Penjelasan Pengertian Karakter Menurut Para Ahli Lengkap

Penjelasan Pengertian Karakter Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Para Ahli Menjelaskan Pengertian Karakter seseorang biasanya akan sejalan dengan perilakunya. Bila seseorang selalu melakukan aktivitas yang baik seperti sopan dalam berbicara, suka menolong, atau pun menghargai sesama, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga baik, akan tetapi jika perilaku seseorang buruk seperti suka mencela, suka berbohong, suka berkata yang tidak baik, maka kemungkinan besar karakter orang tersebut juga buruk.

Banyak yang beranggapan bahwa istilah karakter dengan watak, sifat, atau pun kepribadian sama. Padahal, dari beberapa istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup jelas jika ditelisik lebih lanju. Lantas apa sih arti kata karakter itu?

Penjelasan Pengertian Karakter Menurut Para Ahli Lengkap

Pada dasarnya karakter merupakan akumulasi dari sifat, watak, dan juga kepribadian seseorang. Selain pengertian ini, ada banyak sekali pengertian kata karakter yang diungkapkan oleh para ahli seperti beberapa contohnya adalah sebagai berikut :

1.Maxwell

Menurut Maxwell, karakter jauh lebih baik dari sekedar perkataan. Lebih dari itu, karakter merupakan sebuah pilihan yang menentukan tingkat kesuksesan.

2.Wyne

Menurut Wyne, karakter menandai bagaimana cara atau pun teknis untuk memfoukuskan penerapan nilai kebaikan ke dalam tindakan atau pun tingkah laku.

3.Kamisa

Menurut Kamisa, pengertian karakter adalah sifat – sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian.

4.Doni Kusuma

Menurut Doni Kusuma, karakter merupakan ciri, gaya, sifat, atau pun katakeristik diri seseorang yang berasal dari bentukan atau pun tempaan yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya.

5.W. B. Saunders

Menurut W. B. Saunders, karakter merupakan sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu. Karakter dapat dilihat dari berbagai macam atribut yang ada dalam pola tingkah laku individu.

6.Gulo W.

Menurut Gulo W. Pengertian karakter adalah kepribadian yang dilihat dari titik tolak etis atau pun moral (seperti contohnya kejujuran seseorang). Karakter biasanya memiliki hubungan dengan sifat – sifat yang relatif tetap.

7.Alwisol

Menurut Alwisol, karakter merupakan penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar – salah, baik – buruk) secara implisit atau pun ekspilisit. Karakter berbeda dengan kepribadian yang sama sekali tidak menyangkut nilai – nilai.

Artikel terkait: Apa Pengertian Kepemimpinan Transformasional?

Proses Terbentuknya Karakter

Karakter yang dimiliki oleh seseorang pada dasarnya terbentuk melalui proses pembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Lebih dari itu, karakter merupakan bentukan atau pun tempaan lingkungan dan juga orang – orang yang ada di sekitar lingkungan tersebut.

Karakter dibentuk melalui proses pembelajaran di beberapa tempat, seperti di rumah, sekolah, dan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Pihak – pihak yang berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang yaitu keluarga, guru, dan teman sebaya.

Seven Pillars of Character

  1. SELF RESPECT (Harga Diri)
  2. SELF RELIANCE ( Kesempatan Diri)
  3. SELF EMPOWERMENT ( Pemberdayaan Diri)
  4. PERSONAL VALUES (Nilai-nilai Pribadi)
  5. COMPASSION ( Kasih )
  6. TEAM WORK ( Kerja Team )
  7. ENVIRONMENTAL CONCERN [SOCIETY AND NATURE] (Lingkungan hidup / Masyarakat dan sifat)

HARGA DIRI. Mengetahui apa yang kami lakukan dan bagaimana kami melakukannya sangat berarti.

SELF RELIANCE. Mengandalkan diri untuk membuat keputusan yang terinformasi dan bisa diterapkan. Mengambil tanggung jawab konsekuensi dari tindakan sendiri.

PEMBERDAYAAN DIRI. Merebut peluang untuk belajar, tumbuh dan membangun kepercayaan diri.

NILAI-NILAI PRIBADI. Mendasarkan tindakan pada keyakinan dan nilai yang dipegang teguh. Keberanian. Integritas.

KASIH. Perhatian yang tulus untuk kebaikan orang lain. Mengubah empati menjadi tindakan melalui Layanan.

KERJA TIM. Lebih banyak lagi dapat dicapai dengan bekerja bersama daripada bekerja bersama.

LINGKUNGAN HIDUP (MASYARAKAT DAN SIFAT). Berpikir secara global saat bertindak secara lokal.

Karakter Mahasiswa Jaman NOW

Never Ending Improvement
Open Feedback
Winning Commitment

Hobi Kepo -> Kembangkan Potensi
Harus Baper -> Bawa Perubahan
Selalu Utang -> Unggul & Tangguh

Nation character building atau pembangunan jiwa bangsa adalah sebuah hal penting dan mendasar yang nampaknya terlupakan dan kurang mendapat perhatian yang sungguh- sungguh oleh bangsa ini dalam kurun waktu yang begitu panjang

Para founding fathers memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dengan tujuan umum adalah mengubah system feodalistik dan system kolonialis menjadi system modern dan system demokrasi.

•Kemerdekaan menurut Sukarno
•adalah “jembatan emas “ menuju cita-cita demokrasi, sedangkan pembentukan “nation and character building” dilakukan di
•Kalau pada suatu saat Sukarno menyatakan
•bahwa, “revolusi belum selesai,” maka dalam konteks “nation and character building” yang dikehendaki sebagai bangsa merdeka belum mencapai standar yang dibutuhkan. Maka dalam hubungan “nation and character
•building”
•Gagasan awal Soekarno
•Pertama, Kemandirian (self-reliance), atau menurut istilah Presiden Soekarno adalah “Berdikari” (berdiri di atas kaki sendiri). Dalam konteks actual saat ini, kemandirian diharapkan terwujud dalam percaya akan kemampuan manusia dan penyelenggaraan Republik Indonesia dalam mengatasi krisis-krisis yang dihadapinya.

Baca juga: Apa Pengertian Kepemimpinan Demokratis?

Gagasan awal Soekarno

•Kedua, Demokrasi (democracy), atau kedaulatan rakyat sebagai ganti system kolonialis. Masyarakat demokratis yang ingin dicapai adalah sebagai pengganti dari masyarakat warisan yang feodalistrik. Masyarakat dimana setiap anggota ikut serta dalam proses politik dan pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan kepentinganya untuk mencapai kesejateraan dan kemakmuran.
•Ketiga, Persatuan Nasional (nation unity). Dalam konteks actual dewasa ini diwujudkan dengan kebutuhan untuk melakukan rekonsiliasi nasional antar berbagai kelompok yang pernah bertikai ataupun terhadap kelompok yang telah mengalami diskriminasi selama ini.
•Keempat, Martabat Internasional (bargaining positiosari ). Indonesia tidak perlu mengorbankan martabat dan kedaulatannya sebagai bangsa yang merdeka untuk mendapatkan prestise, pengakauan dan wibawa di dunia international.
•Kelima : masyarakat yang terdiri kurang lebih
•520 bahasa dan 6 agama dengan jumlah penduduk ratusan juta dan mendiami puluhan ribu pulau-pulau (besar dan kecil) yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Untuk memperkokoh Negara republic Indonesia, salah satu pilar utama dalah membudayakan, melestarikan, saling harga menghargai, hormat menghormati budaya tiap-tiap etnik/budaya tiap-tiap daerah diseluruh Nusantara.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.