiba pergi, dan besoknya angka pengangguran Indonesia telah bertambah?

Situasi buruk yang mungkin terjadi tidak dapat diperkirakan secara pasti. Namun beberapa kondisi tidak terduga yang umum terjadi seperti kehilangan pekerjaan, usaha bangkrut, kecelakaan, atau bencana alam sudah cukup untuk dijadikan alasan. Daripada harus terlibat hutang dan malah harus membayar bunga bulanan yang tidak sedikit, lebih baik sisihkan uang sedikit secara rutin dari penghasilan saat ini. Tidak soal berapa besar dana yang harus disisihkan. Kebanyakan orang justru baru mendapatkan dana darurat cukup besar setelah menabung cukup lama.

2. Biaya Hidup Saat Pindah Kuadran

Pindah kuadran, istilah ini dipopulerkan oleh Robert T. Kiyosaki, pengarang buku best seller Rich Dad Poor Dad. Pindah kuadran adalah kondisi ketika seorang karyawan memutuskan ikatan pekerjaannya dan memutuskan menjadi benar-benar mandiri dengan berwirausaha.
Kemampuan seperti ini tentu mimpi dari banyak orang. Berada dalam rutinitas tanpa tantangan, gaji tidak mencukupi, atau penghasilan stagnan termasuk di antara sejumlah alasan orang pindah kuadran. Kondisi lain yang tidak diperkirakan seperti PHK di atas, mungkin juga membuat orang akhirnya memilih berwirausaha.

Keputusan semacam ini tentu berisiko. Sebagian usaha tidak akan menampakkan hasil hingga jangka waktu tertentu. Kita perlu mempersiapkan segala pendukung untuk usaha, menjalankannya, dan menunggu hasil. Selama jangka waktu tersebut, biaya hidup tetap harus dipenuhi. Dalam kondisi seperti ini, dana darurat dapat digunakan. Setidaknya ini dapat memenuhi kebutuhan pokok maupun pemenuhan kebutuhan selama beberapa waktu ke depan.

3. Spekulasi Bisnis Tidak Sesuai Prediksi

Saat investasi tidak sesuai target, justru menimbulkan kerugian, pelaku usaha harus mengeluarkan dana ekstra untuk menutupi biaya yang ditimbulkan. Dana darurat dapat menjadi penyelamat dalam kondisi seperti ini. Bila seseorang memiliki beberapa usaha, pelaku usaha tidak perlu menggunakan dana investasi usaha lain untuk menutupi kerugian.

4. Lepaskan Diri Dari Konflik Rumah Tangga

Loh, apa hubungannya dengan konflik rumah tangga? walau bukan satu-satunya penyebab, persoalan finansial kerap menjadi alasan utama konflik internal di rumah tangga. Bila usaha bangkrut atau di PHK tiba-tiba, tidak ada sumber finansial lain yang bisa diharapkan, sementara tagihan dan cicilan terus berjalan, apa tidak stres? Kondisi kebingungan seperti ini secara psikologis membuat orang lebih mudah emosional dan memicu konflik-konflik yang tidak konstruktif.

Konflik yang justru dapat memperburuk kondisi keuangan seperti itu tentu tidak perlu bila dana darurat telah dipersiapkan. Konflik-konflik kecil mungkin terjadi, namun tidak harus menjadi masalah besar. Keberadaan dana darurat membantu mengurangi ketegangan emosional di rumah, sehingga masalah dapat didiskusikan dengan kepala dingin. Dana darurat dapat dipakai tanpa harus memikirkan dari mana meminjam uang atau bagaimana membayarnya. Kebutuhan-kebutuhan utama dapat dipenuhi, jika dana darurat memungkinkan, dapat digunakan untuk membuat usaha.

5. Menjaga Kesehatan

Seorang pengusaha tiba-tiba harus mengalami kebangkrutan. Semua aset disita, namun tidak mencukupi. Akhirnya terlilit utang. Secara alami, kondisi psikologis akan terguncang. Kesehatan pun memburuk. Ini membuat seseorang semakin sulit menstabilkan kembali keadaannya. Sebaliknya, bila dana darurat telah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum risiko yang tidak dikehendaki tersebut dialami, kita dapat lebih tenang menghadapi masalah. Paling tidak, pos keuangan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masih ada, sehingga kita dapat berkonsentrasi menyelesaikan persoalan keuangan lain yang lebih besar.

Persiapkan Dana Darurat Anda

Alasan-alasan di atas tidak ditujukan agar mencakup seluruh alasan kenapa Anda harus memiliki dana darurat. Anda mungkin saja punya alasan-alasan yang lebih personal. Apapun alasan itu, yang jelas semakin memperkuat pernyataan bahwa dana darurat itu perlu. Selanjutnya, tinggal bagaimana Anda mengelola keuangan, menyisihkan sejumlah penghasilan, dan mempersiapkan diri kala keadaan tidak terduga tiba-tiba datang. Untuk itu persiapkan dana darurat Anda dari sekarang.

Baca juga: Pengertian Rumah Sakit Fungsi, Tujuannya, Dan Tipe Rumah Sakit

7 Ide Usaha Untuk Kamu Para Fresh Graduate

Proses wisuda dan kelulusan memang akan sangat menggembirakan bagi siapapun. Namun sayangnya, setelah lulus umumnya para fresh graduates ini akan kembali bingung karena ia harus segera mencari pekerjaan agar tidak menganggur. Meski telah mempunyai gelar sarjana, hal ini tak lantas melancarkan jalan mereka menempati posisi di perusahaan impian. Hal itu disebabkan karena persaingan mendapatkan pekerjaan sangat sengit dan ketat, membuat para fresh graduates ini tidak sedikit yang menganggur akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan.
Melihat hal ini, beberapa dari para fresh graduates ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis dan menjadi entreprenuer. Keputusan ini memang tidaklah salah, mengingat kegiatan di dunia bisnis ini akan banyak membawa manfaat bagi yang menjalankannya. Bagi kamu yang juga menginginkan untuk menjadi pengusaha setelah prosesi kelulusan dengan modal yang minim, kamu bisa mencoba beberapa ide bisnis berikut ini.

1. Reseller Produk Online Shop

Ide bisnis dengan modal usaha minim pertama yang bisa kamu kerjakan setelah kelulusan adalah menjadi reseller produk online shop. Menjadi seorang reseller sebuah produk online memang tidak akan membuat kamu harus mengeluarkan uang sepeser pun. kamu hanya bertugas memasarkan produk dan ketika ada konsumen membeli produk kamu, maka kamu akan mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut. Kegiatan stok barang dan pengiriman barang sendiri akan dilakukan oleh pihak supplier (online shop owner). Meski sangat menguntungkan, namun ada satu hal yang perlu kamu ingat yaitu untuk bisa menjadi reseller, kamu memang harus berjuang keras menawarkan jasa kamu kepada beberapa toko online. Tapi ketika kamu berhasil mendapatkan supplier (online shop owner) yang mau menerima kamu, yakinlah kegaiatan ini akan sangat menyenangkan dan memberi banyak manfaat.

2. Jualan Kartu Perdana Internet Murah

Internet memang telah menjadi sesuatu atau kebutuhan bagi banyak orang. Jika kamu memiliki channel atau jaringan agen atau distributor dari penjualan kartu perdana internet ini kamu bisa memanfaatkannya untuk usaha atau bisnis. Untuk memulai bisnis ini kamu tidak harus langsung memiliki tempat permanen sebagai toko. kamu bisa mulai memasarkan dan menjual kartu perdana internet ini secara langsung dari orang ke orang. Mulailah dari teman-teman atau mungkin adik tingkat yang masih kuliah atau sekolah. Penggunaan smartphone berbasis jaringan internet yang makin marak ini membuat peluang bisnis kartu perdana internet ini akan semakin besar menghasilkan keuntungan.

3. Penerjemah Bahasa Asing

Jika kamu adalah lulusan jurusan atau prodi bahasa asing, maka kamu bisa mencoba menjadi seorang translator atau penerjemah. Seorang translator saat ini memang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Dengan hanya bermodal laptop atau PC serta modem internet, kamu bisa mencari informasi job atau project translator secara freelance ini dibeberapa situs freelance job. Dengan sedikit negosiasi yang tepat, kamu bisa mengerjakan beberapa project dari sebuah perusahaan untuk bisa mendapatkan penghasilan atau pendapatan tertentu.

4. Jasa Desain Untuk Clothing Line, Website, atau Blog

Bertumbuh pesatnya media online tentu saja akan banyak membawa peluang dan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Media-media online yang bisa berupa website, blog dan clothing line ini bisa menjadi sasaran kamu untuk kamu maintenance sedemikian rupa dengan kemampuan desain yang kamu miliki. Jasa untuk membuat desain website ini memang kini banyak yang membutuhkan. Tak hanya datang perorangan, beberapa company atau perusahaan juga acap kali membutuhkan jasa desainer untuk media online yang dimilikinya. Untuk bisa mendapatkan uang dari jasa ini yang kamu perlukan hanyalah sebuah laptop, internet dan tentu saja keahlianmu. Pekerjaan ini juga bisa kamu dapat dengan part time untuk kamu kerjakan secara remote atau jarak jauh dari rumah.

5. Jasa Penitipan Anak

Dewasa ini beberapa orangtua memang banyak yang sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Terutama untuk masyarakat kota besar, fenomena orangtua yang kemudian harus menitipkan anaknya ke day care memang sudah sangat lumrah. Nah untuk kamu yang punya tempat yang cukup luas di rumah, kamu bisa memanfaatkanya untuk membuka jasa penitipan anak guna memperoleh penghasilan. Untuk bisa memulai usaha ini, kamu bisa mulai menawarkan jasa penitipan anak ini kepada para ibu-ibu pekerja atau mungkin ibu yang hendak pergi tapi tidak bisa membawa anaknya. Biasanya para penitip anak akan membayar kamu per hari saat ia menjemput lagi. Jika kamu bisa membuat pelayanan yang maksimal dan memuaskan untuk para pelanggan kamu, maka bisa saja kamu akan mendapatkan order yang lebih besar lagi.

6. Jasa Pesan Antar

Kebutuhan manusia akan layanan yang mudah dan cepat kini semakin tahun memang semakin diminati. Terutama di kota-kota besar, layanan yang mudah dan cepat ini sepertinya telah menjadi primadona konsumen. Tidak mengherankan bila kemudian banyak bisnis yang menawarkan layanan ekstra seperti order delivery untuk bisa memuaskan para pelanggannya. Meski telah banyak bisnis yang menawarkan layanan ekstra ini, ternyata permintaan pada jasa delivery ini tetap tak terbendung. kamu yang memiliki waktu dan kendaraan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa mendapatkan penghasilan atau pendapatan.

Caranya? Jalankan bisnis jasa delivery service yang secara khusus menjajakan jasa pengantaran apapun sesuai dengan kebutuhan orang. kamu bisa saja melayani beberapa jasa antar seperti jasa antar makanan, jemput anak sekolah, dokumen atau mungkin jasa antar laundry. Kamu bisa menentukan fee pengantaran berdasarkan jauh dekatnya jarak atau mungkin lama di perjalanan.

7. Pedagang Barang-barang Import

Terakhir, ide bisnis dengan modal minim pertama yang bisa kamu kerjakan setelah prosesi kelulusan adalah berdagang barang-barang impor. Jenis bisnis ini bisa dilakukan oleh kamu yang sering berpergian ke luar negeri atau yang punya akun pembayaran paypal. Kamu bisa berbelanja aneka barang dalam jumlah banyak dari di luar negeri dan untuk dijual lagi di Indonesia. Kamu bisa menawarkan harga yang lebih tinggi namun memiliki kelebihan jika dibanding mereka harus ke luar negeri dengan ongkos yang besar.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.