Cara Mengetahui Kelayakan Usaha Untuk Dijalankan

Cara Mengetahui Kelayakan Usaha Untuk Dijalankan

Mengetahui Kelayakan Usaha Untuk Dijalankan

Dalam membangun atau memulai usaha tentunya ada banyak yang dipertimbangakan, mungkin dari modal usaha, lokasi, strategi pemasaran, target pelanggan atau konsumen dan lain sebagainya. Tentu baik itu usaha atau bisnis yang dimulai dari sekala kecil maupun sekala besar harus memperhatikan terlebih dahulu apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan, Jangan sampai ketika telah menjalankan usaha malah kedepanya kurang menguntungkan bahkan cenderung rugi. Situasi ini mengharuskan bagi pelaku usaha untuk menganalisanya terlebih dahulu. Apa itu analisis kelayakan usaha berikut penjelasanya.

A. Analisis Kelayakan Usaha

Analisis Kelayakan Usaha adalah untuk mengetahui dan mengukur layak dan tidakanya suatu bisnis atau usaha untuk dijalankan.

a. Analisis Aspek Pemasaran

  1. Kebutuhan dan Keinginan Konsumen. (Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan konsumen, berapa banyak yang mereka butuhkan, kapan mereka membutuhkannya, bagaimana daya beli mereka.)
  2. Segmentasi Pasar. (Mengidentifikasi dan mengelompokan konsumen berdasarkan demografi, geografi, dan sosial budaya).
  3. Target Pasar. (Menargetkan berapa kira-kira jangkauan pasar yang bisa dicapai)
  4. Nilai Tambah (mengukur dan menetapkan harga dalam rantai pemasaran, berapa harga pabrik, harga di agen dan harga di pengecer)
  5. Masa Hidup Produk (Apakah masa hidup produk atau jasa bertahan lama atau tidak)
  6. Struktur Pasar (Apakah produk akan memasuki pasar persaiangan sempurna atau tidak sempurna)
  7. Persaingan dan Strategi (Bagaimana tingkat persaingan pasar itu tinggi atau rendah, bila persaingan tinggi maka strategi pemasaran harus diperkaya)
  8. Ukuran dan Pertumbuhan Pasar (mengukur tingkat atau volume penjualan kecil atau besar, bila penjualan tinggi perharinya berarti masuk pasar potensial)
  9. Masa Hidup Produk (Apakah masa hidup produk atau jasa bertahan lama atau sementara waktu tertentu)
  10. Laba Kotor Apakah perkiraan margin laba itu tinggi atau rendah, jika profit magin kotor di atas 20%, berarti pasar itu potensial )
  11. Pangsa Pasar bisa dilihat dari selisih jumlah barang yang diminta dengan jumlah barang yang ditawarkan, jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat, berarti usaha yang akan dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi).

Mengetahui Kelayakan Usaha Untuk Dijalankan

b. Analisis Aspek Produksi

  1. Lokasi (Apakah usaha yang akan dijalankan tempatnya strategis apa tidak. Idealnya, dekat pemasok, dekat sumberdaya, dekat konsumen dan mudah transportasi)
  2. Volume Operasi (harus bisa memprediksi berapa banyak barang yang akan diproduksi, sehingga tidak terjadi penggudangan dan masa kadaluarsa, akhirnya mempengaruhi harga pokok penjualan)
  3. Bahan Baku Dapat diketahui apakah bahan baku cukup tersedia dan berkesinambungan apa tidak)
  4. Tenaga Kerja (berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan, bagaimana kualifikasinya)

c. Analisis Aspek Manajemen

  1. Kepemilikan Apakah usaha yang akan didirikan itu milik pribadi atau milik bersama, Cv, PT atau bentk usaha lain. Apa saja keuntungan dan kerugiannya)
  2. Organisasi (Jenis organisasi apa yang diperlukan, lini, staf lini dan staf atau yang lainnya
  3. Tim Manajemen Apakah usahanya akan dikelola sendiri atau melibatkan orang lain secara profesional)
  4. Karyawan (Bagaimana sistem dan hubungan kerja karyawan dengan perusahaan)

Artikel terkait: “Kenali 3 Tipe Wirausaha ini Sebelum Memutuskan jadi Pengusaha

B. SUMBER PERMODALAN DAN KREDIT

Keuangan selalu berhubungan dengan erat dengan masalah permodalan Masalah permodalan adalah salah satu aspek yang dievaluasi dalam suatu usulan investasi atau proyek. Modal usaha perusahaan dapat diperoleh dari modal sendiri atau dari kredit Secara etimologis, kata “kredit” berasal dari bahasa Latin, yaitu “credere” yang berart percaya. Dengan demikan, pemberian dan penerimaan kredit didasari atas kepercayaan
antar pihak. Dalam hal ini kepercayaan terhadap tanggung jawab dan kesanggupan orang untuk mengembalikan kredit itu sesuai dengan waktu dan persyaratan yang  ditetapkan.

1. Macam-macam Kredit

Melalui Bank-Bank, pemerintah telah mengeluarkan serangkaian peraturan dalam rangka membantu modal usaha perusahaan kecil pribumi yang dinamakan “Kredit Investasi Kecil” (KIK) dan “Kredit Modal Kerja Permanen” (KMKP).

a. Kredit Investasi

Kredit investasi adalah kredit yang diberikan untuk pembiayaan aktiva tetap, seperti kendaraan, gedung, mesin dan sebagainya. Dengan kata lain, kredit investasi adalah kredit yang diberikan bank untuk keperluan penambahan modal. Hal ini diperlukan untuk mengadakan rehabilitasi perluasan usaha atau bisnis serta untuk mendirikan proyek baru. Prioritas kredit investasi diberikan oleh pemerintah dan Bank Indonesia kepada usaha-usaha dalam beberapa sector yang menjadi prioritas, seperti berikut ini :

  1. Sektor Pertanian; pertanian bahan makanan, perkebunan, perikanan,kehutanan, peternakan dan irigasi
  2. Sektor Industri; Industri bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti sandang pangan.
  3. Sektor perhubungan.; Peningkatan angkutan jalan, pembinaan angkutan sungai dan laut, perbaikan dan peningkatan angkutan uadara, peningkatan dan perluasan telekomunikasi, peningkatan produksi jasa dan prasarana maritime serta pengembangan pariwisata.
b. Kredit Modal Kerja

Kredit modal kerja ini tergolong dalam kredit produksi dan eksploitasi. Pada umumnya kredit jenis ini diberikan kepada perusahaan berbentuk manufaktur dan eksploitasi. Kredit modal kerja dibutuhkan oleh perusahaan untuk meningkatkan produksi baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya agar sesuai dengan keinginan pasar. Menghitung resiko menjalankan usaha Resiko adalah suatu tindakan yang selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya kerugian yang tidak terduga dan tidak diharapkan.

Macam-macam resiko:

  1. Resiko jiwa saat menjalankan pekerjaan
  2. Resiko harta karena pencurian, kebakaran, manajemen tidak tepat dll
  3. Resiko kerusakan harta karena pengepakan salah, kebanjiran dll
  4. Resiko penggantian kepada pihak lain karena perusahaan atau produk merugikan pihak lain
  5. Resiko keuangan, mampu tidaknya perusahaan memperhitungkan arus kas (cash flow)

Cara-cara melihat resiko usaha :

  1. Melihat resiko dengan rasa kepercayaan diri seorang wirausaha
  2. Melihat realistik resiko dengan kemampuan seorang wirausaha

Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, ada 3 jenis modal yang akan anda keluarkan:

  1. Modal Investasi Awal
  2. Modal Kerja
  3. Modal Operasional

Analisis resiko dalam menjalankan usaha:

Analisis aspek keuangan (finansial)

Modal/aspek keuangan pada hakekatnya merupakan faktor pelengkap dalam kegiatan wirausaha, sedangkan salah satu kunci keberhasilan usaha bukan terletak pada banyaknya modal, tetapi jumlah modal yang tepat dan penggunaan yang tepat. Oleh sebab itu jumlah modal yang dibutuhkan harus sesuai dengan:

  • Tingkat keuntungan yang diperoleh
  • Kemampuan mengembalikan pokok utang dan bunga
  • Potensi pasar dan konsumen
  • Selaras dengan penggunaan uang (modal) itu sendiri

Untuk meminimalisir terjadinya resiko keuangan dalam perusahaan, bisa melakukan hal sbb:

  1. Pembukuan yang teratur
  2. Pengelolaan keuangan yang baik
  3. Mengikuti asuransi / jaminan usaha lainnya

Peminjaman keuangan yang berlebihan akan beresiko, akan berakibat sebagai berikut:

a.   Kemungkinan perusahaan dapat dilikuidasi (tidak mendapat pinjaman dari bank lagi)
b.   Kehilangan kepercayaan dari pihak bank / pemegang saham
c.   Ketidak pastian manajemen usaha exp. Kegagalan merespon harga pasar
d.   Terburu-buru melaksanakan manajemen usaha exp. Investasi yang berlebihan untuk membangun pabrik baru, investasi pada saat yang tidak tepat
e.   Kenaikan nilai bunga pinjaman, exp. Nilai utang yang harus dibayar lebih tinggi, kebutuhan modal lebih besar.

Tujuan wirausaha dalam menjalankan usahanya adalah untuk memuaskan para pelanggan dengan produk dan jasa, serta dapat memuaskan kebutuhannya secara lebih baik.

Analisis aspek pelanggan terhadap perubahan perilaku para pelanggan, yaitu:

a.   Wirausaha harus waspada atas sikap pelanggan terhadap respon produk yang akan dibeli
b.   Adanya pengembalian pembelian produk oleh pelanggan akan meningkat
c.   Adanya penjualan produk kepada pelanggan merupakan bukti keberhasilan usaha
d.   Wirausaha harus memeriksa, apakah ada penurunan dalam penjualan produk?
e.   Wirausaha harus menambah kontak dengan para pelanggan baru
f.    Wirausaha harus cepat mengambil tindakan untuk mengembalikan situasi negatif (kecenderungan penurunan penjualan produk/jasa)

Wirausahawan diharapkan berusaha meminta kepada para pelanggan yang merasa puas atas produknya, agar mereka dapat merekomendasikan produk/jasanya kepada orang lain / kepada orang yang mempergunakan jenis produk yang sama.

Di dalam melaksanakan analisa aspek pelanggan, wirausaha harus menitik beratkan pada:

a.   Manfaat produk yang disukai pelanggan
b.   Jenis produk yang disenangi pelanggan
c.   Kualitas produk yang dapat memuaskan pelanggan
d.   Harga produk yang relatif murah untuk pelanggan
e.   Model dan desain produk yang disenangi pelanggan
f.    Pelayanan yang baik dan memuaskan pelanggan
g.   Potongan harga, servis pengepakan dan pengemasan yang harapkan pelanggan

Baca juga: “9 Kiat Sukses Memulai Usaha Pemula Belum Punya Pengalaman

C. Menyusun strategi yang sistematis untuk menjalankan usaha

Menurut sutarno, dalam menjalankan usaha perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1.   Tujuan usaha, yaitu berkaitan dengan mencukupi kebutuhan masyarakat atau mencari laba.

2.   Rencana bentuk produksi atau jasa, yaitu berkaitan dengan gambaran tentang bentuk dan sifat usahanya

3.   Sarana usaha, berkaitan dengan fasilitas pendukung untuk kelancaran usaha, seperti:

  • Tenaga kerja yang diperlukan dan kompetensinya
  • Peralatan, yaitu yang berkaitan dengan pemilihan alat yang mudah digunakan dengan cepat, aman, tahan lama, dan murah
  • Bahan baku, yaitu dengan memerhatikan kemungkinan membelinya tunai atau kredit, asal usul bahan, cara pengangkutan dan penyimpanan, serta jumlah pembelian.
  • Permodalan, yaitu berkaitan dengan sumber modal.
  • Pertimbangan ekonomi, dilakukan dengan cara kerja sama dengan pihak lain, bekerja secara efektif untuk menghilangkan pemborosan

4.   Proses rencana, untuk memulai kegiatan usaha harus memerhatikan beberapa unsur berikut:

  • Perencanaan pengadaan produk, biasanya dengan membuat produk sendiri dengan langkah-langkah, antara lain membuat model produk (prototype), merancang produksi, dan merancang sarana produksi.
  • Membeli produk dari pihak lain
  • Rencana penjualan
  • Rencana tempat kerja dan sarana pembantu

5.   Pelaksanaan dan pemasaran, meliputi:

  • Pelaksanaan, setiap perencanaan diperiksa kembali apakah sarana yang diperlukan sudah lengkap atau belum, serta dalam pelaksanaannya harus dapat diawasi dan dikontrol dengan baik
  • Pemasaran, hal ini berkaitan dengan bagaimana cara perusahaan menyebarluaskan produk, serta produk yang dihasilkan harus memiliki keunggulan bersaing agar menguasai pasar.
  • Pengawasan dan penilaian usaha, dengan pengawasan maka penyimpangan akan dapat diketahui dan dicari bagaimana pemecahannya sehingga tidak mengganggu jalannya usaha.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.