Analisis Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan Buatan

Analisis Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan Buatan

Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan

Halo salam sukses untuk kita semua pada kesempatan kali ini saya akan berbagi artikel menarik tentang Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan Buatan untuk itu simak terlebih dahulu intermezo berikut. Ikan sebagai salah satu hasil perikanan merupakan salah satu bahan makanan yang tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahan makanan ini merupakan sumber protein yang relatif murah, tetapi beberapa jenis di antaranya mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diekspor. Salah satu kelemahan ikan sebagai bahan makanan ialah sifatnya yang mudah busuk setelah ditangkap dan mati. Oleh karena itu, ikan perlu ditangani dengan baik agar tetap dalam kondisi yang layak dikonsumsi oleh konsumen. Tidak kalah pentingnya adalah pemberian pakan pada ikan yang harus tersedia dan mencukupi kebutuhan baik kuantitas maupun kualitasnya. Untuk menjamin ketersediaan pakan ikan yang memadai maka perlu dilakukan usaha produksi pakan ikan buatan, sehingga kontinuitas produksi ikan akan berlangsung dengan lancar dan baik sampai pemanenan untuk selanjutnya disalurkan kepada konsumen.

ANALISIS PELUANG USAHA PEMBUATAN PAKAN IKAN BUATAN

Merencanakan untuk berusaha, terlebih dahulu dimulai dengan cara memperkirakan manfaat yang diharapkan supaya mendatangkan keuntungan. Suatu usaha yang akan dibuka sebagai usaha baru atau cara yang dikembangkan produknya, tidaklah semata-mata dilihat dari keuntungannya saja, namun perhitungan siapa yang diuntungkan dengan adanya usaha tersebut. Apabila keuntungan dapat dinikmati oleh satu pihak, sedangkan pihak lain terkena akibatnya seperti pencemaran air dan udara, kebisingan suara, gangguan lalu lintas umum dan lain-lain, maka harus dicari penanggulangan dampak negatifnya.

Untuk membuka usaha pembuatan pakan ikan, ada baiknya mengetahui :

  1. Manfaat dan keuntungan apa yang dapat diperoleh dari usaha yang hendak dikembangkan.
  2. Masih adakah peluang pasar yang diharapkan?
  3. Berapa besarkah jumlahnya yang diminta secara potensi, efektif dan mampu disediakan?
  4. Bagaimana caranya untuk mengusahakan kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut?
  5. Bagaimana cara memperoleh dana dan berapa kebutuhan untuk investasi dan modal kerjanya?

Analisis Peluang Usaha Pembuatan Pakan Ikan Buatan

Pasar industri pakan ikan terdiri atas individu-individu dan organisasi-organisasi yaitu petani ikan dan organisasi-organisasi yang berhubungan dengan sektor perikanan, seperti Kelompok Petani Ikan dan Koperasi Unit Desa. Dengan melihat potensi budidaya ikan, baik di perairan tawar, payau dan laut secara semi intensif dan intensif, dapat dikatakan tingkat permintaan pakan ikan sangatlah besar dan masih terbuka.

Disamping itu ada beberapa hal lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

a. Hasil secara keseluruhan dari aspek-aspek yang ada seperti :

  1. Aspek teknis/produksi
  2. Aspek pemasaran
  3. Aspek manajemen
  4. Aspek finansial
  5. Aspek hukum
  6. Aspek iklim berusaha
  7. Aspek sosial budaya

b.Sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk usaha misalnya angkutan dan jalan raya, lembaga keuangan, pelabuhan.

c.Biaya yang dibebankan dan hasil yang diharapkan akan diterima.

d.Akibat langsung/tidak langsung serta manfaatnya bagi kegiatan usaha tersebut.

Dalam mengintepretasikan data peluang usaha harus dipikirkan resiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan usaha, antara lain resiko pemborosan, penyelewengan, resiko piutang dan lain-lain. Dengan ditetapkannya pokok-pokok ketentuan, maka dapat dilakukan tindakan berjaga-jaga/pencegahan, menekan sekecil mungkin resiko yang terjadi.

A. Resiko pemborosan dan penyelewengan

  1. Mengadakan seleksi atas kecakapan maupun kejujuran
  2. Menanamkan kesadaran dan melakukan tindakan tegas yang mungkin dilakukan perusahaan
  3. Menanamkan rasa tanggung jawab yang lebih besar
  4. Menutup sekecil mungkin lubang-lubang kemungkinan pemborosan dan penyelewengan
  5. Melakukan inspeksi secara efektif
  6. Memisahkan tugas pelaksana dan pengawas
  7. Mengadakan administrasi yang baik
  8. Memberikan upah yang cukup.

B. Resiko piutang

  1. Resiko tidak dibayarnya seluruh piutang
  2. Resiko tidak dibayarnya sebagian piutang
  3. Resiko keterlambatan di dalam melunasi piutang-piutangnya
  4. Resiko tertanaminya modal dalam piutang.

Resiko-resiko lain yang mungkin timbul adalah sebagai berikut :

  1. Resiko bahaya kebakaran
  2. Resiko terhadap benacana alam
  3. Resiko penipuan dan pencurian
  4. Resiko keadaan ekonomi yang memburuk
  5. Resiko kematian/kehilangan seorang penentu pelaksana
  6. Resiko kegiatan usaha terhenti
  7. Resiko tanggung jawab.

Istilah-istilah pakan ikan

Pelet : Pakan buatan kering-lengkap, dengan ukuran ± 2 cm dan diameter 2 mm.
Flake : Pakan buatan kering-lengkap, dengan bentuk seperti lembaran.
Crumble : Pakan buatan kering-lengkap, dengan bentuk seperti remah-remah.
Perubahan deterioratif : Perubahan kimiawi pada pakan/bahan pakan yang menyebabkan terjadinya perubahan aroma dan nilai nutrisi; perubahan kimia ini terjadi secara alami dan berhubungan kandungan lipid dalam pakan.
Alga : Mahluk hidup bisa mikro atau makro, nabati atau hewani, dengan habitat alaminya adalah perairan.

Artikel terkait: Cara Budidaya Dan Ternak Lele Pemula Panduan Lengkap 

PENYUSUNAN PROPOSAL TEKNIS USAHA PEMBUATAN PAKAN IKAN BUATAN

Dalam menjalankan aktifitasnya, setiap perusahaan dapat menyusun rencana kegiatan usahanya. Kegiatan usaha yang akan dilakukan adalah memproduksi pakan ikan alami. Selanjutnya siswa diharuskan membuat proposal teknis yang terdiri dari tujuh bagian utama, yaitu :

  1. Ringkasan eksekutif, yaitu ringkasan yang memuat garis besar rencana usaha yang akan dikerjakan.
  2. Ringkasan perusahaan, yaitu ringkasan yang mendeskripsikan dengan singkat perusahaan yang akan dibuat dan apa yang akan dikerjakan.
  3. Analisis produk dan jasa yang medeskripsikan secara singkat produk dan jasa yang akan dihasilkan. Dilengkapi dengan informasi mengapa produk dan jasa tersebut lebih baik daripada produk dan jasa para pesaing.
  4. Analisis pasar yang dilakukan untuk mengidentifikasi pasar target dan menunjukkan cara penentuan segmen pasar untuk mencapai penetrasi pasar.
  5. Rencana strategis, yaitu rencana tindakan yang menjelaskan bagaimana rencana usaha keseluruhan akan dilaksanakan.
  6. Profil manajemen, yaitu dokumentasi profil para karyawan kunci, rekan bisnis, dan penasehat propesional yang akan dipekerjakan untuk mendukung usaha.
  7. Analisis keuangan, yaitu laporan keuangan dan laporan akutansi pendukung.

Teknik Penyusunan Proposal

Hampir semua kegiatan selalui disertai dengan sebuah proposal, namun masih sedikit yang berminat mendalami mengenai proposal. Proposal mengandung pengertian sebagai rencana yang dituangkan dalam bentuk

rancangan kerja. Jenis proposal tergantung dari tujuan penggunaannya, misalkan proposal kerja, proposal usaha, proposal penelitian, proposal teknis, dan proposal lainnya. Meskipun memiliki karakteristik masing-masing, proposal mempunyai tujuan sama yaitu memberikan informasi mengenai tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Teknik Analisa Untung Rugi

Seorang pengusaha yang akan bergerak dalam suatu jenis kegiatan usaha sebaiknya melengkapi diri dengan laporan analisa untung rugi. Hasil analisa ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja usaha yang sedang dilakukan. Apakah usaha yang sudah dilakukan kondisinya menguntungkan atau malah sebaliknya.

Pada dasarnya, teknik analisa untung rugi relatif sederhana, namun kesulitan yang dihadapi adalah dalam penentuan komponen yang diperlukan dalam analisis tersebut. Kesulitan tersebut terjadi karena adanya perbedaan harga yang berlaku antar daerah, sulitnya mendapatkan variabel baku, sangat tergantung dari perubahan mata uang, keinginan masyarakat, atau perkembangan yang terjadi. Pengalaman dan ketekunan yang dimiliki pengusaha akan banyak membantu dalam pembuatan analisis untung rugi.

Data yang diperlukan dalam pembuatan analisis untung rugi terbagi menjadi tiga komponen utama, yaitu variable biaya, besarnya produksi, dan hasil penjualan. Variabel biaya terdiri dari biaya investasi, biaya tetap, dan biaya tidak tetap. Biaya investasi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk pengadaan sarana dan prasarana usaha, seperti tanah, bangunan, peralatan utama, dan modal kerja. Biaya tetap adalah beban atau pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh pengusaha, dimana besarnya relatif tetap dan tidak dipengaruhi oleh perubahan tingkat kegiatan.

Contoh dari biaya tetap antara lain biaya penyusutan alat, bunga bank, dan pajak. Biaya tidak tetap adalah beban yang harus dikeluarkan oleh pengusaha dan besarnya tidak tetap, tergantung dari tingkat usaha yang dilakukan. Contoh dari biaya tidak tetap adalah biaya produksi yang meliputi biaya untuk memperoleh bahan baku, peralatan, upah, dan lain-lain. Biaya tetap dan biaya tidak tetap sering dinyatakan sebagai biaya produksi.

Variable berikutnya yang diperlukan dalam pembuatan analisis untung rugi adalah informasi produksi. Produksi merupakan hasil yang diperoleh dari suatu kegiatan usaha, baik berupa barang atau jasa. Hal ini relatif sulit dilakukan untuk produksi berbentuk jasa; sedangkan untuk produksi berbentuk barang dapat dengan mudah dilakukan. Informasi mengenai penjualan merupakan variable lain yang juga diperlukan dalam pembuatan analisis untung rugi. Informasi mengenai penjualan dapat diperoleh berdasarkan jumlah produk yang terjual dan harga produk. Berdasarkan data ketiga komponen utama tersebut, selanjutnya dapat dilakukan analisis untung rugi dengan menentukan Break Event Point (BEP), R/C, B/C, NPV, dan Internal Rate of Return (IRR) atau nilai pengembalian modal.

BEP dapat dibagi menjadi BEP harga dan produksi.

BEP harga merupakan rasio antara biaya operasional dengan total produksi. Hasil yang diperoleh menunjukan harga produk minimal yang harus diberlakukan agar dapat mencapai BEP. Adapun BEP produksi merupakan rasio antara biaya produksi dengan harga jual produk. Hasil yang diperoleh menunjukan tingkat produksi minimal yang harus dihasilkan agar tercapai BEP.

B/C rasio merupakan perbandingan antara hasil penjualan (benefit) dengan biaya operasional (cost).

R/C rasio merupakan perbandingan antara hasil (revenue) dengan biaya operasional.

Net Present Value (NPV) adalah nilai uang saat sekarang.

Nilai NPV diperoleh dari data keuntungan (benefit), biaya (cost), dan keuntungan bersih (net benefit) yang telah dikoreksi oleh bunga bank (discount factor). Data yang dibutuhkan untuk menghitung NPV adalah data time series selama lima tahun atau lebih.

Pengembalian modal (Internal Rate of Return; IRR) adalah waktu yang diperlukan oleh pengusaha untuk mengembalikan modal investasinya. Nilai IRR dapat diperoleh melalui perbandingan antara keuntungan bersih dan biaya tetap dengan modal investasi. Nilai yang diperoleh dapat digunakan untuk menduga berapa lama modal investasi yang ditanamkan akan kembali.

Tahapan Penyusunan Cashflow

Cashflow merupakan arus kas masukan dan keluaran suatu perusahaan. Pembuatan cash flow tergantung dari tujuannya. Ada cash flow berdasarkan jenis kegiatan, waktu, kebutuhan tenaga kerja, bahan, peralatan, dan dana.

Baca juaga: Cara Budidaya Dan Ternak Lele Pemula Panduan Lengkap

Sumber-Sumber Pendanaan

Kebutuhan akan dana usaha secara garis besar dapat dipenuhi melalui 2 sumber :

1.Dari luar perusahaan :

a.Pendanaan sendiri (berasal dari pemilik, peserta, pengambil bagian).

b.Pendanaan asing (berasal dari bank, negara, asuransi dan kredit-kredit lain).

2.Dari dalam perusahaan :

a.Pendanaan intern (penggunaan laba cadangan, laba tidak dibagi di dalam perusahaan).

b. Pendanaan intensif (penggunaan penyusutan-penyusutan aktiva tetap).

Sebagaiman diketahui, salah satu sumber dana dari luar perusahaan berasal dari kreditur. Kreditur ini bisa perorangan, bank, lembaga-lembaga keuangan, ataupun perusahaan-perusahaan lain. Contohnya bila kita membeli bungkil kedelai untuk bahan pembuatan pakan yang pembayarannya dilakukan dalam waktu satu bulan berikutnya, ini salah satu bentuk kredit dari penjual. Atau kita dapat uang muka dari pembeli untuk pembelian pakan yang baru akan diserahkan beberapa hari berikutnya, ini juga merupakan salah satu bentuk kredit dari pembeli.

Pada kenyataannya, kita sering menghadapi masalah pada saat baru akan berusaha, untuk itu kita harus tahu apa dan bagaimana caranya mendapatkan kredit untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut. Dalam hal ini, pemerintah telah menyediakan beberapa macam kredit dan ketentuannya.

A. Kredit Investasi Kecil (KIK)

1.Besar kredit kecil atau sama dengan Rp. 5.000.000,00. Bungan 12% setahun.

2.Jangka waktu kredit termasuk masa tenggang paling lama 5 tahun.

3.Kewajiban pembiayaan sendiri menurut kemampuan, tidak mutlak harus 25%.

4.Untuk kegiatan-kegiatan melakukan usaha-usaha rehabilitasi atau perluasan yang menghasilkan barang-barang atau jasa (tidak termasuk hiburan).

5.Jaminan kredit

*Proyek yang dibiayai dengan KIK yang bersangkutan.

*Jika nilai fisik kurang dicukupi dengan kekayaan lain milik nasabah atau pihak ketiga sehingga menjadi sekurang-kurangnya 100% dari jumlah kredit.

6.Sumber-sumber pembiayaan kredit

-Bank Indonesia 80%

-Bank Pelaksana 20%.

7.Dalam prosedur permohonan dan pemberian kredit, Bank Pelaksana membuat Daftar Isian yang harus dipenuhi oleh pemohon kredit.

8.Biaya materai dikenakan hanya Rp. 25,00 dan tidak sebesar 5% dari jumlah kredit yang disetujui.

9.Bank Pelaksana melakukan pengawasan kredit secara terus menerus membina nasabah, khusus dalam mengadakan perbaikan administrasi dan manajemen.

10.Guna memperkuat jaminan kembali kredit tersebut, Bank Pelaksana mengadakan perjanjian pertanggungan dengan PT. Askrindo.

11.KIK diberikan kepada pengusaha-pengusaha pribumi, yang memiliki modal sama atau lebih kecil dari Rp. 25.000,00.

B. Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
  1. Modal kerja permanen adalah modal kerja yang secara terus menerus untuk kelancaran kerja.
  2. KMKP diberikan kepada semua usaha yang melakukan usaha rehabilitasi atau perluasan yang menghasilkan barang-barang atau jasa.
  3. Jumlah kredit paling besar Rp. 5.000.000,00.
  4. Bunga kredit 15% setahun.
  5. Jangka waktu kredit termasuk masa tenggang paling lama 3 tahun.
  6. Cara pemberian oleh Bank sama dengan cara pemberian kredit modal kerja/eksploitasi lainnya.
C. Cara mendapatkan kredit

1.Daftar Isian KIK

a.Keterangan tentang pemohon kredit

  • -Nama pemohon/perusahaan
  • -Alamat
  • -Lapangan usaha dan izin usaha
  • -Riwayat hidup dan pengalaman pengusaha.

b.Hubungan kredit dengan pihak luar

  • -Apakah pernah menerima kredit dari Bank (Nomor Akad Kredit, Tanggal, Jumlah, Keperluan, Jaminan)
  • -Apakah pernah menerima kredit dari pihak Bukan Bank (Tanggal, Jumlah, Keperluan, Jaminan).

c.Keterangan kredit investasi yang diminta

  • -Lokasi proyek status tanah, dimana proyek didirikan
  • -Jumlah kredit investasi yang diperlukan
  • -Tujuan penggunaan kredit (perbaikan gedung/tempat usaha, pembelian peralatan/mesin, pembelian lain-lain untuk usaha)
  • -Alasan permintaan kredit (rehabilitasi, perluasan, pembangunan baru)
  • -Jangka kredit yang diminta dan rencana pelunasan (per bulan, per triwulan, per musiman, per tahun)
  • -Cara penyediaan pembiayaan sendiri (tunai, kekayaan yang diperhitungkan sebagai pembiayaan sendiri).

d. Gambaran rencana usaha

  • -Rencana kerja/produksi
  • -Jumlah produksi yang akan dicapai, perputaran usaha dibandingkan tahun-tahun sebelumnya
  • -Jaminan (perincian menurut jenis, tempat, nilai/harga, dan juga jaminan dari pihak ketiga).

e. Lain-lain (yang dianggap perlu).

2.Pedoman penyusunan permohonan kredit

a.Orientasi umum

Gambaran tentang keadaan permintaan akan barang-barang/jasa perusahaan dihubungkan dengan kehidupan ekonomi secara keseluruhan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan yang menghasilkan barang/jasa tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan.

b.Data dan informasi tentang perusahaan

1)Keterangan pribadi pemohon

  • -Nama
  • -Alamat
  • -Tempat dan tanggal lahir
  • -Pendidikan
  • -Pengalaman usaha
  • -Kedudukan dalam masyarakat
  • -Keterangan tentang keluarga/istri (istri/suami dan jumlah anak).

2)Keterangan tentang perusahaan

  • -Nama perusahaan
  • -Status hukum (Perseroan, Firma, CV, PT, Koperasi)
  • -Alamat kantor
  • -Lokasi usaha/proyek
  • -Modal yang telah ditanamkan
  • -Sekutu-sekutu dalam perusahaan
  • -Surat-surat izin (industri, perdagangan, ekspor/impor dan lain-lainnya)
  • -Nomor rekening di bank (kalau sudah menjadi nasabah suatu bank)
    -Lain-lain.

3)Keadaan perusahaan sekarang

a)Produksi

-Bahan baku

(Jenis bahan-bahan baku/penolong, sumber/ potensi persediaan, fasilitas pembelian dan lain-lainnya) atau barang-barang/jasa utama.

-Proses produksi

(Jenis alat, tenaga ahli, lama proses dan lain-lainnya) atau cara pembelian/penjualan.

-Hasil produk (barang/jasa atau jasa sampingan)

-Produksi nyata

Jumlah produksi rata-rata dalam satu periode pada waktu-waktu yang lampau atau hasil penjualan rata-rata dalam suatu periode pada waktu-waktu yang lampau.

b)Perhitungan harga pokok

-Biaya tetap

  1. Gaji dan upah tetap
  2. Biaya administrasi
  3. Biaya modal sendiri
  4. Biaya umum

-Biaya tidak tetap

  1. Bahan baku/penolong
  2. Upah buruh
  3. Ongkos angkutan
  4. Biaya-biaya lain

-Biaya-biaya non produksi

  1. Penghapusan
  2. Biaya modal pinjaman
  3. Beban-beban sosial
  4. Dan lain-lain

c)Pemasaranbarang-barang/jasa yang dihasilkan perusahaan

  • Daerah-daerah dan langganan-langganan yang telah dikuasai
  • Sistem penjualan (tunai atau kredit)
  • Cara penyaluran (langsung atau tidak langsung)
  • Macam/jenis pembeli (konsumen)
  • Keadaan persaingan dengan perusahaan yang lain yang menghasilkan barang/jasa sejenis
  • Fasilitas penjualan (angkutan, keamanan dan lain-lainnya)
  • Perbandingan antara persediaan barang/jasa dengan jumlah penjualan
  • Neraca dan laporan Rugi/Laba

4)Rencana kerja perusahaan

a) Alasan permohonan

  • Rehabilitasi
  • Perluasan
  • Pembangunan proyek baru

b) Kredit yang diperlukan

  • KIK (bangunan, tanah, mesin, peralatan lain, kendaraan bermotor)
  • KMKP (bahan baku/penolong, gaji/upah tetap, upah buruh langsung, biaya operasi)

c)Jangka waktu, bunga, masa tenggang

d) Rencana kerja

  • Jadwal/tahap kegiatan
  • Hasil-hasil produksi/jasa yang akan dihasilkan berikut hasil-hasil sampingan
  • Dan sebagainya.

e) Rencana biaya operasi

  • Biaya tetap
  • Biaya tidak tetap
  • Biaya non produksi

f)Harga pokok barang/jasa pada waktu yang akan datang

g)Rencana pendapatan

h)Rencana pelunasan.

Setelah memperoleh kepastian pendanaan barulah kita kaji kembali persiapan usaha pembuatan pakan, dimulai dengan pemilihan lokasi. Agar efisien, dan efektif, lokasi pabrik pakan haruslah memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

  • -Dekat dengan jalan
  • -Dekat dengan lokasi pangsa pasar
  • -Tidak terlalu dekat dengan pemukiman
  • -Air bersih mudah diperoleh, baik PAM ataupun sumur bor
  • -Tidak terlalu jauh dengan sentra bahan baku.

Dengan melihat potensi pasar, dapat dipilih jenis pakan ikan apa yang akan diproduksi. Untuk lokasi yang dekat dengan sentra-sentra pertambakan di pantai, tentu lebih tepat apabila dipilih pakan udang atau bandeng. Sedangkan lokasi yang jauh dari pantai, dapat dipilih pakan untuk ikan-ikan di keramba jaring apung atau kolam-kolam tradisional, seperti ikan mas, nila dan lele. Formulasi pakan untuk ikan udang tentu berbeda dengan bandeng, berlainan pula dengan pakan lele, tapi perhitungannya telah dibahas pada modul “Pembuatan Pakan Ikan”.

Persiapan alat dan bahan untuk pembuatan pakan, tentu bergantung kepada, sebesar apa skala usaha yang akan diupayakan, skala yang besar dengan tingkat pemasaran regional, tentu alat-alat yang digunakan haruslah berkapasitas besar, sebaliknya skala kecil dengan lingkup pemasaran kecamatan, mesin yang diperlukan kapasitasnya lebih kecil. Demikian pula halnya dengan kebutuhan bahan-bahan baku.

Baca juga: Menariknya Peluang Usaha Abon Ikan 2019 Menguntungkan

PEMASARAN HASIL USAHA PRODUKSI PAKAN IKAN BUATAN

Pengertian dan Ruang Lingkup Pemasaran

Pemasaran diartikan sebagai suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.

Proses pemasaran mulai dilakukan jauh sebelum produksi sesuatu barang/jasa dibuat, tidak dimulai pada saat produksi selesai. Juga tidak berakhir pada waktu penjualan atau transaksi. Semua keputusan yang diambil di bidang pemasaran harus ditujukan untuk menentukan produk dan pasarnya, harganya, promosi dan sistem distribusinya.

Hal yang sangat penting adalah pengusaha harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen jika ingin kelangsungan (kontinuitas) usahanya terjamin. Serta harus mampu mempengaruhi agar konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap usahanya. Membuat jaminan yang lebih baik atas barang dan jasa.

Penjualan merupakan ilmu dan seni yang dapat mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual dengan mengajak orang lain agar bersedia membeli produk yang ditawarkan.

Ruang Lingkup Manajemen Pemasaran

Ruang lingkup manajemen pemasaran sangat luas, tetapi yang akan dibahas di sini hanya hal-hal sebagai berikut :
1.Perencanaan pemasaran (Marketing Planning)

2.Ramalan penjualan (Sales Forecasting)

3.Kebijakan dan strategi pemasaran

a.Produk
b.Harga
c.Promosi
d.Distribusi

4.Pengendalian peningkatan efisiensi pemasaran.

Rencana Pemasaran

Rencana pemasaran merupakan kegiatan menyusun dan merumuskan rencana di bidang pemasaran agar usaha dan kegiatan pemasaran dapat menghasilkan laba dan manfaat tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Rencana pemasaran mengandung unsur-unsur :

a.Kekuatan dan kelemahan perusahaan sekarang

b.Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai

c.Perumusan usaha-usaha yang perlu dilaksanakan guna mencapai tujuan yang menyangkut :

  1. Strategi : artinya dengan jalan apakah sebaiknya kita sampai ke tujuan tersebut?
  2. Taktik : artinya tindakan-tindakan dan aksi-aksi khusus apakah yang perlu diadakan, oleh siapa dan kapan?
  3. Kontrol : alat-alat apakah yang perlu diadakan agar diketahu apakah pelaksanaan perencanaan kita berhasil?

Rencana pemasaran sebaiknya ditulis, karena akan dapat diperoleh manfaat oleh semua pihak yang ada dalam perusahaan. Manfaat itu antara lain :

a.Dasar perencanaan bagi kegiatan bagian-bagian lain dalam organisasi perusahaan.

b.Dasar untuk pertanggungjawaban pelaksanaan rencana tersebut.

c.Bahan perbandingan dari berbagai usaha untuk menyusun rencana laba.

Baca juga: Bisnis Plan Budidaya Lele Sangkuriang

Cara Menyusun Rencana Pemasaran

Urutan penyusunan rencana pemasaran adalah :

1)Mengenal pasar (Diagnosis)

Yaitu mempelajari keadaan pasar dengan kegiatan mengumpulkan serta menggunakan data tentang pasar, ekonomi umum, bagian pasar, besarnya penjualan yang telah tercapai, kecenderungan pada saat itu dan lain-lain.

2)Meramal keadaan mendatang (Prognosis)

Setelah sampai pada posisi tertentu, maka perlu juga diketahui kemana perusahaan akan kita arahkan.

3)Penentuan tujuan

Diagnosis menghasilkan analisis dan ramalan pemasaran, yakni tentang sesuatu yang cenderung bakal terjadi. Berdasarkan ini ditentukan tujuan dan sasaran yang akan dicapai dengan mempertimbangkan kekuatan serta kesempatan dan bahaya yang mematikan perusahaan.

Penentuan tujuan ini mencakup jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

a)Barang/jasa apa yang akan dijual?

b)Di mana daerah pemasarannya?

c)Siapa pembelinya?

d)Bagaimana penjualan dilakukan?

e)Siapa penyalurnya?

f)Hasil apa yang harus dicapai (laba)?

4)Kebijakan dan siasat (Strategi)

Cara dan tindakan manakah yang terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan?

Kebijakan dan siasat ini meliputi :

a)Kebijakan barang (Product)

b)Kebijakan harga (Price)

c)Kebijakan promosi (Promotion)

d)Kebijakan penyaluran (Distribution).

Pelbagai jenis kebijakan dan siasat pemasaran barang/jasa lainnya, meliputi :

1.Pengembangan pakan ikan

2.Penciptaan pakan ikan jenis baru

3.Pemasaran barang tunggal (spesialisasi barang) atas pemasaran aneka barang

4.Pemakaian cap dagang dan cap usaha (tanda pengenal dagang/usaha)

5.Penggunaan pembungkus

6.Pelayanan setelah penjualan yang meliputi :

a.Garansi (jaminan) untuk jangka waktu tertentu terhadap kerusakan

b.Penggantian pakan yang rusak

c.Pemberian keterangan cuma-cuma untuk pemakaian dan pemeliharaan.

Kebijakan Harga (Price Policy)

Harga barang merupakan pertimbangan terpenting bagi pembeli untuk memutuskan membeli atau tidak. Oleh karena itu penting bagi pengusaha untuk menentukan harga jual yang tepat, yakni menguntungkan pengusaha dan terjangkau oleh konsumen.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga jual yang tepat adalah :

a.harga pokok

b.daya beli para pembeli

c.jangka waktu perputaran modal

d.peraturan-peraturan pemerintah

e.cara penentuan harga berdasar situasi persaingan.

a.Harga Pokok

Pengusaha harus dapat memperhitungkan secara cermat biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang/jasa untuk setiap satuan (unit). Biaya tersebut terdiri dari :

1)Biaya produksi

a)biaya bahan baku

b)biaya tenaga kerja

c)biaya umum (overhead)

2)Biaya komersial

Biaya pemasaran dan biaya administrasi umum dalam perhitungan dari harga pokok adalah harga jual setelah ditambah dengan persentase laba yang diinginkan secara wajar.

b.Daya Beli Konsumen/Pembeli

Konsumen jarang memikirkan berapa harga pokok barang yang dibelinya, berapa keuntungan pengusaha. Kemampuan membayar serta tingkat dan urutan kepentingan merupakan dasar yang sangat menentukan dalam pembelian. Jadi pengusaha harus memperhatikan apakah barang/jasa yang ditawarkan merupakan kebutuhan pokok, sekunder, barang mewah bagi pembeli. Oleh karena itu untuk sejumlah pembeli yang kemampuan daya belinya rendah, maka perlu dipertimbangkan cara-cara pembayaran kredit atau cicilan.

c.Peraturan Pemerintah

Pengusaha harus mengetahui peraturan-peraturan pemerintah yang mengatur barang-barang jasa tertentu yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak atau penting bagi pertumbuhan ekonomi seperti kebijakan pemerintah pada paket-paket. Oleh karena itu harga barang/jasa tersebut diawasi oleh pemerintah. Adanya perubahan-perubahan peraturan pemerintah perlu segera diketahui, terlambat mengetahui berarti kerugian antara lain :

1.Pakto 88 (paket 27 Oktober 1988) mengenai perhubungan angkutan luas.

2.Pak Nop. (paket 20 November 1988) deregulasi perbankan atau lembaga keuangan non-bank.

d.Cara Penentuan Harga Berdasar Situasi Persaingan

Tujuan penentuan harga berdasar situasi persaingan ini adalah untuk mencegah persaingan, laba yang maksimal. Dengan cara ini harga jual hasil produksi dapat ditetapkan sebagai berikut :

1)Penetapan harga setingkat dengan harga pasar

Jika persaingan sangat tajam, serta hasil produksi tidak mudah dibedakan dengan produk saingan, juga jika di pasar sudah ada standar harga dari hasil produksi tersebut, seperti sabun mandi kualitas menengah, berapa jenis minuman.

2)Penetapan harga di bawah harga pasar

Hal ini biasanya dilakukan oleh pengecer, dengan tujuan memperoleh laba maksimal dengan jalan penurunan harga yang kecil tetapi diimbangi oleh perputaran modal yang besar dari barangan dagangan.

3)Penetapan harga di atas harga pasar

Biasanya kebijakan menentukan harga di atas harga pasar merupakan kebijakan sementara sifatnya, kebijakan tersebut seringkali dilakukan pada periode-periode pertama oleh perusahaan yang memperkenalkan suatu produk yang baru dan unik di pasaran, ataupun apabila pedagang/ toko memiliki suatu reputasi yang terkemuka, maka para pembeli akan bersedia membayar di atas harga pasar di toko tersebut.

Bagi suatu usaha, baik yang sudah berjalan, maupun yang akan melangkah ke arah sukses, alangkah baiknya kalau sukses yang akan dicapai ada

keterkaitan bauran promosi (promotion mix). Bagaimana dengan produk, harga distribusi, promosi yang merupakan kunci untuk membuka/menuju kepada konsumen, sehingga terbuka pasar nyata bagi pengusaha.

Definis bauran promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat-alat promosi lain. Secara lengkap, variabel-variabel bauran promosi adalah :

  • -Produk pakan ikan
  • -Pembungkusan dan merek
  • -Penentuan harga
  • -Lokasi
  • -Periklanan
  • -Personal selling
  • -Hubungan masyarakat dan publisitas
  • -Promosi penjualan.

Menentukan variabel bauran promosi yang paling efektif merupakan tugas yang sulit dalam manajemen pemasaran, karena ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :

-Jumlah dana yang digunakan untuk promosi

-Sifat pasar :

a.Luas pasar secara geografis

b.Konsentrasi pasar
c.Macam-macam pembeli.

-Jenis produk pakan

-Tahap-tahap dalam siklus kehidupan produk pakan

  • Tahap perkenalan
  • Tahap pertumbuhan
  • Tahap kedewasaan
  • Tahap kejenuhan
  • Tahap penurunan

Baca juga: Peluang Usaha Kerupuk Ikan Merupakan Bisnis yang Menguntungkan

PENGENDALIAN USAHA

Dalam kegiatan pengendalian produksi terdapat usaha-usaha untuk menjaga agar kegiatan produksi sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditentukan. Haruslah difikirkan dan dipilih metode atau cara untuk pengendalian yang paling sesuai dengan proses produksi perusahaan, sehingga dapat dicapai hasil yang memuaskan. Meliputi sumber-sumber yang terdiri :

  1. Bahan/material
  2. Mesin dan peralatan
  3. Tenaga kerja
  4. Biaya

Pengendalian bahan/material, meliputi :

  • -Pengendalian penggunaan bahan agar efektif dan efisien
  • -Pengendalian persediaan bahan
  • -Pengaturan penyediaan bahan
  • -Penentuan jumlah pesanan yang ekonomis

Pengendalian mesin dan peralatan :

Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, mesin dan peralatan yang diperlukan harus sudah tersedia dalam keadaan siap pakai. Peralatan ini harus selalu dijaga (dirawat) agar selalu dalam kondisi baik. Dirawat secara berkala umpamanya, setelah sekian lama dipakai harus diservis (diganti oli, dikencangkan baut-baut yang longgar, diganti onderdil yang rusak) sesuai dengan buku petunjuk perawatan. Jangan sampai terjadi kegiatan produksi terhenti karena mesin/ peralatan rusak.

Terhentinya kegiatan produksi akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi perusahaan dan kerugian ini tidak bisa dinilai dengan uang.

Riset pemasaran, adalah riset yang dilakukan oleh perusahaan sendiri atau dengan bantuan pihak-pihak lain dengan maksud sebagai dasar bagi perusahaan agar dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dalam bidang marketing, misalnya riset mengenai efektifitas strategi pemasaran. Semua upaya strategis yang telah dilakukan berkaitan dengan 4P (Produsct, Price, Place & Promotion) diteliti efisiensi dan efektifitasnya.

Setiap perusahaan harus dapat mengadakan riset pemasaran, meskipun dengan cara yang sederhana. Apabila perusahaan tidak mengadakan riset pemasaran, maka dapat terjadi keputusan-keputusan yang diambil kurang tepat atau salah sehingga dapat merugikan perusahaan. Tentu tidak semua keputusan di bidang pemasaran harus dengan riset terlebih dahulu, dapat pula tanpa riset tapi cukup dengan pengalaman dengan pengamatan.

Keterangan dan data diperlukan dalam riset pemasaran karena dengan adanya hal ini, perusahaan dapat mengadakan analisis sehingga dapat mengambil kesimpulan dan saran-saran yang terbaik bagi perusahaan. Sumber informasi untuk data-data ini adalah :

  • Catatan perusahaan sendiri
  • Langsung dari konsumen
  • Pedagang perantara
  • Salesman
  • Biro konsultan
  • Biro reklame
  • Data statistik
  • Departemen-departemen
  • Peraturan-peraturan Pemerintah
  • Test pemasaran
  • .Dan lain-lain.

Sebenarnya tidak semua data diperlukan perusahaan sebab hal ini tergantung dari tujuan riset. Meskipun demikian, pada umumnya, data-data yang selalu diperlukan antara lain :

  • Keterangan dan data-data mengenai harga
  • Keterangan dan data-data tentang produk
  • Keterangan dan data-data tentang kemasan
  • Keterangan dan data-data tentang saluran distribusi
  • Keterangan dan data-data tetang saingan.

Keterangan dan data-data untuk melaksanakan riset, hendaknya memenuhi syarat-syarat tertentu yaitu : lengkap, dapat dipercaya dan masih berlaku. Meskipun keterangan dan data-data yang diperoleh sudah memenuhi syarat, tapi kalau perusahaan tidak dapat menganalisis dengan baik, maka kesimpulan yang diambil akan salah, dan itu berarti keputusan-keputusan yang dilakukan juga salah

Berdasarkan hal itu, maka dalam mengadakan analisis perusahaan harus berhati-hati, sehingga kemungkinan kekeliruan dapat dihindarkan. Bahkan ada yang berpendapat, bahwa keputusan yang diambil oleh manajer yang berpengalaman hanya dengan pengamatan saja, justru lebih baik dari pada keputusan yang diambil oleh manajer yang kurang berpengalaman yang didasarkan pada hasil riset pemasaran yang salah.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.