Inilah 15 Komponen Panel Listrik Yang Perlu Anda Ketahui

Inilah 15 Komponen Panel Listrik Yang Perlu Anda Ketahui

Kenali Komponen Panel Listrik

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita tidak bisa lepas dari yang namanya penggunaan listrik. Di dimanapun kita berada pasti selalu menjumpai bahkan selalu berurusan dengan lsitrik baik saat beraktifitas, dikantor, rumah dimana saja. Loh kok bisa ya bisa karena dari laptop, televisi, kulkas, lampu. Jika dalam perusahaan atau industri tentu ada mesin-mesin banyak lagi yang memang membutuhkan listrik untuk bisa menggunakannya. Nah tentu saja dalam penggunaan perangkat tersebut ada resiko yang bisa saja terjadi entah itu konsleting dan lain-lain. Dengan begitu kita butuh alat yang aman yang akan mengurangi terjadinya resiko yang berat misal kebakaran dan lain sebagainya dengan demikian kita akan tau jika terjadi sesuatu bagaimana untuk menyikapinya.

Panel listrik ini memang dibutuhkan sebagai pendukung mesin-mesin industri atau perusahaan agar berjalan dengan semestinya karena didalamnya memiliki kontrol dan komponen yang dibutuhkan. Apa sih Panel listrik itu? Adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga atau daya listrik dari pusat ke pemakai. Alat ini berbentuk kotak atau kubus yang memiliki berbagai ukuran. Oke apa saja sih komponen panel listrik ini yang musti kita kenali. Berikut ulasanya.

1. MCCB (moulded case circuit breaker)

MCCB merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik 3 fasa. Selain itu mccb juga berfungsi sebagai alat pengaman pembatas besaran pemakaian listrik tersebut. Mccb dapat trip, turun, atau bahasa lainyan gejepret bila terdapat konsleting ataupun kelebihan pemakaian pada aliran listrik tersebut. Bila mccb tersebut sudah trip kita dapat menaikan atau menormalkanya kembali dengan cara di turunkan dulu tuasnya hingga sampai bawah mentok dan kita tekan keatas lagi hingga mentok tuasnya.

2. BUS BAR

Bus bar merupakan sebuah plat yang terbuat dari kuningan yang berfungsi sebagai terminal konekan kabel arus pembagi. Bus bar lah yang menjadi alat pembagi aliran dari sumber listrik menuju titik-titik yang membutuhkan konsumsi listrik.

3. MAGNETIC KONTAKTOR

Magnetik kontaktor merupakan suatu komponen yang dapat memutuskan dan menghubungkan suatu aliran listrik 3 fasa. Kontaktor ini bekerja dengan koil yang berada disampingnya sehingga kontaktor dapat bekerja memutuskan dan menghubungkan suatu aliran listrik.

4. MCB (miniature circuit breaker)

Mcb merupakan suatu komponen yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung suatu aliran listrik 1 fasa. Mcb ini akan memutuskan aliran listrik secara otomatis apabila terdapat short atau konslet pada jalur instalasi listrik dan bila pemakaian listrik melebihi batas dari mcb tersebut.

5. PILOT LAMP

Pilot lamp merupakan suatu lampu indikasi (indikator lamp) yang berfungsi sebagai tanda adanya arus listrik yang mengalir pada panel listrik tersebut. Pilot lamp akan menyala bila terdapat arus listrik yang masuk pada panel listrik tersebut.

Pilot lamp ini di konek lansung pada incoming aliran listrik pertama masuk pada panel dengan media pengaman yaitu fuse untuk mencegah adanya konsletin listrik.

Berikut adalah kode warna lampu pada pilot lamp tersebut :
lampu berwarna kuning merupakan fasa R
lampu berwarna merah merupakan fasa S
lampu berwarna hijau merupakan fasa T

6. AMPERE METER

Ampere meter pada panel listrik berfungsi sebagai alat ukur dari besaran pemakaian yang digunakan dalam panel listrik tersebut dalam satuan AMPERE.

7. VOLT METER

Volt meter pada panel listrik berfungsi sebagai alat ukur dari besaran tegangan yang tersedia pada panel listrik tersebut. Biasanya untuk besaran listrik 1 fasa yaitu berkisaran 220v – 240v dan untuk besaran tegangan listrik 3 fasa yaitu berkisar 380v – 400v.

8. FREQUENCY METER

Frequency meter merupakan sebuah alat ukur yang berfungsi sebagai alat pembaca besaran frequency yang ada pada panel listrik tersebut. Biasanya besaran frequency yang normal adalah sebesar 50 Hz.

9. SELEKTOR SWITCH VOLTMETER

Selektor switch volt meter merupakan suatu komponen yang berfungsi sebagai alat pemilih atau switch pengukur besaran tegangan listrik 3 fasa dan 1 fasa yang ingin kita ukur. Cara penggunaanya hanya tinggal dipindahkan saja selektornya kekiri atau kekanan sehingga besaran tegangan pada display volt meter berubah, sesuai dengan fasa mana yang ingin kita ukur.

Untuk pengukuran 1 fasa : RN,SN, DAN TN
Untuk pengukuran 3 fasa : RS, ST, DAN TR

10. EMERGENCY STOP

Emergency stop merupakan sebuah komponen yang berfungsi sebagai pemutus aliran listrik pada keadaan darurat. Untuk penggunaanya dalam keadaan darurat cukup di tekan saja maka aliran listrik akan otomatis terputus. Untuk menormalkanya kembali kita cukup memutarkanya saja kearah kanan atau searah jarum jam.

11. Kontaktor 3 Phase atau 1 Phase

Pengertian Fungsi dan Wiring Dari Kontaktor bisa disebut Magnetic Contactor karena prinsip kerja dari kontaktor tersebut menggunakan medan magnet yang timbul oleh arus listrik yang didalam kontaktor tersebut ada sebuah kumparan untuk menjadi magnet karena dialiri oleh arus listrik.

Kontaktor menimbul kan magnet yang bisa disebut Coil yang menarik kontak-kontak NO (Normaly Open) menjadi NC (Normaly Close) bahasa indonesia menutup.

12. TOR (Thermal Overload Relay)

Thermal Overload Relay (TOR) adalah sebuah alat elektronik untuk mengamankan beban lebih Overload bedasarkan suhu Thermal yang mempunyai relay untuk memutuskan sebuah rangkaian kontrol seperti direct online dan start delta untuk mengoperasikanya biasanya hanya menggunakan push button Start / Stop.

Thermal Overload Relay bekerja saat suhu pada dalam TOR tersebut terpenuhi, jadi TOR ini terdapat sebuah settingan berapa maksimum amper untuk melakukan trip jika ampere tersebut sudah terpenuhi. Didalam TOR tersebut ada sebuah Bimetal Element yang menjadi panas saat ampere beban sudah melebihi ampere settingan TOR.

Untuk itu disebut Thermal yaitu suhu, gampangnya seperti kabel yang hanya mampu dilewati arus 5A tetapi bebanya 10A maka kabel tersebut akan panas. seperti halnya TOR ini prinsip kerjanya sama tetapi bedanya ketika suhu tersebut terpenuhi maka akan menggerakan sebuah coil untuk menutup atau membuka kontak yang ada di TOR tersebut.

13. Programmable Logic Control (PLC)

PLC (Programmabel Logic Control) adalah perangkat yang dibuat untuk menggantikan sirkuit relay sekuensial yang diperlukan untuk kontrol alat berat. PLC bekerja dengan melihat inputnya dan tergantung pada keadaannya, menyalakan / mematikan outputnya. Pengguna memasuki suatu program, biasanya melalui software, yang memberikan hasil yang diinginkan.

14. CT (Current Transformator)

Berfungsi untuk mengukur arus yang lewat dan mengirimkan nilai arus ke Ampere meter.

15. ACB (Air Circuit Breaker)

ACB adalah pemutus atau penghubung secara manual atau otomatis. ACB adalah bagian utama dalam panel listrik dan terletak pada Main Distribution Panel (MDP), biasanya untuk memutuskan rangkaian listrik yang mempunyai arus besar. ACB yang digunakan secara manual menggunakan tombol Open atau Close. ACB dilengkapi dengan UVT (Under Voltage Trip) untuk memutuskan tegangan apabila tidak ada tegangan masuk atau tegangan yang masuk sangat rendah.

Panel listrik perlu dilakukan perawatan secara rutin dan berkala agar fungsinya selalu bekerja dengan baik. Untuk perawatan panel listrik dapat menggunakan jasa yang telah banyak tersedia. Selalu pergunakan jasa perawatan panel yang telah berpengalaman dan kompeten di https://sewatama.com/id/.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.