Anda Seorang Pekerja Ketahui Indikator Prestasi Kerja Berikut Ini

Indikator-Indikator Prestasi Kerja
Kepemimpinan

Indikator-Indikator Prestasi Kerja

Prestasi kerja berkaitan dengan pencapaian dalam kehidupan. Ada berbagai macam bidang prestasi yang dapat diraih, misal prestasi dalam bidang sains, olahraga, dan sebagainya. Dalam urusan pekerjaan pun, ada prestasi-prestasi untuk dikejar. Untuk mengetahui bagus atau tidaknya prestasi kerja itu, ada indikator untuk mengukurnya. Berikut ulasan mengenai indikator prestasi kerja yang perlu Anda ketahui.

Indikator-Indikator Prestasi Kerja

Definisi prestasi kerja adalah hasil pekerjaan yang telah seseorang capai dalam mengemban tugas yang diberikan kepadanya. Prestasi kerja ini didasarkan pada kesungguhan, kecakapan, juga waktu. Prestasi kerja terkait dengan kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pekerja dalam melaksanakan seluruh tugasnya.

Artikel terkait: Indikator-Indikator Prestasi Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

Unsur yang paling penting dan dominan dalam prestasi kerja tentunya sumber daya manusia. Meski perencanaan telah disusun sebaik mungkin namun jika subjek yang menjalankan tidak bersungguh-sungguh, maka akan sia-sia juga. Prestasi kerja dari para karyawan/pegawai merupakan hal yang begitu penting untuk menjamin kelangsungan sebuah perusahaan/organisasi/lembaga.

Terdapat beragam faktor yang dapat berpengaruh terhadap prestasi kerja seorang individu. Faktor-faktor yang yang dimaksud, antara lain:

  1. Kuantitas kerja, yang meliputi target dan keluaran kerja.
  2. Kualitas kerja, yang meliputi kecakapan dalam bekerja, akurasi/ketelitian, menggunakan dan memelihara alat kerja, serta kerapian dalam menyelesaikan pekerjaan.
  3. Pengetahuan, meliputi pengetahuan terkait dengan prosedur dalam kerja, penggunaan alat kerja, juga kemampuan teknis untuk pekerjaan.
  4. Penyesuaian, yang meliputi kemampuan menyelesaikan tugas baru, melaksanakan tugas di luar pekerjaan, hingga kecepatan berpikir dan bertindak dalam bekerja.
  5. Hubungan kerja, didasarkan pada sikap individu terhadap atasan dan menerima perubahan dalam bekerja.
  6. Inisiatif kerja, meliputi konsumsi kerja, kecepatan berpikir ketika bekerja, disiplin ketika bekerja, dan kehati-hatian ketika bekerja.

Untuk mengadakan penilaian prestasi kerja, tentu dibutuhkan indikator sebagai tolok ukurnya. Adapun indikator dari prestasi kerja antara lain:

  1. Hasil kerja, yakni tingkat kuantitas maupun kualitas yang dihasilkan serta sejauh apa pengawasan dilakukan.
  2. Pengetahuan, yakni tingkat pengetahuan terkait tugas pekerjaan yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap kuantitas dan kualitas hasil kerja.
  3. Inisiatif, yakni tingkat inisiatif selama melaksanakan tugas, khususnya yang terkait dengan penanganan terhadap masalah.
  4. Kecekatan, yakni tingkat kecepatan dan kemampuan ketika menerima instruksi kerja, sekaligus menyesuaikan dengan cara dan situasi kerja.
  5. Sikap, yakni tingkat sikap positif ketika menjalankan tugas.
  6. Disiplin waktu dan presensi.

Selain itu, ada pendapat lain terkait indikator prestasi kerja, yaitu:

  1. Kepribadian
  2. Kedisplinan
  3. Kejujuran
  4. Kerja sama
  5. Kreativitas
  6. Kepemimpinan
  7. Loyalitas/Kesetiaan
  8. Kecakapan
  9. Prakarsa
  10. Tanggung jawab

Mengapa penilaian prestasi kerja perlu dilakukan? Penilaian tersebut tentu memiliki manfaat bagi perusahaan, lembaga, maupun organisasi terkait.

Baca juga: Definisi Market Share atau Pangsa Pasar dan Contohnya

Adapun manfaat dari adanya penilaian prestasi kerja adalah sebagai berikut.

    1. Evaluasi dan Perbaikan Kerja

Umpan balik dari pelaksanaan kerja memungkinkan pegawai, manajer, dan departemen personalia dapat memperbaiki kinerja untuk perbaikan prestasi kerja.

    2. Keputusan-Keputusan Penempatan

Prestasi kerja bermanfaat untuk keputusan memberikan promosi, transfer, atau pemindahan tempat bagi pekerja. Semua keputusan itu tentunya didasarkan pada prestasi kerja di masa lalu. Promosi adalah sebuah bentuk penghargaan terhadap prestasi kerja di masa lalu.

    3. Penyesuaian Kompensasi

Penilaian prestasi kerja tentunya sangat membantu pengambil keputusan untuk menentukan kenaikan gaji, pemberian bonus, maupun bentuk kompensasi lainnya.

    4. Kebutuhan-Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan

Prestasi kerja yang tidak baik bisa jadi menunjukkan kebutuhan pekerja terhadap pelatihan. Prestasi yang baik boleh jadi mencerminkan beragam potensi dari diri seorang pekerja yang harus dikembangkan supaya lebih optimal.

    5. Perencanaan dan Pengembangan Karir

Feed back dari prestasi kerja seorang pegawai dapat mengarahkan pembuat keputusan terkait jalur dan jenjang karir tertentu dari pegawai tersebut.

6. Evaluasi Proses

Staffing

Proses staffing merupakan tugas dari bagian personalia. Prestasi kerja, entah itu baik atau kurang baik, tentu saja menunjukkan strength atau weakness dari proses staffing yang diadakan bagian personalia.

    7. Kesempatan Kerja yang Adil

Penilaian prestasi kerja dapat menjadi pemberi jaminan keputusan dalam penempatan internal diambil secara adil.

    8. Tantangan eksternal

Selain faktor internal, prestasi kerja dari seorang pekerja juga dipengaruhi oleh faktor eksternal lingkungan kerja, seperti keluarga, kesehatan, maupun masalah pribadi lain. Terkait hal ini, departemen personalia kemungkinan dapat menawarkan bantuan kepada pegawai yang membutuhkan.

Untuk perbaikan kinerja dari pegawai yang berimplikasi pada kinerja perusahaan, lembaga, atau organisasi, penilaian prestasi kerja memang harus dilakukan. Semoga ulasan indikator prestasi kerja ini bermanfaat.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Membangun Komunikasi Bisnis yang Baik, Aktif dan Efektif
Kepemimpinan
8 Tips Membangun Komunikasi Bisnis yang Baik, Aktif dan Efektif

Membangun Komunikasi Bisnis yang Baik, Aktif dan Efektif Daftar isi Membangun Komunikasi Bisnis yang Baik, Aktif dan EfektifPosisikan Komunikasi sebagai Perangkat UtamaPerhatikan Intonasi dan Gaya Bahasa yang DigunakanPerbanyak Mendengar Dari pada BerbicaraUtamakan KejujuranEkspresikan Ide dan GagasanTerbuka Pada Kritik dan SaranHindari Mendekte Komunikasi merupakan  hal penting yang dibutuhkan dan dilakukan dalam kehidupan …

Cara Untuk Menjadi Pendengar Aktif Yang Lebih Baik
Kepemimpinan
6 Cara Untuk Menjadi Pendengar Aktif Yang Lebih Baik

Strategi Menjadi Pendengar Aktif Yang Baik Daftar isi Strategi Menjadi Pendengar Aktif Yang BaikMendengar pasive dan Pendengar AktifPentingnya KomunikasiJika anda siap untuk menjadi Pendengar Aktif yang baik, lakukan hal-hal berikut : Sebagai makhluk sosial pastinya kita akan selalu berjumpa dengan banyak orang yang memiliki ciri, sifat, dan jarakter masing-masing. Komunikasi …

Kriteria Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Organisasi Yang Ideal
Kepemimpinan
Kriteria Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Organisasi Yang Ideal

Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Organisasi Daftar isi Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam OrganisasiUnsur-unsur kepemimpinan :Kepemimpinan di bagi menjadi tiga :Kemauan manusiaKepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang situasionalJenis-jenis wewenang :Cara memotivasi bawahan atau karyawanCara memberi motivasi kepada bawahan atau karyawan untuk meningkatkan produksi perlu memperhatikan sebagai berikut:1). Tegurlah tapi jangan kasar.2). Pekalah …