5 Cara Perancangan Dan Pengembangan Produk

5 Cara Perancangan Dan Pengembangan Produk
Manajemen Strategis

Perancangan Dan Pengembangan Produk

Kemajuan tekhnologi yang begitu pesat, mengakibatkan segala sesuatu dengan cepat kelihatan ketinggalan jaman karena telah usang. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap usaha bidang industri. Untuk itu, maka mereka melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan produk untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

Kegiatan dari penelitian ini sangat bermacam-macam. Kegiatan yang merupakan tujuan paling penting adalah mengenai mengembangkan berbagai produk dan jasa baru, karena kemungkinan-kemungkinan akhir suatu produk sering sangat besar dan produk baru dapat melipatgandakan bisnis organisasi.

Dalam perancangan dan pengembangan produk, hal yang paling penting adalah gagasan atau ide. Meskipun penelitian memberikan dasar bagi pengembangan aplikasi-apliaksi inovatif, gagasan-gagasan datang dari berbagai sumber dan bukan hanya dari para peneliti. Setiap orang dalam organisasi adalah sumber gagasan potensial. Oleh karena itu, perusahaan menciptakan suasana yang inovatif dalam oragnisasinya.

Perusahaan pertama yang memasarkan produk atau jasanya hampir selalu mempunyai keuntungan sebagai “yang pertama”. Masalah yang sering dihadapi adalah adanya perusahaan yang meniru produk mereka atau bahkan memperbaiki produk mereka.

5 Cara Perancangan Dan Pengembangan Produk

Pengertian Produk Baru Dan Pengembangan Produk

(Gary Armstrong : 1997) mendefinisikan produk sebagai berikut : “Produk baru adalah produk asli, hasil pengembangan produk, modifikasi produk, dan merek baru yang di kembangkan perusahan melalui upaya penelitian dan pengembangannya sendiri.”

(Fandy Tjiptono : 1997) mengartikan produk baru sebagai berikut : ” produk baru dapat meliputi produk orisinil, produk yang di sempurnakan, produk yang di modifikasi, serta merek baru yang di kembangkan melalui usaha riset dan pengembangan.”

Selain itu juga dapat di dasarkan pada pandangan konsumen mengenai produk tersebut, baru bagi mereka atau tidak.Sedangkan bahwa yang di maksud dengan produk baru adalah produk asli,merek-merek baru di kembangkan sendiri oleh bagian penelitian dan pengembangan perusahaan.

Menurut( William j. Stanton : 1996). Terdapat tiga kategori produk baru yaitu :

a) Produk yang benar-benar inovatif, benar-benar unik, misalnya obat penyembuh kanker yaitu prodak yang sampai sekarang belum di temukan padahal sangat di butuhkan. Dalam katagori ini, kita juga dapat memasukan produk yang berbeda dari produk ini adalah : televisi yang menggantikan radio serta bioskop, plastik yang menjadi saingan kayu dan besi.

b) Produk penganti yang benar-benar berbeda dari produk yang ada (barang yang sesuai yang sama jenisnya tetapi mengunakan model baru). Misalnya, tas dari kalp meniru tas kulit.

c) Produk primitife. Merupakan produk baru bagi perusahaan tertentu, tetapi dalam pasar sudah bukan produk baru lagi.

Artikel terkait: 4 Strategi Produk Dan Cara Menciptakan Peluang Produk

1). Product Life Cycles

Dalam kaitan dengan perancangan dan pengembangan produk, harus mengetahui mengenai konsep Life Cycles. Konsep ini menyatakan bahwa hampir semua produk baru yang ditawarkan kepada masyarakat akan menjalani suatu siklus kehidupan yang etrdiri atas 4 (empat) tahap dalam periode waktu terbatas.

Secara ringkas keempat tahap PLC tersebut dapat diperinci sebagai berikut :

a.    Tahap pengenalan (introduction)
Dalam tahap ini, operasi penjualan tidak selalu bekerja baik. Masih terdapat masalah keterlambatan dalam perluasan kapasitas produksi, masalah-masalah teknis yang belum dapat diatasi, dan harga tinggi.

b.    Tahap pertumbuhan (growth)
Dalam tahap ini, produk diperbaiki dan distandardisasi, menajdi dapat diandalkan dalam pengguanan dan harga lebih rendah, serta para konsumen membeli dengan sedikit desakan. Kuantitas penjualan perusahaan akan meningkat cukup besar.

c.    Tahap kejenuhan (maturity)
Volume penjualan mulai menurun pertambahannya karena setiap orang atau pembeli potensial sekarang telah memiliki produk, sehingga penjualan sangat tergantung pada penggantian dan pertambahan penduduk.

d.    Tahap penurunan (decline)
Yaitu tahap penurunan dalam permintaan terhadap produk. Hampir semua produk akan mengalami tahap keempat ini, oleh karena itu perusahaan harus senantiasa bekerja pada pengembangan produk-produk baru untuk menggantikan produk-produk lama.

2). Kecenderungan dalam Pengembangan Produk

Ada beberapa alasan adanya pengembangan produk, antara lain :

a. Banyak perusahaan mengurangi macam produk dan menghentikan pembuatan barang-barang dalam garis produknya yang hanya menguntungkan secara marginal.

b. Banyak perusahaan sedang mencoba untuk menyederhanakan produk-produk mereka melalui perancangan kembali bagian-bagian dan komponen-komponen sehingga unit-unit dengan jumlah lebih sedikit akan melakukan pekerjaan yang sama.

3). Proses Pengembangan Produk Baru

Proses pengembangan produk baru, terdiri 5 (lima) langka sebagai berikut :

a. Pencarian gagasan

Sumber utama gagasan-gagasan produk baru adalah dari pasar atau teknologi yang telah ada. Gagasan pasar merupakan berbagai kebutuhan dan keinginan para konsumen (langganan) yang belum terpenuhi.

b. Seleksi produk

Gagasan-gagasan tersebut dianalisis dengan kriteria antara lain : potensi pasar, kelayakan finansial, dan kesesuaian operasi.

Tujuan analisis adalah untuk menyaring gagasan-gagasan yang jelek, karena menerima suatu gagasan jelek dan mengembangkan menjadi suatu produk akan membuat perusahaan rugi.

c. Disain produk pendahuluan

Bersangkutan dengan pengembangan desaian terbaik bagi gagasan produk baru.

d. Pengujian (testing)

Pengujian terhadap prototype-prototype ditujukan pada pengujian pemasaran dan kemampuan teknikal produk. Salah satu cara yangd apat dilakukan adalah dengan melakukan uji pasar.

e. Disain akhir (final)

Dalam tahap ini, spesifikasi-spesifikasi produk dan komponen-komponennya dan gambar-gambar eprakitan disusun yang memberikan basis bagi proses produksinya.

Pengembangan produk baru, bukanlah pekerjaan yang mudah karena adanya berbagai hamabtan, antara lain :

  • Kurangnya gagasan (ide) pengembangan produk baru yang baik.
  • Kondisi pasar yang semakin bersaing, akerna banyaknya pesaing dan berbagai produk substitusi.
  • Batasan-batasan yang semakin bertambah dari masyarakat dan pemerintah.
  • Biaya proses pengembangan produk baru yang sangat mahal.
  • Tingginya tingkat kegagalan produk baru dalam pemasarannya, karena ternyata tidak memenuhi pengharapan konsumen atau tidak memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
  • Jangka waktu kehidupan produk baru yang pendek.

4). Disain Produk dan Spesifikasi Kualitas

Berbagai keputusan harus dibuat manajemen sehubungan dengan desaian produk dan jasa, antara lain :

  • Manajemen harus membuat keputusan yang menyangkut “trade-off” antara bentuk dan fungsi.
  • Para perancang harus membuat keputusan tentang bahan-bahan yang digunakan.

Dalam pembuatan pilihan bahan diantara berbagai kemungkinan yang ada, para perancang perlu selalu mempertimbangkan faktor-faktor : kebutuhan spesifikasi produk atau komponen, biaya-biaya bahan relatif, dan biaya-biaya pemrosesan relatif.

Keputusan-keputusan lain juga harus memperhatikan :

a. Modular Design

Untuk mengambangkan serangkaian komponen-komponen produk dasar yang dapat dirakit menajdi sejumlah besar produk yang berbeda-beda.

b. Diversifikasi

Yaitu kesempatan untuk menambah atau memperluas macam produk yang dibuat dan dijual. Ada tiga macam diserfikatif, yaitu: diversifikasi konsentrik, diversifikasi horizontal, diversifikasi konglomerat.

Kebaikannya adalah kemampuan untuk menawarkan lebih banyak pilihan kepada para langganan, sedangkan kelemahannya akan membuat fungsi pemasaran makin sulit, karena terlalu banyak macam produk akan membingungkan langganan.

c. Standarisasi

Adalah sesuatu yang agak lain, yaitu proses penentuan spesifikasi ukuran, bentuk, dan karakteristik-karakteristik lain pada barang-barang yang dibuat

d. Reliabilitas (keandalan)

Adalah probabilitas bahwa suatu komponen atau produk akan aus pada lama waktu tertentu di bawah kondisi penggunaan normal.

e. Konflik-konflik Disain

Konflik yang timbul lebih sering diakibatkan karena orang-orang produksi, teknisi, pemasaran, dan keuangan dalam organisasi sering mempunyai tujuan-tujuan yang berbeda.

f. Dimensi kulaitas pada disaian produk

Kualitas merupakan faktor yang terdapat dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut benilai sesuai dengan maksud untuk apa produk itu diproduksi.

5). Perancangan Jasa

Perancangan produk dan perancangan jasa tidak mempunyai perbedaan secara mendasar, hanya dalam suatu organisasi jasa, pelayanan yang diberikan merupakan “produk”-nya. Organisasi-organisasi jasa biasanya lebih fleksibel dan dapat merubah kegiatan-kegiatan mereka lebih cepat dibanding perusahaan-perusahaan manufaktur.

Baca juga: Keputusan Produk Individual Untuk Pengembangan Dan Pemasaran

Organisasi-organisasi jasa harus memutuskan beberapa faktor kunci pelayannanya, yang secara ringkas dapat diperinci sebagai berikut :

  • Lini pelayanan yang ditawarkan
  • Ketersediaan pelayanan
  • Tingkat pelayanan
  • Garis tunggu dan kapasitas pelayanan
Sekian pembahasan kali ini tentang Cara Perancangan Dan Pengembangan Produk. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.
Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Anomali Pendidikan Tinggi Akuntansi dan Pendidikan Profesi
Manajemen Strategis
Anomali Pendidikan Tinggi Akuntansi dan Pendidikan Profesi Berkelanjutan

Pendidikan Tinggi Akuntansi dan Pendidikan Profesi Berkelanjutan Berbeda dengan negara-negara di Anglo -American, akuntan beregister (certified / chartered accountants) di Indonesia sampai dengan saat ini bisa dihasilkan secara langsung oleh perguruan tinggi yang diakui. Organisasi profesi tidak banyak terlibat. Karena itu, karakteristik akuntan beregister di Indonesia juga mencerminkan pola pendidikan …

Mengembangkan Proses Manajemen Strategis
Manajemen Strategis
Mengembangkan Proses Manajemen Strategis

Mengembangkan Proses Manajemen Strategis Daftar isi Mengembangkan Proses Manajemen StrategisFrederick W. Glueck, Stephan P. Kaufman, dan A. Steven Walleck, mempelajari evolusi manajemen strategis di 120 perusahaan.Tahap 1 perencanaan keuangan Basic.Tahap 2 perencanaan berbasis Prakiraan.Tahap 3 Eksternal berorientasi perencanaan.Tahap 4 Manajemen Strategis.Mengapa Manajemen Strategis Penting:Survival of Business:E-Commerce:Natural Environment Issue: Proses manajemen …

Pentingnya Dan Nilai Manajemen Strategis
Manajemen Strategis
Pentingnya Dan Nilai Manajemen Strategis

Pentingnya Dan Nilai Manajemen Strategis Daftar isi Pentingnya Dan Nilai Manajemen StrategisNilai Manajemen Strategis finansial dan nonfinansialManfaat keuangan Manfaat non finansialMereka menyajikan beberapa manfaat dari Nilai Manajemen Strategis: Sejumlah alasan yang diberikan oleh banyak penulis sebagai mengapa organisasi harus terlibat dalam manajemen strategis. Banyak studi penelitian menunjukkan baik keuntungan finansial dan …