Apa bedanya Mindset Mental Orang Kaya dan Miskin

Mindset Mental Orang Kaya dan Miskin

Pikiran adalah bagian yang paling berpengaruh pada manusia, dari pikiran inilah orang bisa melakukan apa saja yang di kehendaki menjadi nyata. Pikiran manusia memiliki kemampuan dalam memberikan semangat, imajinasi, dan keyakinan untuk masa depannya. Tentunya semua orang terlahir sudah memiliki naluri untuk bertahan dan mempertahankan keyakinan tersebut dan tak ada batasan untuk bisa dimonopoli oleh orang-orang sukses lainnya. Dari hal-hal tersebut manusia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan potensi yang dimiliki dari dirinya, baik itu terlahir jadi si kaya atau si miskin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan yang dimiliki untuk menjadi lebih baik dan sukses.

bedanya Mindset Mental Orang Kaya dan Miskin

Pola pikir atau mindset ini sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, karena semua tindakan yang dilakukan sehari-hari berkaitan dengan pola pikir yang dimiliki. 

Dengan kemampuan mengeluarkan hal-hal tersebut dalam diri manusia, setiap orang baik si kaya dan si miskin memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depannya. Tuhan menciptakan manusia tidak lain memiliki peran masing-masing baik itu kaya maupun miskin. Kita tahu bahwa pengertian kaya dan miskin ini ibaratnya dua sisi mata uang yang saling berkaitan satu sama yang lain berbeda namun saling mengisi. Tentu saja tidak akan ada kebaikan tanpa keburukan, tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan dan lain sebagainya yang saling bertolak belakang, begitu juga dengan kaya dan miskin yang juga berbeda namun saling mengisi, juga takkan ada orang kaya tanpa kehadiran orang miskin. Lalu apa perbedaan keduanya?

Perbedaannya antara miskin dan kaya adalah jika orang kaya mereka befikir jauh lebih kedepan dengan perjuangan, keras ulet untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Selain itu semangat juangnya memiliki tanggung jawab yang besar atas dirinya untuk memperbaiki jika terjadi kesalahan dengan dukungan ilmu pengetahuan dan terus belajar dari orang sukses lainnya. Kemudaian, sementara jika orang miskin menerima apa adanya mereka sering perfikir demikian "toh ini udah digariskan oleh Tuhan" tanpa adanya tekad untuk menjadi kaya. Mereka sering kali lebih memilih kehidupan yang serba pas-pasan tanpa memikirkan masa depan generasi keturunannya yang akan datang. Selain itu kurangnya dorongan untuk bisa memperbaiki kehidupannya sendiri. Orang miskin kerap kali menyalahkan takdir, menyalahkan kesulitan hidup yang malah akan menjatuhkan semangat perubahan yang seharusnya diperjuangkan tanpa menyerah untuk mencapai kesuksesan yang seharusnya bisa dimiliki atau diraih.

Artikel terkait: 8 Karakteristik Umum dari Pengusaha Sukses Yang Anda Harus Miliki
Steve Siebold, seorang penulis buku motivasi 'How Rich People Think' mengatakan "orang miskin berpikir untuk menabung agar hartanya melimpah, tetapi terus merasakan kekurangan".
Siebold berpendapat bahwa itu bukanlah cara untuk membuat diri Anda kaya. Memang benar menabung itu perlu. Akan tetapi pola pikir merekalah yang membedakan yaitu bagaimana cara meningkatkan pendapatan agar jumlah tabungan dapat bertambah lebih banyak.

Bnayak resiko yang bisa didapatkan untuk menjadi orang kaya seperti kegagalan, tantangan, persaingan dan lain sebagainya yang pasti akan di jumpai dalam usahanya. Unutk menjadi orang kaya memang hal ini wajar karena proses yang harus di lalui untuk mencapai kesuksesan akan banyak rintangan menghadang. Orang kaya akan selalu fokus untuk memberikan terbaik dengan seluruh kemapuannya dalam menciptakan peluang untuk membesarkan usahanya. Maka kebanyakan orang sukses adalah mereka yang terjun menjadi seorang wirausaha sebagai jalan menuju sukses dan juga kaya. Sementara orang miskin tidak mau menanggung resiko bahkan beranggapan jika berwirausaha itu memiliki resiko yang besar, mereka berfikir "bagaiman jika GAGAL" dan alasan-alasan yang lainnya. Memang manusia akan cenderung menginginkan kenikmatan tanpa kesakitan. Hal ini biasanya disebabkan karena sikap mereka yang cenderung mencari sekadar rasa aman, terutama dalam hal finansial.

Apakah Anda pernah mendengar "Sembilan dari Sepuluh Pintu Rezeki Ada dalam Perdagangan". Ya benar. Berdagang merupakan salah satu cara memperoleh rezeki yang di anjurkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana Rasulullah saw sabdakan.

Pada dasarnya setiap orang memiliki hasrat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik itulah kenapa selalu ada peluang dan inovasi yang terus di ciptakan. Inilah hal yang biasanya dimiliki oleh orang kaya yaitu melihat peluang yang ada dan menciptakan inovasi untuk mencapai keberhasilan. Sedangkan orang miskin cenderung hanya menerima keadaan yang terjadi bahkan ada yang berfikir bermimpi yang besar adalah omong kosong dan mimpi di siang bolong saja. Mereka cenderung malas merubah hidupnya kearah yang lebih baik, hanya menerima keadaan itu-itu saja. Bahkan orang miskin kerap menyimpan prasangka negative atas semangat dan ketekunan orang kaya sebagai keserakahan.

Kemudian cara menilai uang dari sudut pandang orang miskin dan kaya adalah bagaimana cara mereka menggunakan dan memanfaatkan uang tersebut dalam menentukan masa depanya. Jika orang miskin itu cenderung perhitungan dalam menggunakan uangnya sedangkan orang kaya mereka tidak khawatir kehilangan uangnya. Kenapa orang kaya berfikir demikian? Karena mereka berani mengambil resiko untuk peluang yang ada. Kemudian menggunakan uang yang dimilikinya untuk melipatgandakan pendapatan mereka di masa mendatang. Jika dianalogikan, orang kaya senang melakukan berbagai investasi di banyak bidang tanpa memikirkan resikonya terlalu mendalam. Maka, orang kaya selalu melihat uang dengan logika, sedangkan orang miskin melihatnya dengan emosional.

Baca juga: Cara Menjadi Orang Sukses Dalam Banyak Hal Ini Rahasianya

Maindset dan mental orang miskin mohon maaf sebelumnya jika ada yang Anda sedikit tersinggung dengan ungkapan berikut, tapi inilah manusia yang paling banyak di muka bumi. Saya mengutip dari pengusaha sukses "Jack Ma Founder dari Alibaba Group saat di interview oleh majalah asing."
The worst people to serve are the Poor people. Give them free, they think it's a trap. Tell them it's a small investment, they'll say can't earn much. Tell them to come in big, they'll say no money. Tell them try new things, they'll say no experience. Tell them it's traditional business, they'll say hard to do. Tell them it's a new business model, they'll say it's MLM. Tell them to run a shop, they'll say no freedom. Tell them run new business, they'll say no expertise.
Yang artinya kurang lebih seperti ini: Orang terburuk untuk dilayani adalah orang-orang Miskin. Berikan mereka gratis, mereka pikir itu jebakan. Katakan kepada mereka itu investasi kecil, mereka bilang tidak bisa menghasilkan banyak. Beritahu mereka untuk datang dalam jumlah besar, mereka akan mengatakan tidak ada uang. Beritahu mereka mencoba hal baru, mereka akan mengatakan tidak ada pengalaman. Katakan kepada mereka itu bisnis tradisional, mereka akan mengatakan sulit dilakukan. Katakan kepada mereka itu model bisnis baru, mereka akan mengatakan itu MLM. Beritahu mereka untuk berbelanja, mereka tidak akan mengatakan kebebasan. Beritahu mereka menjalankan bisnis baru, mereka akan mengatakan tidak memiliki keahlian.

Jadi Poor people ini mereka memiliki beberapa kesamaan: Mereka suka bertanya kepada google, mendengarkan teman-teman yang sama susahnya seperti mereka, mereka berpikir lebih dari sekadar seorang profesor universitas dan melakukan pekerjaan kurang dari orang buta padahal orang buta akan terus berjalan. Tanya saja mereka, apa yang bisa mereka lakukan? Mereka tidak akan bisa menjawab Anda.

Kesimpulan saya: Alih-alih detak jantung Anda lebih cepat, mengapa tidak Anda bertindak lebih cepat sedikit; alih-alih hanya memikirkannya, mengapa tidak melakukan sesuatu tentang hal itu. Orang miskin gagal karena satu perilaku yang sama: Hidup Utuh Mereka Tentang Menunggu. Inilah kata-kata dari beliau.

Jadi bangkrut atau miskin itu hanya sementara tapi mental miskin adalah kondisi kejiwaan seseorang atau mental mindset seseorang. Memang menjadi seorang pengusaha ini cara berfikirnya tidak seperti orang rata-rata. Artikel ini memang tidak caocok untuk Anda jika tidak ingin menjadi pengusaha Anda pasti merasa teringgung atau Anda merasa di kritik tapi saya ingin menekankan bahwa pengusaha memang seperti ini inilah entrepreneur. Kalau Anda ingin benar-benar menjadi seorang pengusaha buang jauh-jauh semua cara berfikir yang telah disampaikan oleh Jack Ma tadi. Saya yakin Jack Ma adalah orang yang bukan biasa-biasa beliau adalah orang terkaya di China, bahkan termasuk di dunia apa yang beliau sampaikan bukan omong kosong bahkan benar.

Sekian pembahasan kali ini tentang bedanya Mindset Mental Orang Kaya dan Miskin. Semoga artikel yang sedikit ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengunjung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Apa bedanya Mindset Mental Orang Kaya dan Miskin"

Post a Comment

Jika Bermanfaat Ayo Bagikan pengalaman Anda Juga di Sini. Terimakasih Salam Sukses :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

IBX5B3511E25E8EF