Memahami Klasifikasi Produk Dan Jenis Barang Pelanggan

Klasifikasi Produk Dan Jenis Barang Pelanggan

Apa itu sebuah Produk? yaitu kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk didalamnya kemasan, kualitas, warna, harga, merk  dan ditambah dengan jasa dan reputasi penjualannya yang memberikan nilai tambah pada perusahaan. Tujuan produk adalah untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan kepada konsumen.

klasifikasi produk dan barang konsumen

Klasifikasi produk dapat dilakukan atas berbagai macam sudut pandang. Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok utama, yaitu :

1.    Barang tidak tahan lama (nondurable goods)

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari 1 tahun. Contohnya adalah sabun, minuman dan makanan ringan, kapur tulis, gula, dan garam. Oleh karena barang ini dikonsumsi dengan cepat (dalam waktu singkat) dan frekuensi pembeliannya sering terjadi, maka strategi yang paling tepat adalah menyediakannya di banyak lokasi, menerapkan mark-up yang kecil, dan mengiklankannya secara gencar untuk merangsang orang agar mencobanya dan sekaligus untuk membentuk preferensi.

2.    Barang tahan lama (durable goods)

Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya dapat bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah 1 tahun atau lebih). Contohnya antara lain adalah televisi, lemari es, mobil, komputer, dan lain-lain. Umumnya jenis barang ini membutuhkan personal selling dan pelayanan yang lebih banyak daripada barang tidak tahan lama, memberikan keuntungan yang lebih besar, dan membutuhkan jaminan atau garansi tertentu dari penjualnya.

3.    Jasa (services)

Jasa merupakan aktivitas, manfaat / kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya bengkel reparasi, salon kecantikan, kursus, hotel, lembaga pendidikan, dan lain-lain (Kotler, 1997 : 54 ).

Selain itu, produk umumnya juga diklasifikasikan berdasarkan siapa pelanggannya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini, produk dapat dibedakan menjadi barang konsumen (consumer’s goods) dan barang industri (industrial’s goods).

Artikel terkait: Bagaimana Cara Menentukan Harga Pada Produk atau Jasa

Barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan pelanggan akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis. Umumnya barang pelanggan dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Convinience goods

Convinience goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya antara lain rokok, sabun, pasta gigi, baterai, permen, dan surat kabar. Convinience goods sendiri masih dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :

a. Staples adalah barang yang dibeli konsumen secara reguler atau rutin,

misalnya sabun mandi dan pasta gigi.

b. Impulse goods merupakan barang yang dibeli tanpa perencanaan terlebih dahulu ataupun usaha-usaha mencarinya. Biasanya Impulse goods tersedia dan dipajang di banyak tempat yang tersebar, sehingga konsumen tidak perlu repot-repot mencarinya. Contohnya permen, coklat, majalah.

c. Emergency goods adalah barang yang dibeli bila suatu kebutuhan dirasa sangat mendesak, misalnya payung dan jas hujan di musim hujan.

2. Shopping goods

Shopping goods adalah barang-barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen di antara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria perbandingan tersebut meliputi harga, kualitas, dan model masing-masing barang. Contohnya alat-alat rumah tangga, pakaian, dan furniture. Shopping goods terdiri atas dua jenis, yaitu :

a. Homogeneous shopping goods merupakan barang-barang yang oleh konsumen dianggap serupa dalam hal kualitas tetapi cukup berbeda dalam harga. Dengan demikian konsumen berusaha mencari harga yang termurah dengan cara membandingkan harga di satu toko dengan toko lainnya. Contohnya adalah tape recorder, TV, dan mesin cuci.

b. Heterogeneous shopping goods adalah barang-barang yang aspek karakteristik atau ciri-cirinya (features) dianggap lebih penting oleh konsumen daripada aspek harganya. Dengan kata lain, konsumen mempersepsikannya berbeda dalam hal kualitas dan atribut. Contohnya perlengkapan rumah tangga, mebel, dan pakaian.

3. Specialty goods

Specialty goods adalah barang-barang yang memiliki karakteristik dan / atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya specialty goods terdiri atas barang-barang mewah dengan merek dan model spesifik, seperti mobil Lamborghini, kamera Nikon, dan lain-lain.

4. Unsought goods

Unsought goods merupakan barang-barang yang tidak diketahui konsumen atau kalaupun sudah diketahui, tetapi pada umumnya belum terpikirkan untuk membelinya. Ada dua jenis unsought goods, yaitu :

a. Regularly unsought goods adalah barang-barang yang sebetulnya sudah ada dan diketahui konsumen, tetapi tidak terpikirkan untuk membelinya. Contohnya ensiklopedia, asuransi jiwa, batu nisan, tanah kuburan.

b. New unsought goods adalah barang yang benar-benar baru dan sama sekali belum diketahui konsumen. Jenis barang ini merupakan hasil inovasi dan pengembangan produk baru, sehingga belum banyak konsumen yang mengetahuinya.

Sedangkan yang termasuk dalam klasifikasi barang industri adalah barang-barang yang dikonsumsi oleh industriawan (pelanggan antara / pelanggan bisnis) untuk diubah, diproduksi menjadi barang lain kemudian dijual kembali (oleh produsen) ataupun untuk dijual kembali (oleh pedagang) tanpa dilakukan transformasi fisik (proses produksi).

Baca juga: 4 Strategi Produk Dan Cara Menciptakan Peluang Produk

Barang industri dapat diklasifikasikan berdasarkan peranannya dalam proses produksi dan biaya relatif. Ada tiga kelompok barang industri yang dapat dibedakan (Kotler, 2000 : 397), yaitu Materials and parts, capital items, dan supplies and services.

Sekian pembahasan kali ini tentang Klasifikasi Produk Dan Jenis Barang Pelanggan. Semoga artikel tersebut memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

Hal ini untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa kami menawarkan pinjaman pada tingkat bunga 2% untuk setiap jumlah yang diperlukan, di tempat tujuan apapun, untuk bisnis, perusahaan, perusahaan dan tujuan pribadi dalam hal memahami dengan jelas dan menerapkan sekarang dengan mengirim email kami: (susannahstearns@gmail.com)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengertian Market Share atau Pangsa Pasar
Strategi Pemasaran
Market share Adalah Salah Satu Indikator Keberhasilan Perusahaan

Market Share atau Pangsa Pasar Market share adalah sebagian dari total permintaan terhadap suatu barang atau jasa yang menunjukkan kelompok konsumen dalam sebuah pasar. Dalam hal ini, konsumen dapat dikelompokkan menurut jenis kelamin, pendidikan, status sosial, tingkat penghasilan, dan usia. Pangsa pasar merupakan bagian yang dikuasai oleh suatu perusahaan dalam …

Keuntungan Perdagangan Internasional Bagi Pengusaha
Strategi Pemasaran
6 Keuntungan Melakukan Perdagangan Internasional Ekspor Bagi Pengusaha

Keuntungan Perdagangan Internasional Bagi Pengusaha Perdagangan internasional memungkinkan Anda untuk bertukar barang dan jasa dengan menggunakan uang sebagai alat tukar. Kita juga sering mengenal perdagangan lintas negara ini dengan istilah ekspor impor. Selama abad ke-20 perdagangan jenis ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Melakukan ekspor impor juga meningkatkan …

Strategi Pemasaran
2
Cara Sukses Memasarkan Bisnis Menggunakan Blog

Memasarkan Bisnis Menggunakan Blog Dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini dan dengan dukungan internet memungkinkan berbagai hal bisa dilakukan dengan mudah salah satunya yaitu dalam hal kegiatan bisnis. Saat ini telah banyak bisnis yang juga menggunakan media sosial, termasuk blog, untuk mempromosikan aktivitas bisnis yang mereka miliki, berbagi berita …