Penjelasan Terbaru Cara Menghitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Penjelasan Terbaru Cara Menghitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Business

Cara Menghitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor Terbaru

Pajak kendaraan bermotor merupakan jenis pajak yang wajib dibayarkan setiap satu tahun sekali. Gunanya tentu saja untuk memperpanjang masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) milik kendaraan Anda. Bila tak mematuhi aturan pajak ini, risiko nomor STNK menjadi hangus hingga mendapat surat tilang tak akan bisa Anda hindari.

Oleh karena itu, bayarlah pajak kendaraan sesuai waktu yang sudah tertera pada STNK Anda. Namun, tak jarang masyarakat tidak membayarkan pajak kendaraan secara tepat waktu. Alasannya pun beragam, ada yang disebabkan belum punya waktu hingga faktor terserang ‘penyakit’ lupa. Alhasil, pemilik kendaraan semacam ini dijatuhi denda pajak motor sesuai dengan waktu keterlambatan pembayaran.

Penjelasan Terbaru Cara Menghitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Artikel terkait: Cek Pajak Kendaraan Bermotor Lewat 4 Cara Ini

Cara Menghitung Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Agar tahu betul berapa kisaran jumlah uang yang harus dibawa demi membayar pajak kendaraan bermotor Anda, Anda harus tahu rumus perhitungan dendanya. Rumus serta jumlah pajak kendaraan mobil dan motor pun pada dasarnya berbeda.

Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa keterlambatan pajak kendaraan baik mobil dan motor yang terlambat 1 hari sampai 1 minggu masih termasuk denda bayar pajak 1 bulan.

Tapi bila sudah terlambat lebih dari 30 hari, maka denda yang Anda dapatkan sudah masuk dalam denda pajak dengan hitungan 2 bulan. Selebihnya, untuk pembayaran pajak kendaraan yang terlambat 1 tahun maka dendanya tinggal dikalikan saja selama 12 kali.

Hal ini pun berlaku dengan kelipatan waktu terlambat membayar pajak yang sifatnya tahunan. Sebagai contoh, semisal Anda terlambat membayar pajak kendaraan selama 5 tahun, maka pajaknya mencapai 60 kali dari jumlah denda pajak kendaraan bulanan.

Sekarang masuk ke perhitungan total pajak. Bila Anda membayar pajak tepat waktu, maka bilangan pajak yang keluar adalah hasil penambahan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditambah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) saja. Tetapi kalau pembayaran pajaknya terlambat, maka total pajak akan ditambah dengan denda PKB dan denda SWDKLLJ.

Rumus denda PKB adalah PKB x 25% x hitungan bulan keterlambatan per 12. Maksud dari hitungan bulan keterlambatan per 12 adalah kalau keterlambatan pembayarannya 1 bulan, maka rumus dendanya adalah PKB x 25 % x 1/12. Sedangkan denda SWDKLLJ terbaru untuk tahun 2018 adalah sebesar Rp 32 ribu.

Sebagai contoh, semisal jumlah PKB Anda Rp 175.000, jumlah SWDKLLJ senilai Rp 35 ribu, dan terlambat membayar 2 bulan. Maka total pembayaran pajaknya adalah (175.000 + 35 ribu) + (175.000 x 25% x 2/12) = sekitar Rp 218 ribu.

 Di Mana Tempat Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor?

Sebelum Anda membayar pajak kendaraan Anda, Anda bisa sebelumnya cek pajak motor online Anda lewat layanan Samsat Online. Alhasil, Anda tak perlu lagi mengira-mengira sendiri soal berapa jumlah total pajak yang harus dibayarkan nantinya. Hal ini juga mengantisipasi adanya ketidakcocokan jumlah tagihan pajak yang dibayarkan ketika membayar di tempat pembayaran pajak.

Nah, lalu di mana Anda bisa membayar pajak kendaraan bermotor Anda? Pertama-tama, Anda dapat mengunjungi kantor Samsat di kota Anda. Namun bila kantor Samsat kebetulan berjarak cukup jauh dari rumah, Anda dapat menyambangi Samsat Corner yang umumnya tersedia di mall atau di beberapa titik pinggiran jalan besar di kota Anda.

Alternatif lainnya, Anda bahkan bisa membayar pajak kendaraan tanpa harus bersusah payah mengangkat kaki keluar rumah. Lho, kok bisa? Iya, sebab kini pajak kendaraan juga sudah bisa dibayar melalui layanan Samsat Online. Samsat Online sejatinya tidak hanya berguna untuk mengecek jumlah total pajak kendaraan tapi juga bisa digunakan untuk media membayar pajak.

Sayangnya, belum semua provinsi menyediakan jenis layanan ini. Provinsi yang sudah melayani e samsat antara lain Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Nangroe Aceh Darusalam.

Baca juga: Mudah Banget, Seperti Ini Cara Cek Pajak Kendaraan

Nah, sekarang Anda sudah paham kan cara menghitung denda pajak kendaraan bermotor sekaligus lokasi tempat pembayarannya? Biar tak mendapat denda, usahakan untuk tidak terlambat membayar pajak kendaraan. Lebih bagus lagi jika Anda membayarkan pajak kendaraan selambat-lambatnya 1 sampai 2 hari sebelum tenggat waktu pembayaran. Hal ini untuk mengantisipasi seandainya Anda mendadak berhalangan datang ketika ketika tenggat waktu pembayaran pajak tiba. Kalau pajak kendaraan sudah dibayar lunas, niscaya hati akan terasa lebih lega.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sering Merasa Repot Ketika Bayar Pajak Bayar Pajak Online Yuk
Business
Sering Merasa Repot Ketika Bayar Pajak? Bayar Pajak Online Yuk

Anda Repot Bayar Pajak? Bayar Pajak Online Yuk Daftar isi Anda Repot Bayar Pajak? Bayar Pajak Online YukKebijakan Ditjen Pajak terhadap pajakUntuk dapat mengakses e-Billing dalam membayar pajak, perlu dibuat kode atau id billing terlebih dahulu. Beberapa opsi yang dapat dipilih untuk membuat kode billing, yaitu:Jika Anda sudah memiliki kode …

Cara Mudah Daftar NPWP Online
Business
Baca ini Dulu Sebelum Daftar NPWP Online

Cara Mudah Daftar NPWP Online Daftar isi Cara Mudah Daftar NPWP OnlineSebelum membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Anda harus menyiapkan beberapa dokumen berikut.Wajib Pajak Perorangan:Wajib Pajak Badan atau Perusahaan :Wajib Pajak Badan Usaha Joint Operation (JO):Wajib Pajak Bendahara:Proses daftar NPWP online pun sudah selesai. Dokumen tersebut akan diproses dalam …

90 Mudah Banget, Seperti Ini Cara Cek Pajak Kendaraan
Business
Mudah Banget, Seperti Ini Cara Cek Pajak Kendaraan

 Cara Cek Pajak Kendaraan dengan Mudah Memiliki kendaraan bermotor memang memudahkan siapapun. Mau ke mana-mana tak perlu bingung mencari transportasi umum, karena ada kendaraan pribadi. Namun perkara kendaraan bermotor entah roda dua atau empat bukan semata memiliki saja. Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, sudah seharusnya Anda rajin membayar …