Strategi Meningkatkan Pangsa Pasar Produk Mie Bakso

Strategi Meningkatkan Pangsa Pasar Produk Mie Bakso

Meningkatkan Pangsa Pasar Produk Mie Bakso

Mie Bakso. Hampir setiap orang pernah mengkonsumsi mie bakso. Bahkan tidak sedikit orang yang sangat menyukai dan doyan mie bakso. Salah satu makanan yang sangat menyegarkan ini dengan mudah kita dapatkan dimana-mana. Terutama di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Banyak konsumen yang sudah merasa pas lidahnya dengan cita rasa mie bakso.

Maka tidak aneh, banyak pengusaha yang menjalankan bisnis berjualan mie bakso ini, mulai dari pedagang kecil sampai dengan pedagang besar, mulai dari pedagang keliling sampai dengan pedagang di mall-mall besar bahkan sebagian lagi berdagang mie bakso dengan gaya resto. Dengan potensi konsumen yang sangat besar ini, tentunya peluang berbisnis mie bakso ini masih terbuka luas.

Dari sekian banyak pebisnis yang berjualan mie bakso, tentunya terdapat sebagian pedagang yang hanya memiliki omset sekedarnya saja, namun sebagian lainnya mampu meraup keuntungan besar dari bisnis mie bakso yang beromset besar. Untuk menggapainya tentu butuh strategi dan persiapan yang handal. Di sinilah peran strategi pemasaran yang harus diperhatikan oleh para pebisnis mie bakso. Strategi dimaksud bisa dimulai dari pengembangan produk dan pengembangan layanan dalam bisnis mie bakso.

Strategi Meningkatkan Pangsa Pasar Produk Mie Bakso

Perencanaan Pengembangan Produk

Perencanaan pengembangan produk adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh pabrikan atau produsen dalam menentukan dan mengembangkan produknya, memperbaiki produk lama, memperbanyak kegunaan dari prodyuk yang sudah ada dan mengurangi biaya produksi serta biaya pembungkus (Alma, 2004). Biasanya pengembangan produk dilakukan apabila :

  • Bila suatu organisasi mempunyai produk yang sukses yang berada dalam tahap dewasa dalam daur hidup produk.
  • Bila suatu organisasi bersaing dalam industri dengan karakteristik perkembangan teknologi yang cepat.
  • Bila pesaing utama menawarkan produk dengan mutu lebih baik dengan harga yang pantas.
  • Bila suatu organisasi bersaing dalam industri dengan pertumbuhan tinggi Bila suatu organisasi amat kuat dalam kemampuan penelitian dan pengembangan.

Artikel terkait: Pengertian Market Share atau Pangsa Pasar

Sejarah Mie Bakso

Dalam bahasa Indonesia Bakso itu berasal dari bahasa china yang terdiri dari 2 kata Bak dan So, dimana Bak artinya daging babi dan So itu Mie ditambah Sup. Tapi kemudian di indonesia sendiri daging babi itu dirubah menjadi daging sapi tapi tetap menggunakan kata Bak. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi dan tepung, tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam atau ikan, untuk jenis bakso daging sapi, ayam, dan ikan sekarang mulai banyak di tawarkan dalam bentuk frozen yang dijual di super market, swalayan dan mall-mall. Dalam penyajiannya bakso biasa dicampur dengan kuah bening dan mi.

Dalam proses pembuatanya biasa dicampurkan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging, hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM.Bakso sangat populer di Indonesia, tempat yang terkenal menjadi sentra Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Kota Malang malahan di kota Malang terdapat kuliner Bakso Bakar. Dipercaya bakso awalnya berasal dari Republik Rakyat Cina.

Bakso atau yang dikenal dengan meatball mempunyai nama dan cara penyajian yang berbeda beda di setiap negara. Situs wikipedia menguraikan cara penyajian bakso di beberapa Negara :

  • Di Afghanistan, meatballs digunakan sebagai hidangan tradisional dengan sup buatan rumah.
  • Albania meatballs digoreng (Qofte të fërguara)
  • Di Belgia, meatballs dipanggil ballekes atau bouletten di Flandersdan Brussels dan boulettes atau boulets di Wallonia. Mereka biasanya dibuat dengan saus tomat atau saus dan disajikan dengan french fries, kentang croquettes atau steamed potatoes. small meatball sering ditambahkan sebagai hiasan untuk sup tomat.
  • Dalam Portugal dan Brazil meatballs dipanggil ‘almôndegas’ dan biasanya digoreng dan disajikan dengan spaghetti.
  • Chinese meatballs (secara khusus, suatu hidangan umum di Shanghai masakan) yang paling sering dibuat dari daging babi dan biasanya steamed atau direbus, baik apa adanya, atau dengan penambahan kecap.
  • Denmark meatballs dikenal sebagai frikadeller dan biasanya digoreng, dan mereka biasanya dibuat dari tanah babi, anak sapi, bawang, telur, garam dan merica, ini dibentuk menjadi bola dan flattened sedikit, sehingga mereka pan siap.
  • Di Finlandia meatballs (lihapullat) tanah yang dibuat dengan daging sapi atau campuran daging sapi dan babi tanah, atau bahkan dengan tanah rusa kutub daging, dicampur dengan breadcrumbs kebasahan dalam susu dan bawang dicacah halus. Meatballs biasanya disajikan dengan saus, kentangrebus (atau kentang pure), lingonberry jam, dan kadang- kadang diasamkanketimun.
  • Di Jerman, meatballs dipanggil Frikadellen (di Utara, dari Italia frittatella) atau Fleischpflanzerl atau Fleischküchle jika Anda telah berada di selatan. In Bavaria , Di Bavaria, Fleischpflanzerl biasanya dibuat dari daging sapi muda, sedangkan sebagian besar wilayah Jerman lainnya menggunakan babi. Di Berlin dan berbagai bagian dari Jerman Timur, nama “Bulette” adalah umum. Yang paling terkenal adalah meatballs Jerman Königsberger Klopse yang berisi anchovy atau ikan asin dan dimakan dengan saus caper. Sebuah istilah umum untuk meatballsadalah Hackbällchen.
  • Di Austria, fried meatballs dipanggil Fleischlaibchen atau Fleischlaberl
  • Di Yunani, fried meatballs dipanggil ‘keftedes’ (ksLtcðsç) dan biasanya termasuk dalam campuran bawang dan daun mint. Rebusan meatballs dipanggil ‘yuvarlakia’ (çıouþaqLákıa).
  • Di Bulgaria, meatballs dipanggil ‘kyufte’ dan biasanya dibuat dari campuran daging sapi dan babi dengan breadcrumbs dan iris bawang. Ada banyak variasi lainnya termasuk berbagai jenis daging cincang dan sayuran.
  • Di Iran, beberapa jenis meatball yang dikonsumsi. Jika mereka sudah matang dalam keadaan direbus mereka disebut “kufteh”. Jika digoreng (biasanya meatballs kecil), mereka disebut “kal-e gonjeshki”. Kedua jenis tersebut dikonsumsi dengan roti atau beras. Biasanya ditambahkan sayuran dan dalam kasus kufteh, bakso yang biasanya diisi dengan telur rebus atau buah-buahan kering. Ada beberapa (setidaknya 10) jeniskufteh. Yang paling terkenal adalah “kufteh tabrizi”, secara tradisional dari Tabriz di barat laut Iran.
  • Di Italia, meatballs dikenal sebagai polpette dan biasanya dimakan sebagai hidangan utama atau dalam sup. Bahan utama dari Italia bakso adalah: daging sapi dan babi dan kadang-kadang atau kalkun, garam, merica hitam, bawang putih bubuk, minyak zaitun, Romano keju, telur, bubuk roti dan peterseli, dicampur dan dibentuk menjadi sebesar bolagolf. Dalam Abruzzo Daerah di Italia, khususnya di Provinsi Teramomeatballs yang biasanya ukuran kelereng dan dipanggil polpettine.
  • Di Norwegia, meatballs dipanggil kjøttkaker ( “daging cakes”) dan menyerupai frikadeller Denmark.
  • Di Filipina, meatballs dipanggil almondigas atau bola-bola dan biasanya disajikan dalam sup vermicelli disebut dengan padi misua, dicampur bawang putih, labu dan babi cincang.
  • Dalam Polandia mereka dipanggil “pulpety” atau “pulpeciki” danbiasanya disajikan matang dan dicampur dalam berbagai sauces (seperti tomat atau jenis saus yang dikentalkan menggunakan tepung dan jamur.) dengan kentang, beras atau segala jenis “Kasha” (sejenis bubur yang populer di negara-negara Slavia). “Pulpety” biasanya dibuat dari tanah berbumbu daging dengan bawang merah dan dicampur dengan telur dan tepung terigu atau remah roti yang dicampur air. “pulpety” yang digoreng lebih besar dari yang biasa dimasak.
  • Di Swedia köttbullar (meatballs) yang dibuat dengan daging sapi atau campuran daging sapi dan babi dicampur dengan remah roti yang dicampur susu dan bawang dicacah halus. Mereka yang mencampurkan dengan lada putih atau rempah-rempah dan garam. Swedia meatballs biasanya disajikan dengan saus, kentang rebus, dan kadang-kadang dengan acar
  • Di Belanda, meatball dikenal dengan nama ‘gehaktbal’ (“chopped (merujuk kepada daging) bola”) dan biasanya disajikan dengan kentang rebus dan sayuran. Kombinasi ini telah hidangan yang paling umum di Belanda rumah tangga sepanjang sejarah.
  • Di Turki masakan ini memiliki lebih dari 80 jenis meatballs (köfte),
  • Di Hungaria, serta dari wilayah negara-negara tetangga Hungaria meatball dikenal dengan nama ‘Fasirt’ atau ‘Fasirozott’ (atau sheertfuh- fuh-Shee-roh-zoh-t) mungkin berasal dari Austria Jerman ‘faschierteLaibchen ‘.
  • Di Amerika Serikat meatballs biasanya disajikan dengan spaghetti. Di Amerika dalam pembuatannya mereka biasanya dibuat lebih besar daripada meatball di Italia. di Italia, meatballs biasanya disajikan bukan saja dengan pasta, dan gagasan mereka makan bersama di piring yang sama.
  • Meatball juga ditemukan dalam kumpulan resep Apicius yang katanya merupakan kumpulan resep masakan roma dari akhir abad ke 4 atau awalabad ke 5.
  • Di Indonesia sendiri, bakso sudah banyak macamnya. Di Indonesia, meatballs dipanggil “bakso” yang biasanya disajikan dalam mangkuk, seperti sup, dengan mi, tahu, telur, ‘siomay’, dan atau digoreng daging.

Baca juga: Definisi Market Share atau Pangsa Pasar dan Contohnya

Strategi Pengembangan Produk Mie Bakso

Sedemikian populernya Mie Bakso di Indonesia sehingga tidak sedikit pebisnis yang membuka gerai untuk menjual mie bakso. Namun banyaknya pelaku bisnis di bidang penjualan mie bakso tidak menyurutkan pelaku-pelaku bisnis baru juga melakukan bisnis yang sama, yaitu menjajakan mie bakso. Alasan yang mendasarinya adalah karena memang pangsa pasar masih memiliki potensi yang sangat tinggi.
Dengan banyaknya pelaku bisnis mie bakso, butuh strategi pengembangan produk agar mie bakso yang dijajakan memiliki keunikan dan perbedaan dengan mie bakso lainnya. Dengan keunikan dan perbedaan itulah yang akan menjadi competitive advantage (keuntungan bersaing) bagi pebisnis mie bakso sehingga konsumen tertarik dan melakukan proses pembelian.

Strategi pengembangan produk yang dapat dilakukan antara lain :

a. Penciptaan Cita Rasa Bakso yang unik

Kebanyakan Konsumen menginginkan bakso yang higienis dan tampilan yang sehat. Menciptakan bakso dengan bahan pilihan yang terbaik merupakan strategi yang bisa berdampak panjang dalam pemeliharaan kesetiaan konsumen. Bakso dibuat dari tepung yang masih segar, tidak diberi zat pengawet, tidak diberi zat pewarna, di dalamnya diberi isi daging segar yang telah diolah menggunakan bumbu tertentu yang semakin memberi rasa nikmat di saat mengunyahnya, dimasak dengan teknik tertentu yang tidak membuat bakso alot atau lembek, dan berbagai teknik lainnya yang semakin membuat bakso terasa gurih.

b. Penciptaan Kuah Mie Bakso

Di samping membuat bakso yang enak dan gurih, kuah mie bakso pun memegang peranan penting dalam memanjakan lidah konsumen di saat mengkonsumsi mie bakso. Variasi kuah mie bakso yang bisa dibuat dan dikembangkan adalah kuah daging sapi segar, kuah daging ayam segar, kuah daging ayam kampung, kuah campur kunyit, kuah ikan, kuah udang dan sebagainya. Dengan strategi pelayanan yang dikembangkan berupa prasmanan, pilihan kuah ini bisa disajikan secara bersamaan. Konsumen dapat dengan bebas mengeksplor cita rasa sesuai keinginan dan cita rasanya. Strategi kedua yang bisa dikembangkan adalah menjadwal menu kuah berdasarkan hari. Misalnya, hari senin disajikan kuah daging ayam kampung, hari selasa disajikan kuah udang dan seterusnya. Namun khusus untuk kuah daging sapi segar selalu disajikan di setiap harinya.

c. Penciptaan varian Bakso yang beragam

Kebanyakan Bakso yang kita kenal adalah bakso yang berisi daging sapi segar atau telur ayam rebus. Dengan tujuan pengembangan produk dapat diciptakan bakso dengan rasa yang beraneka ragam, di antaranya bakso isi daging ayam kampung, bakso isi ikan cangkalang, bakso isi udang, bakso isi cumi, bakso isi keju dan sebagainya. Bahkan untuk mengakomodir kaum vegetarian, bisa diciptakan bakso isi buah, strawbery, nanas, mangga dan sebagainya atau pun bakso isi sayuran. Bentuk baksonya pun bisa diragamkan dengan berbagai bentuk, di antaranya berbentuk bakso kotak, bakso gepeng, bakso segitiga, bakso bintang, bakso lonjong dan sebagainya termasuk berbentuk tokoh-tokoh favorit anak-anak.

d. Penciptaan Varian Campuran Mie Bakso

Mie bakso biasanya disajikan dengan dicampur sayuran, mie dan atau bihun. Sayuran yang digunakan adalah daun saecin. Penggunaan sayuran dapat dikembangkan dengan menggunakan daun kailan, daun kangkung, daun sawi atau pun sayuran lainnya. Mie Telor dapat diganti dengan mie jagung, mie sagu, kwe tiau, mie ubi jalar, mie ubi merah dan sebagainya.

Berbagai strategi pengembangan produk tersebut dapat digabungkan satu sama lain sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen. Harapannya, dengan pengembangan produk tersebut semakin banyak segmen pasar yang bisa digarap dan keuntungan pun bisa dioptimalkan.

Strategi Pengembangan Pelayanan Penjualan Mie Bakso

Setelah dilakukan strategi pengembangan produk, langkah selanjutnya yang sangat penting untuk diperhatikan dan diterapkan oleh pebisnis mie bakso adalah strategi pelayanan prima bagi pelanggan mie bakso.

Sebagus dan seenak apapun mie bakso yang dijajakan, sering terkendala dan tidak sampai kepada pencapaian omset pasar yang memuaskan di kala aspek pelayanan tidak dalam kondisi yang memadai dan memberi kepuasan kepada konsumen.

Pebisnis tentunya tidak boleh memandang sebelah mata aspek pelayanan ini. Karena tidak sedikit bisnis menjadi sukses dikarenakan pelayanan yang diberikan sangat memuaskan konsumen.

Strategi Pengembangan Pelayanan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Penyajian dengan gaya prasmanan

Salah satu bentuk penyajian mie bakso yang bisa meningkatkan minat konsumen adalah dengan penyajian gaya prasmanan. Setiap konsumen yang datang dipersilahkan untuk mengambil mie, bihun, sayur atau campuran mie bakso lainnya termasuk penyedap rasa sesuai selera dan keinginan konsumen. Lalu pramusaji akan menambahkan bakso ke dalam mangkok yang dibawa konsumen sesuai keinginan dan permintaan konsumen. Pilihan bakso dan kuahnya bisa diragamkan seperti yang telah diuraikan di atas. Namun penyajian seperti ini tentunya membutuhkan resources yang tidak sedikit dan tidak mudah. Penerapannya bisa disesuaikan dengan kemampuan pebisnis. Yang jelas, konsep intinya adalah mencoba mengakomodir atau memfasilitasi keinginan konsumen sehingga terpuaskan dengan ragamnya pilihan produk dan gaya penyajian yang unik sekaligus berbeda dengan yang lainnya.

b. Pelayanan Pramusaji yang handal

Dengan adanya produk yang beragam dan gaya penyajian yang unik, belum tentu bisa mensukseskan program pemasaran, jika tidak didukung strategi pelayanan pramusaji yang handal. Pebisnis harus memiliki pramusaji yang handal yang mampu memberikan layanan prima (service exellent) kepada konsumen. Layanan handal ini dimulai dari pakaian pramusaji yang seragam, unik, simple, memberikan nuansa segar, dan tidak jorok. Misalnya, pakaian yang berwarna cerah dan bertopi yang menampilkan logo perusahaan atau gambar-gambar unik.

Setelah itu, pramusaji pun harus paham betul tentang bagaimana memberikan layanan yang baik kepada konsumen, seperti tanggap terhadap apa yang diinginkan konsumen, cepat merespon, tersenyum, memberikan sapaan kepada konsumen yang baru datang atau kembali pulang setelah mengkonsumsi mie bakso, berhati-hati dalam membawa dan memberikan sajian kepada konsumen, cermat dalam menghitung uang pembayaran konsumen termasuk uang yang harus dikembalikan kepada konsumen dan sebagainya.

Untuk bisa menghadirkan dan memiliki pramusaji yang handal, perusahaan harus mengalokasikan dana untuk melakukan pelatihan dan pendidikan bagi pramusaji tersebut. Sehingga mereka paham betul tentang budaya organisasi, budaya bisnis, strategi pelayanan yang baik dan handal, tata cara bersikap, etika berbicara, etika berperilaku dan sebagainya.

c. Pelayanan Take A Way

Tidak semua konsumen mengkonsumsi mie bakso di tempat. Sebagian konsumen ada yang menginginkan mie bakso yang dipesannya bisa dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah bersama keluarga atau sendiri. Untuk mengakomodir permintaan konsumen seperti ini, tentunya pebisnis mie bakso harus mampu menyediakan fasilitas yang memungkinkan konsumen membawa mie bakso ke rumah atau ke tempat lainnya. Fasilitas dimaksud adalah sarana atau wadah untuk membawa mie bakso ke tempat lain (pesanan take away).

Biasanya pedagang mie bakso hanya menyediakan kantong plastik sebagai wadah mie bakso dan bumbunya. Pebisnis yang cerdik tentunya tidak hanya menyediakan kantong plastik yang polos. Kantong plastik tersebut bisa dikreasikan dengan memberinya logo perusahaan, berikut keterangan-keterangan tentang produk yang bisa memberikan informasi kepada konsumen dan bisa semakin membuat konsumen tertarik kepada produk tersebut, misalnya informasi tentang kandungan mie bakso yang diproduksi, logo halal, keterangan higienis dan kesehatan, informasi alamat perusahaan dan sebagainya.

Kantong plastik yang digunakan bisa dibuat berwarna sehingga menarik. Atau bisa dibuat juga dengan menggunakan wadah semacam tupper-ware yang mampu mengkondisikan mie bakso tetap hangat / panas sekalipun dibawa pulang atau ke kantor atau tempat lainnya. Layanan seperti ini tentu tidak murah. Untuk mewujudkannya butuh pertimbangan dan perhitungan kalkulasi biaya yang dikeluarkan dengan harga jual produk.

d. Pelayanan Delivery Order

Dengan semakin sempitnya waktu luang yang dimiliki masyarakat/konsumen akibat semakin kompleknya aktivitas mereka, semakin membuat konsumen berada pada kondisi yang tidak leluasa untuk melakukan proses konsumsi produk yang diinginkannya. Kesibukan mereka semakin tidak memungkinkan untuk pergi berkunjung ke outlet atau pedagang mie bakso yang diinginkannya.

Konsep Layanan Delivery Order bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Mie Bakso dapat dipesan dari tempat mana pun (rumah, kantor dan sebagainya) untuk kemudian dikirimkan pada tempat yang diinginkan. Layanan ini harus mempertimbangkan pesanan minimal dan jarak yang dimungkinkan untuk ditempuh terkait armada yang tersedia dan area yang tergarap, termasuk mengkondisikan produk tetap dalam kondisi panas.

Penganekaragaman bentuk pelayanan yang diterapkan tersebut diharapkan mampu memberi kontribusi yang nyata dalam peningkatan omset penjualan dan perluasan pangsa pasar yang digarap.

Baca juga: Permasalahan yang Dihadapi Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Kendala yang Dimungkinkan Muncul dalam Proses Pengembangan Produk dan Pelayanan

Dari sekian strategi pengembangan produk dan pengembanan pelayanan yang bisa dilakukan oleh pebisnis mie bakso, terdapat beberapa kendala yang mungkin saja muncul saat proses penerapannya. Pebisnis harus siap menghadapi dan mengatasinya agar bisnisnya bisa berjalan dan menghasilkan dengan sukses. Kendala tersebut antara lain :

  • Membutuhkan dana yang tidak sedikit.
  • Membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan terampil
  • Membutuhkan lokasi yang strategis agar bisa dijangkau oleh konsumen
  • Tidak semua konsumen memiliki selera yang sama, sehingga bisa jadi mie bakso yang sudah disajikan dengan berbagai rasa tidak cocok dengan selera konsumen
  • Masih mahalnya kemasan tupperware yang digunakan dalam layanan take away.
  • Konsumen butuh waktu untuk melakukan penyesuaian di kala konsep prasmanan diterapkan dalam bisnis mie bakso. Dalam proses penyesuaian tersebut dibutuhkan petugas yang cepat tanggap untuk meresponnya.

By: MUMUH MULYANA

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.