Peluang Usaha Keripik Talas dan Analisa Usahanya

Peluang Usaha Keripik Talas dan Analisa Usahanya

Analisis Usaha Keripik Talas Beserta Bisnis Plan-nya

Sebelum masuk pada pembahasan tentang peluang usaha keripik talas penulis ingin membahas peluang usaha dalam bidang makanan atau kuliner sebagai berikut. Makanan yang merupakan kebutuhan pokok manusia dalam kehidupannya kini semakin berkembang. Kebutuhan pokok tersebut bukan hanya makanan berat seperti nasi; bubur; roti; dan makanan pokok lainnya, tetapi makanan ringan atau yang sering disebut snack kini sudah menjadi hal pokok yang dibutuhkan masyarakat dari berbagai tingkat umur.  Hal ini terbukti dengan adanya banyak produk snack yang ditawarkan oleh perusahaan besar maupun kecil dan dipasarkan di warung-warung, toko-toko, dan juga supermarket.

Kebutuhan pangan dalam negeri yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, tentunya mendorong pemerintah untuk mulai mensosialisasikan diversifikasi pangan dengan mengenalkan beberapa tanaman pangan pengganti nasi. Salah satunya saja seperti umbi talas yang belakangan ini mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi, rendah lemak, dan kandungan seratnya cukup baik untuk memperlancar pencernaan para konsumennya.

Melihat begitu banyaknya kandungan nutrisi yang terkandung dalam umbi talas, masyarakat pun mulai tergerak untuk menginovasikan tanaman komoditas pangan tersebut menjadi beragam jenis makanan ringan. Contohnya saja seperti camilan keripik talas yang sekarang ini tak hanya digemari para konsumen, namun juga bisa menjadi ladang bisnis baru yang menjanjikan keuntungan cukup besar bagi para pelakunya.

Peluang Usaha Keripik Talas dan Analisa Usahanya

Penjelasan Produk Keripik Talas

Pembuatan produk ini tidak begitu sulit, karena bahan mudah didapatkan dan tidak membutuhkan terlalu banyak proses. Untuk membuat produk ini Kami membutuhkan bahan utama umbi talas.

Persiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Jika Anda memproduksi sendiri camilan keripik talas, maka peralatan masak seperti kompor, wajan penggorengan, baskom, dan alat pengemas lainnya perlu Anda persiapkan pula. Namun bila Anda hanya mengemas ulang keripik talas dari toko grosir camilan, maka peralatan pokok yang dibutuhkan yaitu mesin sealer dan plastik kemasan.

Pilih kemasan yang unik untuk meningkatkan daya jual produk Anda. Untuk mengatasi ketatnya persaingan pasar, tentunya tidak hanya citarasa keripik talas saja yang perlu Anda perhatikan. Dalam hal ini kemasan produk juga memegang peranan penting untuk menarik minat para pelanggan. Untuk itu, pilih kemasan produk yang unik agar konsumen Anda bisa tertarik.

Tentukan konsep pemasaran yang matang. Untuk mendongkrak pemasaran produk keripik talas, Anda bisa menggandeng mitra agen (reseller) ataupun menjalin kerjasama dengan sistem titip jual (konsinyasi) di beberapa toko oleh-oleh, swalayan, supermarket, kantin sekolah, kantin kantor, restaurant, rumah makan, cafe, kedai kopi, dan lain sebagainya.

Semakin luas jangkauan pasar yang Anda bidik, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendatangkan untung besar setiap bulan

Tujuan Membuka Usaha Keripik Talas

Adapun tujuan di dalam membuat usaha makanan (keripik talas) ini adalah :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
  2. Untuk menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.
  3. Dapat membantu para warga yang menanam pohon talas.
  4. Memasarkan produk hasil olahan kepada masyarakat sekitar.
  5. Memperkenalkan hasil olahan sendiri agar masyarakat mengetahui bahwa keripik talas ini mempunyai nilai cita rasa yang tinggi.

Artikel terkait: Usaha Jajanan Anak Sekolah Modal Kecil

KEGIATAN USAHA

Resep Keripik Talas Pedas
Bahan :
1 sendok teh kapur sirih
1 kilogram talas
2 liter air
Minyak goreng secukupnya
Garam dapur secukupnya
Cabe bubuk

ASPEK PEMASARAN

Strategi Produksi

Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.

Strategi Organisasi dan SDM

Dalam penerapan strategi organisasi dan sumber daya manusia (SDM) juga sangat diperhatikan karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini.Strategi yang diterapkan adalah dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.Dengan begitu usaha keripik talas rasa gulai ini dapat berkembang lebih maju.

Strategi Marketing

Marketing juga mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang marketing yang akan dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini dengan membuat brosur, poster dan flyer yang akan lebih dipasarkan kepada masyarakat umum.

Strategi Keuangan

Dalam mengembangkan usaha, pemilik akan menambah armada untuk mengembangkan usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan didapat.

ASPEK TEKNIS

ANALISIS RESIKO USAHA

Analisis Resiko Usaha

Menggambarkan hal-hal yang mungkin mengganggu pelaksanaan investasi dan pengembalian pinjaman.

  • Adanya perubahan selera pasar yang kemungkinan akan terjadi.
  • Kenaikan harga bahan baku diatas 25%
  • Kebijakan pemerintah yang sewaktu-waktu akan berubah.
  • Resiko yang dihadapi ketika perekonomian tidak stabil adalah akan terganggunya produktivitas yang akan dihasilkan.
  • Adanya persaingan dari pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari usaha ini.
  • Kenaikan upah tenaga kerja sebesar 30%
  • Penurunan Daya Beli Masyarakat
  • Kerusakan mesin – mesin Peralatan

Antisipasi Resiko Usaha

Menggambarkan strategi / kegiatan yang dilakukan dalam mengantisipasi dan meminimalkan resiko usaha.

  • Pembelian stock bahan baku dan bahan penolong.
  • Membuat kontrak kerja dengan tenaga kerja.
  • Menyediakan fasilitas pendukung untuk pekerja agar tetap loyal.
  • Memperluas saluran distribusi pemasaran

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, informasi teknologi memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis. Pemanfaatan sistem teknologi informasi memberikan lima peran utama di dalam organisasi :

  • Meningkatkan efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di proses produksi.
  • Meningkatkan efektivitas, yaitu menyediakan informasi bagi para manajer di organisasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif yang didasarkan dengan informasi yang akurat, tepat waktu,
    dan relevan sehingga mendapat hasil produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sasaran produksi yang diinginkan.
  • Meningkatkan komunikasi, yaitu mengintegrasikan penggunaan sistem teknologi informasi dengan menggunakan email dan chat.
  • Meningkatkan kolaborasi.
  • Meningkatkan kompetitif, yaitu system teknologi informasi digunakan untuk keunggulan kompetisi.

Dalam pemanfaatan informasi teknologi, Keripik Talas Rasa Gulai menggunakan jaringan internet untuk memasarkan usaha ini, yang memiliki alamat di internet dan dapat dikunjungi oleh siapapun.

Baca juga: Pengertian Modal Asing Dan Modal Sendiri Sebagai Pendanaan Perusahaan

ASPEK FINANSIAL

ANALISIS KEUANGAN

Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3 kategori yakni :

a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang Koperasi
c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang

Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi (PUKK) dan Bina Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang bertujuan untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masyarakat golongan pengusaha kecil dan koperasi di beri kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya, berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang berasal dari penyisihan laba BUMN.

Proyeksi Keuangan

Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow. Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha secara finansial sebagai berikut:

Berikut analisa usaha Bisnis Makanan Ringan Keripik Talas:

Investasi          Rp 1.600.000,00

Berikut ini adalah biaya operasionalnya :

  • Bahan baku                                                                   Rp 240.000,00
  • Bahan pelengkap untuk rasa dan aroma                        Rp 250.000,00
  • Penyusutan alat pengupas 1/30x Rp 200.000                Rp 700,00
  • Penyusutan wadah plastic 1/30x Rp 80.000                   Rp 2.700,00
  • Penyusutan alat press plastic 1/30x Rp 1.000.000          Rp 400,00
  • Biaya telpon                                                                  Rp 68.000,00
  • Promosi                                                                         Rp 50.000,00
  • Plastik kemasan                                                              Rp 37.000,00
  • Dll                                                                                 Rp 480.000,00

Total                                                                                      Rp 1.167.800,00

Penghasilan

Jika perhari terjual 5 bungkus saja, maka omzet yang di peroleh adalah :

8 bungkus @ Rp 9.000          = 8 x Rp 9000 x 30 hari

= Rp 2.160.000,00

Keuntungan     = Total penerimaan – total biaya operasional

= Rp 2.160.000,00 – Rp 1.167.000,00

= Rp 993.000,00

Nilai pengembalian modal (BEP) investasi :  keuntungan x 1 bulan

= Rp 1.600.000  :  Rp 993.000,00 (bulan)

= Rp 1,61 bulan

Jadi kita dapat mengembalikan modal pada bulan ke-2.

Asumsi keuntungan per-bulan adalah Rp 993.000,00 X 6 bulan = Rp 5.958.000,00

Jadi keuntungan per-6 bulan adalah = Rp 5.958.000,00

PENGKAJIAN BISNIS KERIPIK TALAS

Produk yang Dihasilkan

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan (Tjiptono, 2002:95).Pada bagian ini menjelaskan keseluruhan produk yang dihasilkan. Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:

Dimensi Produk

Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan baku buah dan sayur ini disajikan dalam bentuk keripik yang disediakan dengan berbagai varian rasa dan harga. Berikut ini adalah berbagai macam produk yang dihasilkan oleh Keripik Talas.

Nilai/Manfaat Produk

Produk Keripik Talas yang ditawarkan memiliki manfaat yang positif bagi kesehatan konsumen yang merupakan manfaat inti dari produk Keripik Talas yang diolah memiliki banyak kandungan gizi yang bermanfaat. Produk Keripik Talas juga memiliki Potential Benefit (manfaat potensial) seperti menjaga lingkungan dan memperdulikan kesehatan pelanggan.

Kegunaan/Fungsi Produk

Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir).Keripik Talas merupakan produk yang dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau.Selain itu kandungan gizi Keripik Talas yang diproses dengan alat penggoreng sistem hampa tidak jauh berbeda dengan keadaan talas sebelum di olah, karena diproses dengan menggunakan suhu rendah.

Keunggulan Produk

Keunggulan kompetitif produk kami antara lain :

  1. Rasa yang sangat unik dan baru dikalangan masyarakat
  2. Kemasan yang ramah lingkungan.
  3. Kualitas dari Talas.
  4. Harga terjangkau dan sesuai dengan kantong konsumen.

Gambaran Pasar

Pada tahap ini menceritakan gambaran pasar, mulai dari gambaran pasar bisnis secara ringkas serta data penjualan beberapa tahun terakhir.

  • Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.
  • Proyeksi penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang. Proyeksi penawaran disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x % per tahun sesuai pertumbuhan proyeksi permintaan 

Target Pasar atau Segmen Pasar yang Dituju

Target pasar adalah sekelompok pembeli yang mempunyai sifat-sifat yang sama yang membuat pasar itu berdiri sendiri. Adanya sekelompok orang dengan ciri-ciri yang sama belumlah berarti mereka membentuk pasar sasaran. Hanya bila mereka mempunyai ciri-ciri yang sama sebagai pembeli, maka barulah berarti mereka membentuk suatu pasar sasaran (Situmorang, 2008).

Dalam suatu perusahaan pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar yang dituju untuk mengembangkan usaha yang diproduksi oleh perusahaan. Target pasar memberikan prospek yang bagus dimana penulis dapat memasarkan produk Keripik Talas ke beberapa tempat misalnya saja di kedai/warung, di koperasi-koperasi, bahkan dapat dipasarkan di supermarket-supermarket jika sudah memiliki izin usaha. Perusahaan yakin akan melangkah ke bisnis ini karena telah melihat target pasar sebelumnya melalui berbagai media cetak dan elektonik.

Disini penulis juga memiliki target atau segmen pasar yang dituju yaitu penduduk Yogyakarta dan sekitarnya. Usaha Keripik Talas ini berdekatan dengan salah satu sekolah sehingga para pelajar menjadi salah satu target pasar. Dalam segmentasi pasar, usaha ini tidak mengelompokkan siapa yang menjadi konsumen akan produk yang dihasilkan. Perusahaan yakin dengan target atau segmentasi pasar yang dituju akan membuat usaha ini menjadi lebih berkembang karena melihat dari usaha yang menjanjikan dan demografi yang sangat baik untuk usaha ini

Trend Perkembangan Pasar

Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat ini, termasuk Keripik Talas. Dengan demikian, perusahaan yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk yang unik.

Dari analisis perkembangan pasar yang dilakukan, pertumbuhan ekonomi seperti inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi trend perkembangan pasar.Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk dari perusahaan.

Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan perusahaan. Dikarenakan ketika inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan baku penolong usaha ini. Dengan tingginya inflasi maka tinggi pula harga bahan baku penolong yang akan berimbas pada harga produk usaha. Namun, ketika inflasi turun maka bahan baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha penulis.

Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya tingkat suku bunga.

Proyeksi Penjualan

Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan, dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam).Untuk perencanaan strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka minimal 3 tahun kedepan, sesuai dengan rencana produksinya.

Analisis Pesaing

Strategi Pemasaran Perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P menurut Kotler (2000) yang terdiri atas :

Price (harga)

Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing.Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah.

Pricing merupakan ekspresi nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang menyertainya (Raymond Corey, 2001). Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi ditambah dengan marjin keuntungan yang akan diambil, melainkan sebuah nilai yang mencerminkan value proposition. Harga yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara pembeli dan produsen. Harga produk tidak lebih murah daripada produk pesaing, karena harga tersebut merupakan harga yang sudah sesuai dengan ongkos produksi.

Product (Produk)

Strategi mengenai bagaimana produk usaha dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk yang ditawarkan merupakan produk Keripik Talas Rasa Gulai yang memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang tinggi dan menyehatkan dan sekaligus berkhasiat obat.

Promotion (Promosi)

Strategi mengenai bagaimana produk dapat dikenal oleh konsumen melalui cara Personal Selling yaitu promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung. Dengan adanya Internet memungkinkan  promosi melalui media sosial, dan situs penyedia layanan jual beli seperti Olx, Tokopedia, Bukalapak dll.

Place (Saluran Distribusi)

Place merupakan cara untuk mendistribusikan produk untuk sampai ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan secara langsung ke konsumen.

 People

People merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung.Direncanakan, usaha ini dilaksanakan oleh pemilik sendiri sebagai pemilik aktif.Maka sedapat mungkin pemilik mengutamakan pelayanan dengan sikap yang ramah, sopan dan bersahabat.

Process

Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses pelayanan terhadap konsumen. Dalam proses, pelanggan dapat melihat secara langsung proses pembuatannya. Disini operasional usaha dituntut untuk menjaga kualitas produksi seperti mengutamakan kebersihan, langkah kerja yang efektif dan tangkas menanggapi permintaan.

Physical Evidence

Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Logo official dari Keripik Talas terinspirasi dari warna putih yang menggambarkan pemanfaatan akanTalas yang ada di daerah warga, kemudian tulisan Keripik Talas berwarna ungu karena merupakan warna kesukaan pemilik usaha. Kemasan produk berisi nama berikut alamat usaha. Kemasan produk Keripik Talas terbuat dari plastic alumunium foil. Ini akan menghemat ongkos produksi karena tidak menggunakan plastik-plastik yang tidak ramah lingkungan serta menjadi indikator kepedulian terhadap lingkungan.

Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari usaha Keripik Talas ini merupakan produk yang sejenis yakni pesaing yang bersifat subtitusi.

Baca juga: Pengertian, Contoh, Jenis-Jenis Iklan dan cara strategi Komunikasi Pemasaran

ASPEK PRODUKSI KERIPIK TALAS

Bahan Baku dan Bahan Penolong

Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan bagian utama untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan. Bahan baku yang digunakan adalah (dihitung berdasarkan kebutuhan per bulan):

N0Bahan BakuKuantitas (Kg)Harga Satuan/KgJumlah Harga
1Buah Talas60Rp 4.000,00Rp 240.000,00
2Minyak Goreng40Rp 12.000,00Rp 480.000,00
3Bumbu25Rp 10.000,00Rp 250.000,00
JumlahRp 970.000,00

Proses Produksi

Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud. Bentuk proses produk Keripik Talas ini dibahas dalam bentuk resep.

Peralatan yang Dibutuhkan

Baik untuk perencanaan pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya.Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.

NoNama PeralatanJumlahHarga Per SatuanJumlah
1Kompor Gas1Rp.250.000,00Rp.250.000,00
2Tabung Gas1Rp.100.000,00Rp.100.000,00
3Mesin Vacum Frying1Rp.2.000.000Rp.2.000.000,00
4Pisau2Rp.5.000,00Rp.10.000,00
5Wajan2Rp.40.000,00Rp.80.000,00
6Baskom2Rp.10.000,00Rp.20.000,00
7Timbangan1Rp.30.000,00Rp.30.000,00
8Saringan1Rp.5.000,00Rp.5.000,00
9Alat Press Plastik1Rp.1.000.000,00Rp. 1.000.000,00
10Alat Pengupas1Rp.200.000,00Rp.200.000,00
11Wadah Plastik4Rp.20.000,00Rp.80.000,00
TotalRp.3.775.000,00

Sarana Penunjang

Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain.

PENUTUP

Tiga kunci kesuksesan yang perlu Anda perhatikan adalah menjaga kualitas rasa keripik, menyiapkan kemasan produk yang unik, dan menyusun strategi pemasaran yang menarik. Dengan mengoptimalkan tiga komponen tersebut, bisa dipastikan bila bisnis Anda mampu bersaing dengan kompetitor yang ada dan berhasil mendatangkan keuntungan cukup besar setiap bulannya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.