Tujuan dan Fungsi, serta Jenis-jenis Kredit Bank Perkreditan Rakyat

Jenis-jenis Kredit Bank Perkreditan Rakyat  

BPR atau Bank Perkreditan Rakyat adalah salah satu dari jenis bank yang secara umum melayani permodalan bagi golongan yang ingin mengembangkan bisnis dan usahanya atau ingin memulai usaha dengan meminjam atau kredit modal sehingga dapat langsung memulai usahanya. Bpr disini berfokus padabisnis dan usaha kecil menengah atau ukm sehingga dapat membantu dalam permodalan bagi yang membutuhkan baik itu bank umum maupun bank syariah banyak yang menyediakan fasilitas ini. Juga BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR

BPR atau Bank Perkreditan Rakyat


Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan dan fungsi tertentu. Tujuan pemberian kredit pada suatu Bank Perkreditan Rakyat adalah :

a. Mencari keuntungan

Keuntungan diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh BPR sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup BPR dan memperluas usahanya.

b. Membantu usaha nasabah

BPR memberikan fasilitas untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana untuk investasi maupun dana untuk modal kerja. Dalam hal ini baik pihak BPR maupun nasabah sama- sama diuntungkan, dimana BPR memperoleh bunga, dan nasabah dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.

c. Membantu pemerintah

Pemerintah menerima pajak dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan BPR, meningkatkan devisa negara apabila produk dari kredit yang dibiayai untuk keperluan ekspor, dan membuka kesempatan kerja, bila kredit yang diberikan digunakan untuk membuka usaha baru.

Adapun Fungsi Kredit secara umum, yaitu :

  1.  Untuk meningkatkan daya guna uang,
  2.  Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang,
  3.  Untuk meningkatkan daya guna barang,
  4.  Untuk meningkatkan peredaran uang,
  5.  Sebagai stabilitas ekonomi,
  6.  Untuk meningkatkan kegairahan berusaha,
  7.  Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan,
  8.  Untuk meningkatkan hubungan internasional.

Artikel terkait: Manfaat dan Resiko Pembiayaan Murabahah Pada Bank Syariah

Jenis-Jenis Kredit Bank Perkreditan Rakyat

Menurut Wijaya dan Hadiwigeno (1999 : 307), “Kredit dapat dibedakan menurut berbagai kriteria, yaitu dari lembaga pemberi-penerima kredit, jangka waktu serta penggunaan kredit, atau dari berbagai kriteria lain”.

Bank Perkreditan Rakyat biasanya memberikan kredit mikro kepada para nasabahnya, yang mana istilah kredit mikro dapat diartikan sebagai kredit yang diberikan dalam jumlah relatif kecil untuk membiayai berbagai jenis usaha dalam skala ekonomi menengah kebawah. Sejauh ini tidak terdapat batasan yang jelas tentang pengertian (kriteria) kredit mikro, namun dalam praktek perbankan kredit mikro dapat disamakan dengan istilah Kredit Usaha Kecil (KUK) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Kriteria tersebut antara lain jumlah plafond kredit keseluruhan maksimum Rp. 500 juta, dan total asset debitur maksimum Rp. 600 juta, dan kriteria itu sendiri secara periodik dievaluasi dan diubah oleh Bank Indonesia.

Secara umum jenis-jenis kredit Bank Perkreditan Rakyat dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1). Berdasarkan tujuan penggunaannya, kredit dapat diklasifikasikan atas :
a.    Kredit Produktif, adalah kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperlancar jalannya proses suatu usaha dalam rangka meningkatkan produktivitas. Kredit produktif ini dapat dibagi lagi menjadi :

  • Kredit investasi, yaitu kredit yang digunakan oleh debitur untuk pembelian barang-barang modal yang akan digunakan dalam jangka menengah atau jangka panjang, dan jumlahnya relatif kecil,
  • Kredit Modal Kerja, yakni kredit yang digunakan oleh debitur untuk tujuan pembiayaan modal kerja dalam operasi normal suatu usaha.

b.    Kredit Konsumtif, yaitu kredit yang diberikan dengan tujuan untuk memperoleh/membeli barang-barang dan kebutuhan lainnya yang bersifat konsumtif.

2). Berdasarkan jangka waktu kredit, dapat dibagi menjadi :

a. Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun,

b. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari 1 tahun.
3). Berdasarkan penarikannya, kredit dapat dibagi menjadi :

a. Penarikan sekaligus, yaitu kredit yang diperoleh/ditarik nasabah sesuai dengan permohonan kredit yang diajukan secara keseluruhan tanpa ada penundaan pencairan dana pinjaman,

b. Penarikan bertahap, yaitu kredit yang diperoleh/ditarik nasabah, dimana pencairan dananya dilakukan secara berkala oleh pihak BPR.
4). Berdasarkan sifat pelunasannya, kredit dibedakan menjadi :

a. Pelunasan dengan angsuran, yaitu kredit yang diperoleh debitur dapat dicicil dalam pelunasannya sesuai dengan ketentuan dan ikatan kerjasama yang telah disepakati oleh pihak BPR dengan debitur,

b. Pelunasan tanpa angsuran, yaitu pembayaran secara keseluruhan terhadap kredit yang telah diperoleh debitur tanpa adanya cicilan, dimana dalam pelunasan kredit tersebut harus terdapat bunga pinjaman sesuai dengan kesepakatan.

5). Dilihat dari Jaminan terdiri dari:

a. Kredit dengan jaminan, yaitu kredit yang diberikan dengan suatu jaminan berupa barang berwujud, tidak berwujud atau jaminan pihak ketiga,

b. Kredit tanpa jaminan, yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu tetapi diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter, serta loyalitas atau nama baik calon nasabah selama berhubungan dengan BPR atau pihak lain.

6). Dilihat dari segi sektor usaha, terdiri dari:

a. Kredit pertanian,

b. Kredit peternakan,

c. Kredit industri kecil,

d. Perdagangan.

Baca juga: Pengertian Bank Umum Atau bank konvensional

Cukup sampai disini pembahasan kali ini tentang Kredit Bank Perkreditan Rakyat. Semoga artikel yang sedikit ini memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Jika ada kekurangan saya mohon maaf jika berkenan mau menambahi atau ingin berbagi dengan pengujung yang lain silahkan berkomentar di bawah ini Terimakasih salam sukses untuk kita semua.

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengertian Dan Jenis Tunjangan Menurut Para Ahli
Perbankan
Tunjangan Adalah Hak Anda

Pengertian Tunjangan adalah? Baru-baru ini santer terdengar kabar bahwa pemerintah akan menyederhanakan besaran tunjangan untuk aparatur sipil negara (ASN). Seperti dikutip dari Kompas.com (3/8), hal ini merupakan salah satu hasil rapat koordinasi tentang reformasi birokrasi di Kantor Wakil Presiden. Nah, bagi Anda yang belum paham apa itu tunjangan, tunjangan adalah …

Mewaspadai Penipuan FOREX (Pasar Valuta Asing)
Perbankan
Mewaspadai Penipuan FOREX (Pasar Valuta Asing)

FOREX (Pasar Valuta Asing) Saat ini berbagai jenis bisnis semakin berkembang dengan pesat dengan dukungan teknologi yang terus tumbuh juga akan semakin mempermudah para pelaku atau pemain bisnis. Bebagai macam cara bisa dilakukan untuk bisa memperoleh keuntungan yang besar salah satunya dengan bisnis forex ini. Forex (FX) sendiri sering dikenal …

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Trading Forex
Perbankan
Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Trading Forex Agar Berhasil ?

Waktu Yang Tepat Untuk Trading Forex ? Pada dasarnya kegiatan trading ini tidak ada batasan kapan untuk melakukannya dan boleh-boleh saja baik itu pagi, siang, sore, malam yang penting Anda harus mahir dan tahu untuk melakukan treding ini satu lagi adalah memaksimalkan profit yang akan didapatkan. Namun pada dasarnya trading …