Laporan Keuangan Bank Syariah Dalam Pengambilan Keputusan

Bank Syariah Dalam Pengambilan Keputusan

Laporan keuangan bank syariah bertujuan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (pengguna laporan keuangan) dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional. Laporan keuangan diperoleh dari proses berjalannya sistem akuntansi. Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Tujuan laporan keuangan menurut SAK no.1 alinea (5) : “Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.”

Laporan Keuangan Bank Syariah

Pengguna laporan keuangan yaitu :

  1. Shahibul maal/pemilik dana
  2. Pihak-pihak yang memanfaatkan dan menerima penyaluran dana
  3. Pembayar zakat, infak, dan shadaqah
  4. Pemegang saham
  5. Otoritas pengawasan
  6. Bank Indonesia
  7. Pemerintah
  8. Lembaga peminjam simpanan
  9. Masyarakat

Informasi bermanfaat yang disajikan dalam laporan keuangan, antara lain, meliputi informasi :

  1. Untuk pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan
  2. Untuk menilai prospek arus kas baik penerimaan maupun pengeluaran kas di masa datang
  3. Mengenai sumber daya ekonomis bank (economic resources)
  4. Mengenai kepatuhan bank terhadap prinsip syariah
  5. Untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab bank terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak dan informasi mengenai tingkat keuntungan investasi terikat
  6. Mengenai pemenuhan fungsi sosial bank, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat.

Laporan keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan bank syariah yang lengkap  sesuai PSAK no. 59 terdiri dari :

  1. Neraca
  2. Laporan laba rugi
  3. Laporan perubahan ekuitas
  4. Laporan perubahan dana investasi terikat
  5. Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, dan shadaqah
  6. Laporan sumber dan penggunaan dana Qardhul hasan
  7. Catatan atas laporan keuangan

Analisis Laporan Keuangan 

Analisis keuangan adalah penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisi dan kinerja keuangan perusahaan, dan untuk menilai kinerja keuangan di masa datang. Berbagai alat/instrumen digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Salah satu instrumen yang paling banyak digunakan untuk menilai kinerja keuanga perusahaan tersebut dengan menggunakan ratio analysis. 

Profitability Ratio

Abdus Samad dan M. Khabir Hassan dalam jurnalnya “The Performance of Malaysian Islamic Bank During 1984-1997: An Exploratory Study”, dalam menilai profitabilitas menggunakan  PER atau Profit Expense Ratio yang bertujuan untuk menilai efisiensi biaya yang dilakukan oleh perusahaan dan pencapaian profit tinggi dengan beban-beban yang ada.

Berdasarkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
“Profit (keuntungan/gain) didefinisikan sebagai kenaikan manfaat ekonomi dan dilaporkan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan beban-beban  yang bersangkutan.”

Profit = Income – Expenses

“Beban mencakupi baik kerugian maupun beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan. Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Proses yang biasanya disebut pengaitan biaya dengan pendapatan (matching costs with revenues) ini melibatkan pengakuan penghasilan dan beban secara gabungan atau bersamaan yang dihasilkan secara langsung dan bersama-sama dari transaksi atau peristiwa lain yang sama.”

Profit Expense Ratio dapat dihitung dengan rumus :

              Profit
PER  =   ————————-
              Total Expenses

Efisiensi menitikberatkan pada metode atau prosedur dari operasional perusahaan. Dalam menilai efisiensi dilihat apakah perusahaan memenuhi tanggung jawabnya dengan penggunanaan usaha yang minimal. Efisiensi merupakan salah satu parameter kinerja yang secara teoritis merupakan salah satu kinerja yang mendasari seluruh kinerja sebuah organisasi.

Kemampuan menghasilkan output yang maksimal dengan input yang ada, adalah  merupakan ukuran kinerja yang diharapkan. Pada saat pengukuran efisiensi dilakukan, bank dihadapkan pada kondisi bagaimana mendapatkan tingkat output yang optimal dengan tingkat input yang ada, atau mendapatkan tingkat input yang minimum dengan tingkat output tertentu. Di samping itu, dengan adanya pemisahan antara unit dan harga ini, dapat diidentifikasi berapa tingkat efisiensi teknologi, efisiensi alokasi, dan total efisiensi.

Baca juga: Manajemen Moneter Dalam Islam Yang Efisien Dan Adil

Hubungan Antar Variabel

Menurut peneliti  tingkat produk pembiayaan dalam hal ini tingkat debt financing dan equity financing yang dipilih oleh bank syariah dalam menyalurkan dana pembiayaannya memiliki pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan khususnya pada tingkat profit yang dihasilkan dan efisiensi biaya karena baik debt financing maupun equity financing masing-masing memiliki prosedur yang berbeda dan menghasilkan beban – beban yang akan ditanggung bank berbeda pula.

Dan baik tingkat debt financing maupun tingkat equity financing memiliki pengaruh yang relatif sama terhadap tingkat profitabilitas dan efisiensi biaya bank syariah karena pada debt financing  tingkat keuntungan bank ditentukan di depan dan menjadi bagian dari harga atas barang atau jasa yang dijual, pada equity financing tingkat keuntungan bank ditentukan dari besarnya keuntungan usaha sesuai dengan prinsip bagi hasil dimana keuntungan ditentukan oleh nisbah bagi hasil yang disepakati di muka, sedangkan baik debt financing maupun equity financing memiliki risiko kredit macet (Non Performing Finance) yang relatif sama , hal ini berdasarkan hasil penelitian Nur Anisa Qadriyah dalam skripsinya berjudul :”Pengaruh Jenis Produk Pembiayaan, Jenis Pembiayaan, dan Jenis Sektor Ekonomi Pembiayaan Terhadap Non Performing Financing Pada Perbankan Syariah”

Sekian pembahasannya Semoga artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengertian Dan Jenis Tunjangan Menurut Para Ahli
Perbankan
Tunjangan Adalah Hak Anda

Pengertian Tunjangan adalah? Baru-baru ini santer terdengar kabar bahwa pemerintah akan menyederhanakan besaran tunjangan untuk aparatur sipil negara (ASN). Seperti dikutip dari Kompas.com (3/8), hal ini merupakan salah satu hasil rapat koordinasi tentang reformasi birokrasi di Kantor Wakil Presiden. Nah, bagi Anda yang belum paham apa itu tunjangan, tunjangan adalah …

Mewaspadai Penipuan FOREX (Pasar Valuta Asing)
Perbankan
Mewaspadai Penipuan FOREX (Pasar Valuta Asing)

FOREX (Pasar Valuta Asing) Saat ini berbagai jenis bisnis semakin berkembang dengan pesat dengan dukungan teknologi yang terus tumbuh juga akan semakin mempermudah para pelaku atau pemain bisnis. Bebagai macam cara bisa dilakukan untuk bisa memperoleh keuntungan yang besar salah satunya dengan bisnis forex ini. Forex (FX) sendiri sering dikenal …

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Trading Forex
Perbankan
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Trading Forex Agar Berhasil ?

Waktu Yang Tepat Untuk Trading Forex ? Pada dasarnya kegiatan trading ini tidak ada batasan kapan untuk melakukannya dan boleh-boleh saja baik itu pagi, siang, sore, malam yang penting Anda harus mahir dan tahu untuk melakukan treding ini satu lagi adalah memaksimalkan profit yang akan didapatkan. Namun pada dasarnya trading …