Bagaimana Menilai Kelayakan Usaha dan Membuat Proposal Usaha

Bagaimana Menilai Kelayakan Usaha dan Membuat Proposal Usaha

Pentingnya Menilai Kelayakan Usaha

Kegiatan usaha atau bisnis selalu berhubungan dengan ekspektasi atau pengharapan, yaitu memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Kita tahu betul bahwa, kepastian dari masa akan datang adalah ketidakpastian. Dengan demikian, penghar apan untuk memperoleh keuntungan sifatnya adalah penuh ketidak pastian. Artinya, bisa menguntungkan dan bisa juga tidak menguntungkan. Jadi menjalankan usaha selalu mengandung risiko. Bagi seorang entreprenuer, risiko adalah fakta hidup yang tidak dapat dihindari, karena itu modal utama bagi seorang entreprenuer di samping memiliki sikap mental produktif adalah keberanian menanggung risiko. Keberanian menanggung risiko (risk taking behavior) bukan berarti siap untuk selalu rugi tanpa perhitungan, tetapi berani menanggung risiko setelah risiko tersebut diperhitungkan. Hal inilah pentingnya seorang pebisnis perlu menilai kelayakan usaha yang hendak dijalankan, apakah layak dan memiliki prospek atau malah sebaliknya.

Menilai Kelayakan Usaha dan Membuat Proposal Usaha

Pengertian Penilaian Kelayakan Usaha

Sebagaimana telah dijelaskan di muka, tujuan utama dari suatu usaha adalah memperoleh keuntungan atau laba finansial. Karena itu penentuan layak tidaknya suatu usaha yang direncanakan akan dilaksanakan atau tidak ditentukan oleh kemungkinan keuntungan finansial yang dapat diperoleh. Menilai kelayakan usaha adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak (feasible) tidaknya suatu usaha dilaksanakan. Pada umumnya, apabila penilaian kelayakan usaha dilakukan dengan benar dan hasilnya menunjukkan bahwa usaha yang direncanakan itu layak untuk dilaksanakan, maka pelaksanaannya jarang mengalami kegagalan, kecuali penilaian kelayakan usaha dilakukan dengan data yang tidak benar dan/atau karena adanya faktor-faktor yang tidak dapat terkontrol, misalnya terjadi bencana alam.

Artikel terkait: Membuat Rencana Usaha dan Bagaimana Suatu Usaha Direncanakan

Bagaimana kita menilai kelayakan usaha yang direncanakan? Untuk menilai apakah suatu usaha yang direncanakan layak (feasible) atau tidak dilaksanakan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui analisis manfaat finansial. Ada beberapa kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan usaha melalui analisis manfaat finansial. Dari sekian banyak kriteria tersebut ada empat yang paling banyak digunakan, yaitu net present value (NPV), internal rate of return (IRR), net benefit cost ratio (Net B/C), dan profitability index. Kita bahas secara singkat keempat kriteria tersebut.

1). Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) atau nilai sekarang bersih adalah analisis manfaat finansial yang digunakan untuk mengukur layak tidaknya suatu usaha dilaksanakan dilihat dari nilai sekarang (present value) arus kas bersih yang akan diterima dibandingkan dengan nilai sekarang dari jumlah investasi yang dikeluarkan. Arus kas bersih adalah laba bersih usaha ditambah penyusutan, sedang jumlah investasi adalah jumlah total dana yang dikeluarkan untuk membiayai pengadaan seluruh alat-alat produksi yang dibutuhkan dalam menjalankan suatu usaha.

Jadi, untuk menghitung NPV dari suatu usaha diperlukan data tentang: (1) jumlah investasi yang dikeluarkan, dan (2) arus kas bersih per tahun sesuai dengan umur ekonomis dari alat-alat produksi yang digunakan untuk menjalankan usaha yang bersangkutan. Berdasarkan kedua data tersebut, NVP dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + … + (Ct/(1+r)t) – C0

NPV = Net Present Value (dalam Rupiah)
Ct = Arus Kas per Tahun pada Periode t
C0 = Nilai Investasi awal pada tahun ke 0 (dalam Rupiah)
r = Suku Bunga atau discount Rate (dalam %)

Kriteria penilaian adalah, jika NPV > 0 maka usaha yang direncanakan atau yang diusulan layak untuk dilaksanakan dan jika NPV<0, jenis usaha yang direncanakan tidak layak untuk dilaksanakan.

Pengertian NPV (Net Present Value) menurut para Ahli

Berikut ini adalah beberapa definisi dan pengertian NPV menurut para ahli :

Pengertian NPV (Net Present Value) menurut Dr. Sobarsa Kosasih dalam buku Manajemen Operasi (2009:99), NPV adalah Kelebihan Present Value (PV) dari cash inflow yang dihasilkan oleh suatu proyek atas sejumlah investasi awal.

Pengertian NPV (Net Present Value) menurut Dian Wijayanto dalam buku Pengantar Manajemen (2012:246), Net Present Value (NPV) merupakan kombinasi antara present value penerimaan dan present value pengeluaran.

Pengertian NPV (Net Present Value) menurut R. Agus Sartono (2010:195), Net Present Value adalah Selisih antara present value aliran kas bersih atau sering disebut juga dengan procceed dengan present value Investasi.

Pengertian NPV (Net Present Value) menurut Syafaruddin Alwi (2001,163), Net Present Value merupakan model yang memperhitungkan pola cash flows keseluruhan dari suatu investasi, dalam kaitannya dengan waktu, berdasarkan Discount Rate tertentu.

2). Internal Rate of Return (IRR)

Ukuran kedua yang sering digunakan dalam analisis manfaat finansial adalah internal rate of return (IRR) atau tingkat pengembalian dari investasi. IRR menunjukan tingkat discount rate atau tingkat keuntungan dari investasi yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Untuk mengitung IRR digunakan rumus sebagai berikut:

0 = P0 + P1/(1+IRR) + P2/(1+IRR)2 + P3/(1+IRR)3 + . . . +Pn/(1+IRR)n.

Keterangan: IRR = Internal Rate of Return

i1 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV+

i2 = Tingkat Diskonto yang menghasilkan NPV-

NPV1=Net Present Value bernilai positif

NPV2= Net Present Value bernilai negatif

Fungsi IRR

Fungsi IRR (Internal rate of Return) digunakan untuk menghitung tingkat bunga yang dihasilkan dari suatu aliran kas masuk atau proceed (laba + penyusutan) yang diharapkan akan diterima karena teijadi pengeluaran modal (investasi). Fungsi ini mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut:

=IRR( values; guess)

Di mana:

Values diisi dengan range yang menunjukkan suatu aliran kas, baik aliran kas keluar (investasi) maupun aliran kas masuk atau proceed.
Guess tingkat bunga yang disyaratkan. Jika diabaikan maka
akan dianggap sebesar 10%.

Kesimpulan rumus irr pada excel dibuat dengan membandingkan antara bunga disyaratkan dengan hasil perhitungan IRR. Jika hasilnya lebih besar dari bunga yang disyaratkan, investasi layak dipertimbangkan.

3) Net B/C

Analisis net B/C merupakan perbandingan antara presen value dari arus kas bersih dengan present value investasi yang dikeluarkan. Net B/C

sering juga disebut sebagai profitability indeks. Jadi, net B/C dihitung dengan rumus:

Rumus untuk menghitung b/c ratio adalah :

B/C ratio = Jumlah Pendapatan (B) : Total Biaya Produksi (TC)

Metode ukuran penilaian kelayakan suatu proyek yaitu :

B/C ratio > 1 maka usaha layak untuk dilanjutkan, namun jika B/C ratio < 1 maka usaha tersebut tidak layak atau merugi.

Contoh Aplikasi Penilaian Kelayakan Usaha

Untuk memahami bagaimana penilain kelayakan usaha dilakukan, cermati contoh berikut dengan seksama. Bila perlu diskusikan dengan teman-teman dan minta bimbingan guru untuk memahaminya.
Anggaplah A sedang merencanakan untuk menjalankan usaha angkutan kota. Untuk maksud tersebut, A berusaha memperoleh informasi lebih mendalam mengenai usaha angkutan kota tersebut. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dari beberapa pengusaha angkutan kota diperoleh data sebagai berikut:

1. Jumlah biaya investasi untuk satu kendaraan angkutan kota bekas siap pakai mencapai RP. 39.850.000,00 dengan umur ekonomis selama 5 tahun. Di samping itu berdasarkan pengalaman, kendaraan setelah lima tahun masih memiliki nilai sisa dengan harga jual Rp. 5.000.000,00.

2. Biaya operasi dan pemeliharaan per tahun mencapai 4.620.000,00 dengan rinciannya per tahun adalah,
a. Gaji sopir Rp. 1.800.000,00 . b. Biaya ban Rp. 2.340.000,00.
c.Biaya aki Rp. 80.000,00.
d.Biaya perawatan Rp. 120.000,00

Selama 5 tahun jumlah biaya operasi dan perawatan diperkirakan tidak berubah.

3. Penyusutan kendaraan dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus. Perhitungannya adalah,
Penyusutan kendaran per tahun = (harga beli aset – nilai sisa)/umur ekonomis = (39.850.000 – 5.000.000)/5 = Rp. 6.970.000,00.

4. Setoran rata-rata per hari Rp. 55.000,00 dan sebulan dihitung 26 hari. Dengan demikian, perkiraan pendapatan per tahun adalah Rp. 17.160.000,00.
5.Sumber dana investasi seluruhnya dibiaya dari modal sendiri. Tingkat bunga kredit bank diketahui misalnya sebesar 19% per tahun.
Berdasarkan data tersebut, A ingin mengetahui apakah rencana usaha angkutan kota tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Untuk maksud tersebut A menghitung perkiraan rugi/laba, perkiraan arus kas, dan analisis manfaat finansial terhadap rencana usaha angkutan kota tersebut.

Baca juga: Manfaat Melakukan Analisa dan Manajemen Risiko Bisnis

Pengertian dan Tujuan Proposal Usaha

Proposal usaha adalah dokumen tertulis tentang perencanaan usaha yang diusulkan kepada pihak investor (pemilik modal) maupun perbankan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian untuk memperoleh dana investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha yang direncanakan. Perhatikan, dari definisi tersebut terungkap bahwa:

  1. Proposal usaha adalah sebuah dokumen tertulis tentang perencanaan usaha. Sebagai dekokumen tertulis, maka sebuah proposal usaha harus ditulis dengan benar, lengkap, rinci, akurat dan jelas.
  2. Proposal usaha dibuat dengan tujuan utama untuk memperoleh dana investasi yang dibutuhkan dalam rangka membiayai pelaksanaan usaha yang direncanakan.
  3. Proposal usaha diajukan kepada penyandang dana, yaitu investor dan/atau pihak perbankan.

Pihak-pihak yang Membutuhkan Proposal Usaha Sebagaimana terungkap dari pengertian proposal usaha di atas, ada beberapa pihak yang memerlukan proposal usaha sebagai berikut:

1) Pengusaha

Bagi pengusaha proposal usaha merupakan dokumen tertulis lengkap dan rinci tentang perencanaan usaha (business plan) yang akan dilakukan dan digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi pelaksanaan dari usaha yang direncanakan.

2) Investor

Bagi investor, proposal usaha merupakan gambaran tentang prospek usaha dan kemungkinan-kemungkinan keuntungan yang dapat diperoleh. Karena itu sebuah proposal usaha bagi investor akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kemungkinan ikut berinvestasi dalam usaha yang direncakan dalam proposal usaha tersebut.

3) Perbankan/Lembaga Keuangan

Melalui proposal usaha pihak perbankan dapat menilai mengenai prospek kesinambungan serta kemampuan usaha yang direncanakan dalam membayar semua kewajiban finansialnya. Karena itu bagi pihak perbankan, proposal usaha digunakan sebagai dasar penilaian untuk menentukan penyaluran kredit bagi pendanaan usaha tersebut.

4) Pemerintah

Melalui proposal usaha, pemerintah dapat menilai mengenai sumbangan usaha yang akan dilaksanakan terhadap kegiatan ekonomi maupun dampak sosial yang ditimbulkan bagi masyarakat secara keseluruhan.

5.Isi dan Sistematika Proposal Usaha

Sebagai sebuah dokumen tertulis perencanaan usaha yang akan digunakan untuk memperoleh dana investasi, maka proposal usaha harus dibuat dengan objektif, lengkap, rinci, akurat, jelas, komunikatif dan sudah tentu menarik untuk dibaca. Isi proposal usaha pada intinya akan mengungkapkan tentang deskripsi perusahaan, aspek pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek keuangan, serta aspek organisasi dan manajemen.

Bagaimana sistematika penyusunan proposal usaha? Tidak ada sistematika yang baku. Tetapi yang penting, sebuah proposal usaha harus dapat menarik minat investor menanamkan modalnya, atau pihak perbankan agar mau memberikan kredit guna membiayai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan usaha yang direncanakan.
Meskipun belum ada bentuk atau sistematika penyusunan proposal yang baku, tetapi pada umumnya sebuah proposal akan disusun dengan sistematika sebagai berikut:

(1)Ringkasan

Tujuan dari ringkasan adalah memberikan informasi singkat tentang keseluruhan isi proposal usaha. Dengan membaca ringkasan, dalam waktu yang relatif singkat pihak-pihak yang berkepentingan seperti investor atau pihak perbankan sudah dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan isi proposal. Karena itu, isi ringkasan harus ditulis secara singkat, padat tetapi jelas menyentuh keseluruhan isi proposal.

(2)Diskripsi Perusahaan

Dalam bagian ini dikemukakan segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan yang akan melaksanakan usaha tersebut. Nama, visi, misi, dan tujuan perusahaan. Tidak ketinggalan dikemukakan juga riwayat perusahaan dilengkapi dengan dokumen perusahaan, jenis usaha yang dikelola serta jenis usaha yang direncanakan akan dilaksanakan. Bila diperlukan lengkapi deskripsi ini dengan gambar atau foto yang dianggap penting.

(3)Aspek Pasar dan Pemasaran

Bagian ini mengemukakan tiga hal, yaitu gambaran struktur industri dan lingkungan usaha, kondisi pasar serta rencana pemasaran yang akan dijalankan untuk produk yang akan dihasilkan.

(4)Aspek Produksi

Dalam bagian ini dikemukakan hal-hal yang berhubungan dengan aspek teknis produksi. Di dalamnya menyangkut lokasi usaha, fasilitas dan peralatan produksi yang dibutuhkan, pasokan bahan mentah, kebutuhan tenaga kerjas, serta biaya produksi.

(5)Aspek Keuangan

Aspek keuangan memaparkan tentang tahapan usaha, biaya prainvestai, biaya investasi, biaya pemasaran, administrasi dan umum, sumber pembiayaan dan penggunaan dana, proyeksi laba- rugi, proyeksi aliran kas, serta analisis finansial kelayakan usaha.

(5)Aspek Organisasi dan Manajemen

Dalam bagian ini diuraikan tentang struktur organisasi disertasi deskripsi pekerjaan untuk masing-masing jabatan yang terdapat dalam struktur organisasi, tim manajemen yang mengelola usaha dilengkapi dengan daftar riwayat hidup singkat.

(6)Kesimpulan

Bagian kesimpulan mengemukakan kesimpulan sehubungan dengan layak tidaknya suatu usaha yang direncanakan dilaksanakan, baik dilihat dari aspek pasar dan pemasaran, produksi, keuangan serta aspek organisasi dan manajemen.

(7)Daftar Rujukan dan Lampiran

Daftar rujukan mengemukakan berbagai referensi yang digunakan untuk membuat prposal usaha. Sedang lampiran mengemukakan berbagai informasi penting yang relevan dengan isi proposal usaha.

Baca juga: Cara Mengetahui Kelayakan Usaha Untuk Dijalankan

Rangkuman Kelayakan Usaha dan Proposal Usaha

  1. Penilaian kelayakan usaha adalah cara yang ditempuh untuk menentukan layak tidaknya suatu usaha dilaksanakan.
  2. Penilaian kelayakan usaha dilakukan melalui analisis manfaat finansial.
  3. Melalui analisis manfaat finansial, ada tiga kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan layak tidaknya suatu usaha dilaksanakan, yaitu analisis NPV, IRR dan analisis NetB/C.
  4. Proposal usaha adalah dokumen tertulis tentang perencanaan usaha yang diusulkan kepada pihak investor (pemilik modal) maupun perbankan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian untuk memperoleh dana investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha yang direncanakan.
  5. Proposal usaha dibuat dengan tujuan utama untuk memperoleh dana investasi yang dibutuhkan dalam rangka membiayai pelaksanaan usaha yang direncanakan.
  6. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan proposal usaha adalah pengusaha itu sendiri, investor, perbankan, dan pemerintah.
  7. Isi dan sistematika proposal usaha meliputi ringkasan, deskripsi perusahaan, aspek pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek keuangan, aspek organisasi dan manajemen, serta kesimpulan.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.