Definisi-Dan-Pengertian-Marketing-Mix
Strategi Pemasaran
2

Pengertian Marketing Mix (Bauran pemasaran)

Marketing Mix bisa di sebut juga dengan bauran pemasaran, Seperti diketahui bahwa pemasaran sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dimasa yang akan datang. Akan tetapiuntuk melaksanakan kegiatan pemasaran bukanlah hal mudah, semua anggota perusahaan harus ikut serta dan aktif dalam mendukung tercapainya tujuan perusahaan. Definisi Marketing mix ‘Bauran Pemasaran’ Definisi: bauran pemasaran mengacu pada serangkaian tindakan, atau taktik, bahwa perusahaan menggunakan untuk mempromosikan merek atau produk di pasar. 4P membuat campuran pemasaran khas – Harga, Produk, Promosi dan Place.

Definisi-Dan-Pengertian-Marketing-Mix

Selain itu volume penjualan barang dan jasa banyak tergantung pada beberapa faktor antara lain :

kualitas produk dan penampilan produk, serta cara penyampaian hingga sampai pada konsumen dan harga yang diterapkan perusahaan.

Semua faktor yang dikuasai dan dikendalikan oleh perusahaan untuk memepengaruhi permintaan konsumen terhadap barang dan jasa dikenal dengan istilah bauran pemasaran “Marketing mix”. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dari bauran pemasaran, berikut defenisi bauran pemasaran dari para ahli.

Jadi dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Marketing Mix merupakan sekumpulan variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan dan dipergunakan oleh perusahaan dalam pencapaian sasaran dari tujuan perusahaannya, melalui pemanfaatan kombinasi dari variabel-variabel seperti harga, produk, promosi, dan saluran distribusi agar dapat memuaskan konsumen secara lebih baik lagi di bandingkan dengan apa yang dilakukan oleh pesaingnya.

Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “4P” yaitu:

  • Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasar meliputi : ragam, kualitas, gesain. fitur, nama merek, dan kemasan.
  • Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit
  • Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
  • Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logisti.

Artikel terkait: 5 Faktor Mengembangkan Bauran Promosi

Dibawah ini akan diterangkan secara ringkas variabel-variabel yang tercakup dalam bauran pemasaran (dalam hal ini berkaitan dengan jasa), yang mana variabel-variabel tersebut adalah :

1. Kebijakan Produk (Product)

Didalam strategi bauran pemasaran, strategi ini merupakan unsur yang paling penting sebab dengan produk inilah perusahaan pertama kali akan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan demikian produk yang dihasilkan atau yang akan dipasarakan akan menemukan penetapan harga, menentukan kegiatan promosi, dan cara penyalurannya. Jika keputusan produk sangat baik, maka sangat menguntungkan bagi perusahaan dan memudahkan perusahaan dalam menetapkan keputusan tentang variable lainnya. Karena walaupun harga yang ditetapkan perusahaan relative rendah, tetapi kurang memenuhi keinginan konsumen, perusahaan akan tetap gagal.

William J. Stanton (1996, 223) menyebutkan :

“Product adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise perusahaan, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pebeli sebagai sesuatu yang biasa memuaskan keinginan.”

2). Kebijakan Harga (Price)

Harga adalah sejumlah uang untuk mendapatkan suatu barang atau dapat juga diartikan sebagai nilai suatu produk yang dinyatakan dalam satuan moneter. Harga sebuah produk dan jasa merupakan faktor penentu utama permintaan pasar.

Menurut Drs. Basu Swasta Dh, MBA (1984, 147) :

“Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin ) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.”

Kebijakan dalam penetapan harga terhadap suatu produk tidak boleh bertentangan dengan kebijaksanaan perusahaan secara keseluruhan, karena harga memepengaruhi posisi persaingan dan bagian atau saham pasar dari perusahaan. Dengan demikian sebelum diambil keputusan untuk mene tapkan harga haruslah diketahui dahulu tujuannya.

3). Kebijakan Promosi (Promotion)

Mengembangkan keinginan para calon pembeli untuk memiliki barang yang ditawarkan, hal ini dapat dilakukan dengan promosi.

Promosi menunjuk pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkonsumsikan perbaikan produknya dan membujuk para pelanggan dan konsumen untuk membeli.

Adapun beberapa cara yang dapat dipakai untuk promosi :

  1. Periklanan (advertising) : misal melalui TV, media masa
  2. Penjualan tatap muka (personal selling)
  3. Promosi penjualan (sales promotion ) misal discount
  4. Publisitas (publicity) misal spanduk, billboard
  5. Word of mouth
  6. Direct marketing

4). Kebijakan Saluran distribusi (place)

Setelah produk dikembangkan dan harga ditetapkan selanjutnya bagaimana perusahaan melemparkan produknya ke pasar, sehingga dengan demikian konsumen dapat mudah memperolehnya.

Bila produsen mengharapkan konsumen tetap setia pada produk yang dihasilkan, maka ahrus mengusahakan agar produk yang dihasilkannya mudah diperoleh pada tempat dan waktu yang diinginkan konsumen.

Ada 3 (tiga) aspek pokok yang berkaitan dengan kepurtusan-keputusan strategi distribusi, yaitu :

a. Sistam Transportasi Perusahaan

Hal ini menyangkut tentang pemilihan alat transportasi, penentuan jadwal, pengiriman, penentuan rute yang akan ditempuh.

b. Sistem Penyimpanan

Bagian pemasaran harus menentukan letak gedung, jenis-jenis peralatan yang diapaki untuk menangani material atau peralatan lainnya.

c. Pemilihan Saluran distribusi

Menyangkut keputusan-keputusan tentang penggunaan penyalur dan bagaimana menjalin kerjasama yang baik dengan para penyalur tersebut.

Baca juga: 5 Konsep Strategi Pemasaran Produk

Sekian pembahasan kali ini tentang Marketing mix “bauran pemasaran” ini. Semoga artikel yang sedikit ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alat-Alat Promosi Pemasaran yang Perlu Diketahui
Strategi Pemasaran
Alat-Alat Promosi Pemasaran yang Perlu Diketahui

Alat-Alat Promosi Pemasaran Berbicara tentang pemasaran tentunya tidak lepas dengan yang namanya Promosi yang merupakan salah satu strategi pemasaran yaitu bauran pemasaran atau marketing mix yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan bisnisnya. Promosi dibutuhkan ketika memasarkan suatu barang yang dijual. Oleh karena itu, antara promosi dan pemasaran nyaris tidak dapat …

5 Tips Membuat Iklan Baris yang Efektif Sesuai Contoh Iklan di Media Massa
Strategi Pemasaran
5 Tips Membuat Iklan Baris yang Efektif Sesuai Contoh Iklan di Media Massa

Membuat Iklan Baris yang Efektif Iklan di Media Massa Iklan tak dapat dipisahkan dari kegiatan promosi produk barang dan jasa dan ini merupakan strategi pemasaran yang cukup efektif untuk di terapakan. Dalam membuat iklan memerlukan perencanaan dan teknik yang matang. Hal yang paling penting dari iklan yaitu dapat membuat siapa …

Pengertian Market Share atau Pangsa Pasar
Strategi Pemasaran
Definisi Market Share atau Pangsa Pasar dan Contohnya

Pengertian Market Share atau Pangsa Pasar Apa itu ‘Market Share’? Sebuah perusahaan tentunya harus memiliki gambaran atau ukuran untuk mengetahui potensi pasar mereka. Pengertian Market share sendiri dalam bahasa Indonesia bisa di artiken sebagai Pangsa pasar yaitu suatu indikator utama yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam mengukur persentase industri, atau …